
hari ini dinda berjanji untuk mengajak Sonia ke markas dragon blood untuk latihan beladiri. Sonia sangat semangat untuk mengikutinya. ia tak ingin menjadi Sonia yang lemah.
ketika Dinda dan Sonia ingin memasuki mobil menuju markas, terlihat mobil hitam pekat dengan lambang dragon blood memasuki halaman rumah.
"PAPA! aku rindu papa. kenapa lama sekali keluar negerinya?" ucap Dinda memeluk tuan besar Abraham
"haha. kau seperti nak kecil saja. hmmm siapa nona kecil ini, sayang?"
"ah iya. Sonia. kemarilah. kenalkan dia kakekmu. kakek Abraham petinggi dragon blood".
"aku Sonia kek. senang bertemu denganmu".
"ah, anak yang manis. mau kemana kalian? sepertinya tadi terburu-buru" tanya abraham pada Dinda.
"aku ingin mengajarkan Sonia beladiri dan penggunaan senjata di markas pa. dianharus menjadi gadis yang kuat setelah ini"
"oh, begitu. tenanglah, kau fokus pada kandunganku. papa yang akan melatihnya sampai kau juga tak akan mengenalinya"
"papa serius? terimakasih pa." Dinda kembali memeluk abraham.
.......
Dinda, Sonia, Abraham, dan 2 pengawal pribadi Abraham sudah berada di taman apartemen.
"pa, aku juga ingin berlatih Kembali" ucap Dinda
"baik. tapi ingat kondisi tubuhmu. aku tak mau cucuku terluka"
"pasti pa."
.....
"Sonia, kakek punya hadiah kecil untukmu. ini samurai kakek saat masih berada di dragon blood. kakek berikan ini untukmu. simpanlah. samurai ini bisa kau lipat hingga memudahkanmu membawanya. kita akan mulai berlatih beladiri terlebih dahulu".
1 jam sudah mereka melakukan latihan bersama. Abraham takjub dengan kepesatan kemampuan beladiri dari Sonia.
"bagus Sonia. kau sangat mudah di ajarkan. sekarang gunakan samurai itu untuk menebas patung di depan sana. anggaplah itu adalah musuhmu. orang yang sudah menyakitimu. orang yang sudah melukai hatimu. orang yang semena-mena padamu".
"BAJINGAN!! hiiyaaaaaaa...." Sonia terbakar amarah karena ucapan dari sang kakek barunya itu.
slreeeeett
kepala patung di ujung sana sudah terlepas dari tempatnya.
prok prokk prokk
"bagus sekali. kau akan menjadi penerus ku di dragon blood jika perkembangan dirimu secepat itu". ucap Zack yang baru saja tiba.
Zack memperhatikan mereka kala tengah berlatih. ia dibuat tak percaya oleh kemampuan gadis kecil yang baru saja ia beli itu.
"papa" Sonia berlari ke arah Zack dan memeluknya
"papa bangga padamu. terus belajar hingga kau mendapat jati dirimu yang sesungguhnya"
"baik, pa".
......
sore ini Dinda dan Sonia akan ke toko bunga. Dinda ingin mengajarkan Sonia merangkai bunga. ia juga akan memerintah Sonia untuk turut serta dalam menjalankan bisnis bunganya itu.
mereka di antar oleh Abraham yang kebetulan juga akan ke restoran dekat dengan toko bunga Dinda.
dalam perjalanan, mereka dihadang oleh preman-preman remahan rengginang. Dinda juga melihat seorang pria yang ia kenal, dormeo. ia menyewa preman-preman itu untuk membunuh mereka.
"cih, dia masih ku beri kesempatan untuk hidup tapi memulai menyalakan api" ucap Dinda
"dia dormeo kan?"
"ya pa, dia pembunuh utama orangtuaku. aku sengaja masih membebaskannya untuk melihat siapa lagi orang-orang yang akan dengan berani untuk melawanku". jawab Dinda
Sonia melihat preman-preman itu, ia juga menghitung jumlah mereka yang ada sekitar 30 orang.
"siapa mereka ma?"
"kau lihat lelaki yang memakai topi itu, itu dormeo pembunuh orangtua mama. mungkin dia menyuruh preman-preman itu untuk membunuh mama"
"haha rasanya aku tidak sabar untuk mengasah kemampuan yang baru saja kakek ajarkan padaku tadi."
"kau mau melawan mereka?" tanya Abraham
__ADS_1
"tentu kek. mengapa tidak. aku akan mencoba dengan tangan kosong"
"hah? tidak tidak. jangan. aku bisa kehilangan cucu gadisku yang manis jika kau melakukan itu"
"tak akan kek"
...
"ma, jika kau melihat xanjue datang maka menyingkirlah sedikit menjauh sebab xanjue tak pilih-pilih siapa yang ada didekatnya, pasti mati"
"baiklah. tapi mama minta biarkan dormeo itu tetap hidup. tugas mama untuk yang satu itu"
"jika aku ingat"
.....
Abraham bingung dengan percakapan dinda dan Sonia. tapi dia memilih untuk melihat dulu sebenarnya apa yang akan Sonia lakukan.
Sonia keluar dari mobil Abraham dengan tangan kosong.
"jika berani, lawan aku" ucap Sonia
"haha hanya seekor semut kecil. tak masalah. kita lihat siapa yang akan menang" jawab ketua preman itu.
dormeo memilih untuk melihat dari jauh, ia tahu jika ia salah langkah maka nyawanya akan melayang.
srekkk
buughh
cetaak
cettaakkk
bughh buugh
suara-suara merdu terdengar kala pukulan dan patahan tulang dari preman-preman itu.
"gila. bahkan aku baru saja melatihnya. tapi caranya bertarung sudah seperti 100 tahun berlatih".
Dinda terus mengawasi langkah Sonia dari dalam mobil. ia tak sengaja bertatap mata pada Sonia. mata Sonia yang biru cerah berganti menjadi hitam pekat.
"pa! mundur" ucap Dinda berteriak
"ada apa ini? kenapa dengan Sonia?"
"xanjue, alter ego dari Sonia."
"astaga. aku hidup dengan para psikopat ternyata. sangat seru dan menyenangkan"
ucap Abraham tersenyum lebar.
terlihat Sonia telah mengalahkan beberapa preman. namun sayang ia sedikit lengah hingga salah seorang preman itu berhasil menendang perut Sonia hingga ia tersungkur.
"BANGSAT!! ingin bermain-main denganku ternyata". Dinda murka melihat anaknya tersungkur ke jalanan dengan darah di sudut bibirnya.
mata abu-abu milik Dinda kini menjadi merah. Ximey merasakan kemarahan Dinda hingga ia mengambil alih segalanya.
bruugh
cetaaak
srekkkk
sreekkkk
para preman itu mati tak bersisa. disna melihat dormeo berlari tunggang-langgang. ia membiarkan dormeo pergi karena ia masih belum mau membunuh dormeo.
Dinda membantu Sonia untuk berdiri. mereka kembali ke dalam mob Abraham.
"ibu dan anak sama saja. sama-sama psikopat gila" ucap Abraham smirk
"jalankan mobilnya pa. kita akan tetap ke toko bunga. anggap saja ini latihan khusus untuk Sonia".
Sonia dan Dinda kini telah mengambil alih tubuh masing-masing.
"maafkan aku ma. aku gagal" ucap Sonia kecewa
"kau berhasil sayang. tidak apa-apa. besok kita berlatih kembali"
__ADS_1
......
Abraham meninggalkan Dinda dan Sonia yang sudah masuk ke dalam toko bunga.
Dinda dengan telaten membersihkan luka Sonia.
"terimakasih, ma"
"sudah. tak apa. ayo Mama akan mengajarkanmu merangkai bunga"
"baik, ma."
1 jam berlalu, keduanya selesai merangkai 40 karangan bunga.
hari yang semakin gelap membuat mereka tersadar harus kembali ke apartemen sebelum Zack pulang.
x
"ayo sayang. papa pasti sebentar lagi pulang"
"ayo ma".
benar saja. tak begitu lama mereka sampai, terlihat mobil Zack pun juga memasuki halaman apartemen.
"SAYANG. SONIA, DINDA" teriak Zack
"apa sih berisik banget pulang-pulang"
"hehe, sengaja. aku ingin melatih pita suaraku"
"Ckk, tak ada gunanya"
"mana Sonia?"
"bahkan kau pulang malah menanyakan anakmu dibanding aku yang sudah bersusah payah memasak makan malam untuk kita ini" Dinda cemberut
"haha. kau cemburu sayang? dia anakmu dan anakku. untuk apa kau marah"
"tidak. siapa yang marah. dia tertidur saat pulang dari toko bunga tadi"
"bangunkan dia. ayo makan malam bersama"
...
Sonia terbangun saat Dinda mengetuk pintu kamarnya.
"iya, ma"
"bangun sayang. makan malam ayo. papa sudah menunggu"
"oke ma".
Dinda lebih dulu turun dan disusul oleh Sonia.
Sonia turun dengan menggunakan piyama tidur bermotifkan anak kucing berwarna pink.
"malam pa, ma"
"malam Sonia" jawab Zack. Dinda tersenyum saja sebagai jawaban.
"apa kau tak salah menggunakan pakaian?" tanya Dinda melihat pakaian Sonia
"ha? apa ini tak cocok untukku?"
"kau kehilangan wibawamu saat ini. hahaha. tadi siang saja kau berhasil mengalahkan 30 orang preman dengan tangan kosong. sekarang kau malah memakai pakaian kucing begitu. tak sesuai dengan sifatmu".
Sonia memanyunkan bibirnya mendengar ucapan Dinda.
"apa? 30 preman? apa kalian terluka?" cemas Zack
"tidak" jawab Dinda dan sonia bersama
"sepertinya aku akan kehilangan jabatan ku sebagai ketua mafia. kau bahkan lebih pantas menjaganya" ucap Zack pada Sonia.
"big no, papa. aku hanya ingin menjual bunga seperti mama. itu sangat menyenangkan"
Zack memutar malas bola matanya mendengar pernyataan Sonia.
"hahah bahkan ia lebih memilih menjadi psikopat daripada harus menjadi ketua mafia" ucap Dinda mengejek Zack
__ADS_1
"kalian sama saja. gila dan juga psikopat"
"tentu saja sayang. kami para wanita akan mendirikan kelompok psikopat sendiri. hahaha" canda Dinda pada Zack yang tak jadi memasukkan makanan dalam mulutnya. ia menganga dan melebarkan matanya kala mendengar ocehan istrinya.