
"eungghh. dimana aku? kenapa badanku terasa lemas sekali? ruangan apa ini gelap, bau darah apa ini?. Kania yang baru sadar setelah bius yang diberikan habis bingung akan dimana dirinya. ia memingat-ingat sebelumnya ia tidur di kamarnya.
"hei, siapapun yang mendengarku. tolong aku. siapa yang berani merantai tangan dan kakiku ini.". Kania mencoba menarik-narik rantai itu agar telepas. namun sia-sia karena rantai itu terlalu kuat.
....
Zack masuk kedalam ruang eksekusi setelah mendengar teriakan Kania.
"brisik!!! bisa diem gak Lo?" ucap Zack yang bersandar pada pintu dengan melipat kedua tangan didepan dada.
"siapa kau? berani sekali kau menculikku. apa salah Dan dosaku sayang cinta suciku kau buang-buang. ehh salah, maksudku apa salahku padamu hingga kau melakukan ini? Kania yang sebenarnya takut mencoba untuk tetap tenang.
"ckk. kau pikir setelah ini kau masih bisa bernyanyi seperti itu. tidak akan. hanya akan ada rintihan kesakitan disini." Zack pergi meninggalkan Kania yang masih teriak minta tolong.
.....
arabella kini berada didepan kampus Dinda. hasil laporan anggotanya bahwa Dinda akan pulang sekitar 10 menit lagi.
ia menunggu Dinda di depan gerbang dengan pakaian serba hitam.
"nah, itu dia. matilah kau setelah ini wanita gila. aku akan sangat senang melihat kehancuran dragon blood". Dinda dari kejauhan melihat arabella, namun ia mencoba tak mengenalnya.
hari ini Dinda memang tak membawa kendaraan karena Zack melarangnya mengemudi. Zack tau kebrutalan Dinda saat berkendara.
__ADS_1
"nona Dinda. saya Ara yang diperintahkan tuan besar untuk menjemput nona." arabella mengelabuhi Dinda yang sekarang sedang mengikuti permainanya.
"baiklah." Dinda masuk ke dalam mobil itu.
arabella membawanya kesebuah gedung ditengah hutan. ia akan menyekap Dinda disana.
Dinda yang paham akan permainan dari arabella pun berpura-pura untuk memberontak saat akan dibawa masuk kedalam gedung itu.
"tidak, lepaskan aku. tolonggg tolonggg" dengan seringai yang tak terlihat arabella, Dinda mencoba untuk mengemis pertolongan pada arabella.
"tolong lepaskan aku. aku janji tidak akan melaporkan ini pada polisi. tempat apa ini, kenapa begitu menyeramkan. tolong nona. lepaskan aku. aku akan mentransferkan sejumlah uang untukmu.
"ha ha ha, tidak semudah itu dinda. kini kau tawananku. itu akan memudahkan ku memancing pak tua brahmana untuk kuhancurkan hingga wilayah kekuasaan dan Dragon blood akan menjadi milikku". dengan percaya dirinya arabella mentertawakan Dinda yang seolah ketakutan.
"tidak, tolong lepaskan aku. aku berjanji... AKU BERJANJI AKAN MEMBUNUHMU DENGAN TANGANKU SENDIRI!!! HAHAHAHA". Ximey muncul karena Dinda tersulut emosi kala mendengar penuturan arabella akan menghancurkan papanya.
"cuuiihhh. kau yang akan mati wanita lemah". ucap arabella ingin menusukkan belati kearah perut Dinda.
dengan cepat dan tepat dinda memelintir tangan arabella hingga pisau itu terjatuh.
"kau yang akan mati. kau tau nona arabella, bahkan papaku menyerahkan untuk mengurusmu padaku. dan kini tanpa kucari, kau datang kehadapan ku menyerahkan nyawamu". suara jahat itu membuat sekitar hutan itu mencekam. burung-burung beterbangan tak menentu arah kala mendengar tawa iblis dalam diri Dinda.
"berani sekali kau mengancam ku. lihat saja sebentar lagi anggotaku akan datang". arabella yang masih percaya diri mengatakan itu.
__ADS_1
"haha bahkan kini markasmu telah menjadi debu karena ulah suamiku. dan yaa 1 lagi. sepupu yang kau sayangi itu juga ada di markas milik dragon blood. kemungkinan ia sudah mati saat ini dicincang oleh suamiku. karena ia telah berani mencelakai ku". ucapan Dinda membuat nyalai arabella menciut. tapi ia mencoba untuk mengalihkan rasa itu.
dengan emosi yang belum meredam, Dinda menghujani arabella dengan tusukan dari pisau miliknya sendiri. senjata makan tuan. ya senjata yang akan dia gunakan untuk membunuh Dinda kini beralih untuk membunuh dirinya sendiri.
Tanpa ampun Dinda menusuk berulang kali. menyayat wajah, tangan kaki. arabella yang sudah tak bernyawa itu dimutilasi oleh Dinda dengan menggunakan belati kesayangannya. ia membawa potongan-potongan tubuh arabella ke markas.
...
setibanya dimarkas Dinda menemui suaminya yang sedang berada diruang eksekusi untuk menyiksa Kania.
"nih, hadiah buat kamu, sayang". ucap Dinda seraya melemparkan kantong hitam yang berisi tubuh arabella.
saat dilemparkan, kepala arabella menggelinding ke arah Kania. Kania yang ketakutan pun berteriak dan menangis.
"aaaaaaa. kak arabella. hiks hiks. apa yang kau lakukan pada sepupuku dasar psikopat. aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang. aku akan membunuhmu dengan memotong tangan dan kakimu lalu ku congkel matamu keluar".
"baiklah Kania. aku kabulkan permintaanmu." ucap Dinda yang sedang menyeret samurai yang begitu tajam.
tanpa ba bi Bu, ia memotong bagian tubuh Kania sesuai yang ia ucapkan. setelahnya ia mencongkel kedua mata Kania.
"silahkan sayang. sisanya kuberikan padamu". ujar Dinda kepada Zack
dengan sekali ayun, samurai itu memisahkan kepala kiana dari tubuhnya.
__ADS_1
"selesai". ucap Zack
"hahaha, jangan pernah mengusik Dewi kematian jika tak memiliki banyak nyawa".Dinda dan Zack keluar markas.