
beberapa Minggu sudah Zack memelihara anjing liar itu. ia menyewa banyak orang terlatih untuk melatih anjingnya dengan baik supaya kedepannya bisa dijadikan alat atau bantuan dalam penyerangan.
"papa, apa kau akan menyewa 1 mobil truck untuk membawa anjing-anjing ini kemanapun kau pergi? merepotkan sekali" ucap Sonia pusing melihat markas penuh dengan anjing.
"diamlah. papa masih memikirkan hal itu"
"biarkan mafia gila itu mengurus para anjing gilanya sayang. kita para psikopat bagus melanjutkan pekerjaan kita di toko bunga" ucap Dinda malas meladeni Zack
"ayo ma. biarkan papa mengurus anjingnya itu. nanti dirumah jangan sampai kita yang dijadikan anjing peliharaannya"
...
Dinda dan Sonia menuju toko bunga, namun ditengah perjalanan supir menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.
"aduh. perutku" ucap Dinda merasa kram pada perutnya
"maaf, nona. sepertinya ban mobil kita bocor. saya akan memeriksanya".
"cepatlah pak".
....
saat supir Dinda mengecek ban mobil mereka, datang 100 orang menghadang mereka.
jleeb
salah seorang dari mereka melemparkan pisau ke arah supir Dinda.
Dinda dan Sonia yang melihat supirnya terkapar tak bernyawa itu emosi.
"Ximey, biar aku yang maju. aku haus akan darah manusia" ucap xanjue
"baiklah. beritahu aku jika kau tak mampu"
"cih, sepele sekali kau setan biadap"
"kau juga setan, bodoh"
keduanya malah asik bertengkar tak jelas hingga akhirnya sebulah peluru menembus kaca depan mobil itu. mereka baru sadar akan kebodohan mereka yang saling mencemooh.
"bajingan!! akan aku telan kalian hidup-hidup" ucap xanjue yang telah menguasai tubuh Sonia.
__ADS_1
ia keluar mobil dengan santainya. mata hitam pekat membuat aura kejahatan menyelimuti dirinya.
"lawan aku jika kalian mampu. siapapun kalian tak akan aku biarkan kalian mengganggu kehidupan kami" ucap xanjue
"dimana Zack? suruh dia keluar dari mobil jika dia bukan pengecut. aku Ramon. pemilik perusahan swasta properti yang dibuat bangkrut olehnya."
"kau menginginkan Zack tapi kau menghalangi jalan kami. tak ada Zack di dalam mobil"
mobil yang memang tak kelihatan apapun jika diperhatikan dari luar membuat mereka tak percaya begitu saja.
"cek ke dalam mobilnya" ucap Ramon.
"langkahi dulu mayatku" ucap xanjue emosi
jleeeb
sluurp
praang
cetaakkk
buughh buughh
"kau lelah setan bodoh? payah sekali"
uap Ximey
buughh
buugh
cetaakkk
kraakk
tersisa 45 orang lagi yang masih mengambil ancang-ancang untuk menjadi bagian penyerang.
sebelum Ximey menghabisi mereka terdengar ngaungan anjing dari arah belakang mobil mereka.
ya, ternyata Zack melepaskan seluruh anjing gila yang telah dilatih itu untuk menyerang orang-orang itu.
__ADS_1
"mampus kau Ramon. kau bermain curang dalam dunia bisnis dengan orang yang salah. saatnya anjing-anjing milikku makan enak saat ini. hahaha" tawa Zack membuat bulu kuduk merinding.
para orang-orang Ramon berlari menghindari kejaran anjing itu, namun sayang anjing itu berlari sangat kencang untuk mendapatkan makanannya.
"sudah-sudah. sini duduk lesehan di aspal yang hangat. kita menonton aksi anjingku saja". ucap Zack pada Sonia dan Dinda
"kau gila sama seperti anjing-anjing mu" ucap Dinda yang akhirnya ikut duduk lesehan di aspal jalanan. begitu juga dengan Sonia.
"udah lebih baik kita main Ludo saja dari ponsel sembari menunggu anjing-anjing itu kembali membawa makanannya kehadapan kita. ni, aku yang hijau. kau warna apa?"
"aku merah, pa"
"aku biru" ucap Dinda
mereka dengan santainya bermain Ludo dari ponsel Zack. mereka tertawa dan saling berjongkok setiap kali ada yang kalah dalam permainan itu.
....
30 menit berlalu, anjing-anjing itu kembali mendekat ke arah Zack. Zack, Dinda dan Sonia sudah mengakhiri permainannya menatap pada anjing-anjing itu.
ada yang membawa kepala, kaki, tangan dan badan atau bahkan organ tubuh orang-orang Ramon tadi.
"gotchaaa! kalian hebat anjing-anjingku. hahaha. masuk kedalam mobil sekarang!" teriak Zack memerintah anjing-anjing itu.
mereka begitu tenang masuk dengan barisan yang rapi.
"wah hebat juga kau pa. mereka menurut semua padamu" ucap Sonia kagum melihat aksi anjing-anjing itu
"ya, begitulah hebatnya aku. hanya tersisa dua ekor anjing saja yang rasanya tidak bisa menurut padaku. masih sama seperti anjing liar dan galak diluar sana. tapi aku tak akan menyerah utnuk membuat kedua anjing itu bertekuk lutut padaku"
"woy gila! kau mengatai kami berdua ini anjing galak itu ha? dasar mafia gila! jangan tidur bersamaku di dalam kamar selama 3 bulan kedepan. Sonia, ayo pergi ke toko. bisa-bisa kita jadi anjing gila juga seperti itu. hiii, kita kan psikopat berkelas. jangan mau tunduk padanya".
"ayo, ma. aku juga gak mau jadi anjing kecilnya papa. wleekk" ejek Sonia.
Dinda dan Sonia berlari masuk kedalam mobil. sedangkan mayat supirnya sudah dibawa anggota Zack untuk dimakamkan secara layak.
"wanita-wanita itu memang harus segera aku jinakkan. eh apa tadi? 3 bulan aku tak dapat jatah? aku yang gila kalau ini" Zack baru menyadari ancaman Dinda.
"sayaaaaang!" Zack berteriak melihat mobil Dinda berlaku dihadapannya.
"hahah rasain. pasti papa bingung itu ma" ucap Sonia
__ADS_1
"biarin aja sayang. biar tau rasa. kita kan psikopat bukan anjing gila"
"hahahahah" keduanya tertawa melaju menuju toko bunga Dinda.