Penjual Bunga Itu Psikopat

Penjual Bunga Itu Psikopat
yah, ketahuan deh


__ADS_3

Dinda dan Zack saat ini tengah berada di dalam markas dragon blood. mereka menunggu kedatangan dua orang manusia yang memang sangat dinantikan.


sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Sonia, dormeo dan nek Hanum akan segera sampai dimarkas secara utuh.


"ma, pa. datanglah ke markas. mereka sudah kami kirimkan untuk kesana dalam keadaan utuh. hanya saja masih tak sadarkan diri sebab aku memberikan disis obat bius yang sedikit lebih banyak. heheh"


"bagus sekali. lalu kenapa kau tak ikut pulang?" tanya Zack


"eh, anu. itu. hmm, iya. besok aku pulang bersama dengan Samuel dan Dominick. iya, begitu"


"baiklah. jaga dirimu. kabari jika kau kembali"


"pasti pa. love you pa, ma"


saat ini Sonia, Dominick, dan juga Samuel sedang mengemas barang. mereka harus kembali ke markas karena Dinda ingin mereka menyaksikan sendiri pengeksekusian kedua manusia bejat itu.


"hmm sayang, bagaimana nasib hubungan kita kedepannya? apa kita akan terus menerus bersembunyi seperti ini?" tanya Samuel yang setia menemani Sonia mengemas pakaian.


"kita pikirkan lagi nanti. tapi aku berharap sih kita bisa segera mengatakan hal ini pada papa dan mama. aku yakin mereka akan memahami"


"baiklah"


....


Sonia, Dominick, dan Samuel telah berpamitan kepada para pengawal yang tinggal disana. mereka segera masuk kedalam jet pribadi milik Dinda yang memang disediakan untuk menjemput mereka.


"woy, kalian. apa kalian akan terus menerus berpegangan tangan seperti itu? takut ya nanti di markas nggak bisa pegangan tangan. ni contoh aku dong, aku pegangan pada tanganku sendiri. hahaha nasib jomblo. vanke tenan" ucap Dominick iri


"akan aku Carikan kau pasangan nanti. tenang saja" ucap Sonia

__ADS_1


"weheee. yang bodynya aduhai ya. terus jangan terlalu kurus. tidak terlalu tinggi. putih, dan menggemaskan serta muda."


"banyak sekali permintaanmu. berkaca saja terlebih dahulu. sepantas apa wajahmu itu memiliki wanita idaman"


"hehe iya juga sih. aku pendek, badanku hitam, kerjaanku macam monyet tiap saat suruh gelantungan di pohon, dinding-dinding yang tinggi"


"hahah. sudahlah besok aku Carikan".


mereka tak menyadari bahwa ucapan mereka didengar oleh seorang pria yang kejam.


Zack, ia sengaja ikut bersama jet yang menjemput ketiganya. ia hanya ingin memastikan bahwa putri juga pengawalnya baik-baik saja.


"hmm" Zack mendehem Dari arah depan.


sontak saja ketiganya melihat darimana asalnya suara deheman itu.


"jadi kalian pacaran? siapa yang mengizinkan?" tanya Zack mengintimidasi mereka


"bukan kau, dom. tapi mereka berdua yang sejak tadi berpegangan tangan layaknya anak kecil yang memegang tangan ayahnya untuk menyebrangi jalanan"


"eh, hehehe papa. yah, ketahuan deh ini. hmmm, papa sehat? kok gak bilang mau ikut jemput kami?" ucap Sonia deg-degan


"jika papa bilang maka papa tak akan pernah tau apa yang terjadi pada kalian berdua"


"pa... sebenarnya...."


"cukup. jelaskan nanti saat di markas. jelaskan pula dihadapan mamamu"


"hmm, anu. eh, iya pa."

__ADS_1


Sonia menunduk lesu.


Zack kembali masuk keruangan depan untuk beristirahat.


"sudahlah. kita akan mengatakan yang sebenarnya nanti pada papa dan mamamu. aku yakin mereka tak akan memenggal kepala kita" ucap Samuel mengelus puncak kepala Sonia.


"baiklah. meskipun aku sedikit takut, tapi aku yakin kita bisa melewati ini semua bersama-sama"


Samuel mengecup pipi Sonia singkat lalu memeluknya menguatkan Sonia yang terlihat ketakutan.


"untung aku belum punya pacar. jika nanti aku ingin pacaran maka orang pertama yang akan aku beritahu dan meminta restu adalah tuan Zack dan nyonya Dinda. mereka sudah kuanggap sebagai keluargaku" ucap Dominick


"ckk, ntah siapa yang mau padamu, dom. tugasmu itu sangat banyak. kau tak akan pernah ada waktu untuk berpacaran." ucap Samuel cemeeh


"kita lihat saja nanti, siapa yang akan menikah lebih dulu. jika aku yang lebih dahulu menikah, maka kau harus memberiku hadiah terbaik. begitu juga denganku jika aku kalah"


"baik. 1 motor keluaran terbaru sebagai taruhan dariku."


"oke, 1 motor balap terbaru juga dariku"


"kalian mempertaruhkan hal itu? gila"


"biar saja. lihatlah kalian saat ini bisa bermesraan. tapi nanti pasti aku yang akan lebih dulu menghalalkan. kalian kan harus melelehkan tembok beton itu"


"iya juga ya. hahah. sudahlah. pertaruhan tetap berjalan"


"oke. waktunya 1 bulan"


"what?"

__ADS_1


"hmmm, 2 bulan deh"


"oke, deal"


__ADS_2