
malam ini, Dinda dan Zack menghadiri acara pelelangan barang khusus dunia bawah. Dinda memaksa Zack untuk ikut karena ia mendengar akan ada gadis berusia 11 tahun yang akan dilelang.
bukan tanpa sebab, ia ingin menyelamatkan gadis itu. ntah karena sedang hamil jadi aura keibuannya keluar.
"pokoknya berapapun harganya, jika kau sayang padaku maka beli gadis itu untukku".
"iya sayang. aku akan berusaha mendapatkannya". jawab Zack pasrah
"jika kau tak mendapatkannya, maka kau harus membunuh pembelinya"
"astaga psikopatku. baiklah. hanya karena seorang gadis kau mengumpankan nyawa suamimu"
"kau kan ketua dragon blood. tak akan sulit bagimu mendapatkannya".
"ya ya ya baiklah".
....
saat ini disebuah gedung bernuansa emas terlihat banyak ya pengunjung untuk mengikuti pelelangan itu.
Dinda dan Zack duduk di kursi paling belakang. mereka juga menggunakan topeng yang menutupi setengah wajah mereka Agar tak ada yang mengenali. mereka mendapat papan nomor urutan 113.
"baiklah kita mulai acara pelelangan ini. di mulai dari berlian asli dengan berat 7 kg dan terdapat ukiran naga di dalamnya. yang menginginkannya silahkan angkat papan nomor anda". MC membuka acara dengan pelelangan berlian milik seorang pengusaha di negara yang terkenal dengan negara maju.
"ya, tuan nomor 30 dengan 8 milyar"
"10 milyar". ucap nomor 98
"15 milyar". ucap wanita nomor 111
"ada lagi? jika tidak maka berlian akan jatuh ke tangan nona dengan nomor papan 111".
tok tok tok resmi sudah berlian itu menjadi miliknya.
.....
banyaknya barang lelangan tak membuat Dinda tertarik pada apapun itu. tekatnya hanya pada gadis belia itu.
"nah lelangan terakhir kita malam ini adalah seorang gadis berusia 11 tahun dengan bola mata berwarna biru. sudah dipastikan ia juga maish dalam keadaan perawan. hahah. ayo siapa yang ingin menawarnya"
"500 juta" ucap tuan berjanggut tebal
"ada lagi?"
"1 milyar" ucap Dinda
"5 milyar" ucap pria itu lagi
"****. kau akan mati ditangan ku jika kau tak memberinya untukku. 10 milyar" ucap Dinda
"20 milyar" ucap pria berjanggut itu
"wah ternyata besar juga nilaimu anak gadis" ucap MC itu.
"10 triliun + 1 mobil sport keluaran terbaru" ucap Zack tak tanggung-tanggung.
ia hanya khawatir akan mati ditangan istrinya sendiri.
"bagus suamiku" ucap Dinda tersenyum
"oke karena tidak ada yang menawar lagi, maka gadis belia ini jatuh pada tuan bertopeng nomor 113".
.....
__ADS_1
setelah selesai mengikuti pelelangan dan memberikan nilai jual pada pemilik acara, Zack dan Dinda membawa gadis itu bersama mereka ke apartemen.
"apa kau takut nona?" ucap Dinda lembut seraya membuka topengnya.
"aku tidak pernah takut pada apapun karena diriku sudah tak ada nilainya lagi". ucapnya gemetar
"hei, tenanglah nak. aku tak akan menjualmu atau membuatmu jadi ****** diluar sana. aku ingin menjadikanmu anakku. apa kau mau?"
gadis belia itu melihat Dinda lekat. ia melihat sorot mata Dinda yang hangat.
"namaku Sonia Andini, nyonya". ucapnya memperkenalkan diri.
Zack yang melihat interaksi keduanya tersenyum. ia tahu bahwa Dinda iba pada gadis itu karena dirinya pun seorang diri di dunia ini.
"mama. jangan sebut aku nyonya. aku bukan nyonyamu". Dinda memeluk Sonia.
Sonia yang merasakan nyaman dipeluk Dinda juga membalas pelukannya dan tersenyum.
"terimakasih, mama".
Zack yang melihat itu merasa diabaikan.
"ckk, kalian pikir aku ini supir pribadi kalian. begitu?"
"sudahlah mas. diam atau ku jahit mulut rusakmu itu".
"maafkan saya, tuan". ucap Sonia lembut
"haha. aku papamu sekarang. tak perlu memanggilku tuan."
Sonia yang tak paham pun melirik Dinda. Dinda mengelus lembut rambut panjang Sonia yang lurus sepinggang.
"pak tua itu suami mama sayang. itu artinya dia papamu"
"diam!!"
..
sesampainya di apartemen, Dinda menunjukkan kamar Sonia. Sonia bahagia melihat isi kamar itu. kamar yang cukup luas dan rapi. buku-buku tersusun dilemari yang juga sangat lengkap.
"istirahatlah Sonia. sebelum itu kau harus membersihkan dirimu." ucap Dinda
Zack yang sejak tiba di apartemen sudah kembali pergi ke markas untuk mendiskusikan tentang bagaimana Sonia bisa berada di pelelangan.
"apa mama keberatan untuk membantuku? aku tak paham menggunakan barang-barang ini".
"baiklah. mama akan memandumu".
...
Sonia kini terlihat lebih segar dari sebelumnya. Dinda dengan telaten membersihkan diri Sonia. ia menyisir rambut Sonia. memberi pakaian yang layak juga untuknya.
"hmm Sonia. apa kau sudah mau tidur?
"belum ma. rasanya belum mengantuk. bahkan aku jarang sekali tidur"
"kenapa? apa mama boleh tau kenapa kau bisa berada di acara pelelangan itu?"
"waktu itu aku sedang mengamen. tiba-tiba ada segerombolan preman yang ingin memperkosaku. aku berlari kesana-kemari untuk menyelamatkan diri. tak sengaja aku bertemu dengan nyonya yang aku tak tahu namanya. ia menjualku 200 juta kepada pemilik acara itu. makannya aku ada disana".
"kemana ayah dan ibumu? apa kau memiliki saudara?"
"aku sebatang kara, ma. ayah dan ibu serta adik laki-laki ku meninggal karena sakit yang dideritanya. sebab selama ini kami tinggal dibawah jembatan di kota W".
__ADS_1
Sonia terisak mengingat hal itu. betapa kejamnya dunia terhadap dirinya.
"mama akan mencari tau nyonya siapa yang kau maksud. itu sama halnya dengan membuatmu hancur berkeping karena menjualmu dan juga berbuat tak baik padamu kan"
"darimana mama tau aku diperlakukan tidak baik?"
"mama mencari tau kehidupanmu selama bersama dengan pemilik acara itu. dan kau tak perlu berbohong lagi, lihat lebam yang ada di pipimu. luka sayatan yang ada pada lenganmu. dan bekas luka cambukan pada punggungmu. benarkan?"
"mama. hiks hiks" Sonia menangis meraung mengingat kekejian mereka memperlakukan dirinya. menjadikannya budak, juga sebagai penari striptis.
"apa kau masih menjaga kesucianmu?"
"masih ma. aku hanya ditugaskan sebagai penari striptis bukan pelayan ****".
"syukurlah. mama harap kau terus menjaganya. mama akan mengajarkan ilmu beladiri padamu. begitu juga dengan papa."
"iya ma. dan kemana papa pergi tadi?"
"nak. yang harus kau tahu adalah kami ini bukanlah orang yang baik. papamu ketua mafia dragon blood. kakekmu adalah pendirinya. sedangkan mama ini penjual bunga psikopat. mama memiliki alter ego Ximey yang terbentuk dari emosi mama".
"aku tak masalah tinggal dengan orang yang kejam daripada orang yang terlihat baik tapi nyatanya keji".
"terimakasih sayang"
"sama-sama ma. hmm, ma. apa aku boleh tanya sesuatu?"
"tanyakan saja sayang"
"apa alter ego itu seperti AKU?"
tiba-tiba bola mata biru milik Sonia berubah menjadi hitam pekat.
"siapa kau?"
"aku xanjue, aku terbentuk karena rasa sedih yang mendalam. namun aku tetap bukanlah alter yang baik. meski aku melindunginya, aku tetap akan berbuat keji pada siapapun yang menyakitinya"
"lalu kemana kau saat ia disakiti?"
"dia melarangku untuk membunuhnya. dia mengatakan belum saatnya orang-orang itu mati. akan ada orang yang akan membunuh untuknya".
"AKU YANG AKAN MEMBANTUMU JIKA DIA TAK MENGINGINKAN KAU UNTUK MEMBUNUH MEREKA. AKU XIMEY"
Ximey yang merasa terpanggil pun mengambil alih diri Dinda.
...
Zack yang baru sampai ke apartemen tidak menemukan dinda dikamarnya. ia tahu pasti Dinda berada di kamar anaknya itu.
ceklekkk
"sayang.. XIMEY"
"hai pak tua" jawabnya menyeringai
"pak tua pak tua. kembalikan istriku. ada apa ini? Sonia kenapa bola matamu menjadi hitam pekat? bukannya tadi biru?"
ujar Zack bingung.
"aku xanjue, aku yang melindungi Sonia selama ini"
"astaga, apa aku hidup dengan manusia-manusia psikopat lainnya juga? matilah aku sebentar lagi. aku kembali ke kamar. bye"
Zack berlari meninggalkan keduanya.
__ADS_1
Dinda dan Sonia telah kembali pada tubuhnya. Sonia dipersilahkan untuk tidur dan Dinda kembali ke kamar untuk menceritakan semuanya pada Zack.