
keadaan Hanung kini sangat memprihatinkan, bagaimana tidak, anggota flower team mencicil untuk memutilasinya secara bergantian hingga ia kini tak memiliki sebelah kaki dan kedua tangan.
Hanung yang dibawa paksa oleh anggota flower team kini sudah berada dimarkas. Dinda yang masih mengingat kejadian pembunuhan orangtuanya itu berjalan mendekat ke arah Hanung.
sreettt
jleb
jlebb
bunyi sayatan dan tusukan pada kaki dan wajah Hanung terdengar mengerikan dalam ruangan yang gelap itu.
"aaaaaa"
"hmmm, aarrgghh"
"hentikan tolong, ini sangat perih".
ucap Hanung menahan sakit luka sayatan dan tusukan belati Dinda yang maish setia menusuk kakinya.
"hahahah, hentikan katamu? apa kau juga mengehentikan perbuatanmu kala orangtuaku meminta ampun padamu, bahkan mereka sendiri tak mengerti salah apa yang telah mereka perbuat". ucap Ximey yang telah mengambil alih diri Dinda.
"orangtuamu? siapa kau sebenarnya? apa kau benar anak Nugraha? bukankah kau anak Brahmana?" Hanung bertanya dengan begitu penasarannya hingga ia tak sadar telah memberikan banyak pertanyaan itu.
"ya, aku dinda Amelia anak dari Nugraha dan Amini yang kau bunuh dengan cara kau tusuk berulang kali". jawab Dinda semakin tersulut emosi.
"bukan aku, bukan aku yang melakukan itu. dormeo yang melakukannya karena iri dengan kesuksesan orangtuamu. aku hanya membantu untuk mengambil semua berkas dan barang berharga milik keluargamu"
"oh, begitu? lalu kembalikan apa yang seharusnya menjadi milikku". ujar Ximey
"tuan Brahmana. ya kami sebelumnya meminta bantuan tuan brahmana untuk mencari putri Nugraha yang kemungkinan telah membunuh anak-anak kami dengan jaminan apotek dan klinik milik keluargamu".
"hahahaha ya ya ya ya sudah cukup jelas pengakuanmu. dan aku tau akan pengalihan apotek dan klinik itu sebab papa Brahmana telah menyerahkan surat asli kepemilikan keduanya".
"jadi kau benar anak Nugraha? dan diangkat menjadi anak dari petinggi mafia, Brahmana"
"ya, aku. dan kau meminta bantuan dengan orang yang salah. kau rela memasukkan nyawamu dalam kandang macan tutul. maka terima saja jika aku yang akan menjadi malaikat maut untukmu".
dooorrr
dooorrr
dua tembakan terlepas mengenai tepat pada jantung dan kepala Hanung.
......
Zack yang sedang berada di kantor dibuat geram oleh datangnya seorang wanita yang sangat ia benci.
ya, wanita itu adalah mantan kekasih Zack terdahulu. wanita itu bernama Pamela. ia meninggalkan Zack saat seminggu kedepan akan melaksanakan pertunangan. ia lebih mementingkan karirnya sebagai seorang model majalah dewasa.
"sayang, apa kau tak merindukan aku? kenapa kau tak pernah memberi kabar padaku?" ucap Pamela membelai lembut pipi Zack.
"pergilah sebelum wanita psikopatku membunuhmu". ucap Zack
__ADS_1
"Ckk. tidak ada yang bisa menggantikan posisiku dalam hidupmu. bahkan aku yakin aku masih berada ditempat dan tahta yang sama di hatimu".
"jangan membuatku semakin membencimu hingga aku lupa diri dan meledakkan kepalamu".
"kau masih saja menyeramkan, sayang. ayolah bermain denganku sebentar saja. aku akan memberikan pelayanan yang terbaik untukmu". dengan membuka kancing baju yang ia gunakan, ia mencoba menggoda Zack.
......
di dalam kamar pribadi markas flower team, Dinda sedang membersihkan diri dari sisa-sisa darah Hanung yang mengenai pakaian dan juga tubuhnya.
ia berencana akan mengajak Zack makan siang bersama dengan papa brahmana.
sesaat setelah selesai, ia keluar guna menuju kantor Zack.
"shadow, berlatihlah dengan semua anggota. jika ada yang terluka gunakan obat-obatan yang ada disudut ruang latihan. baca setiap kegunaan obat itu. aku harus ke kantor Zack sekarang ".
"baik, nona muda. berhati-hatilah" ucap zhadow menundukkan diri
....
Dinda menghubungi sang papa untuk ke cafe tak jauh dari kantor Zack. papa menyetujuinya karena Dinda mengatakan ia mentraktir sebagai hadiah sebab satu dari dua orang pembunuh orangtuanya itu telah ia habisi.
"baik sayang, hati-hati. papa akan menunggumu disana."
....
Dinda telah sampai di halaman kantor Zack. ia melihat seorang karyawan Zack berlari kearahnya.
"nona muda. apa anda ingin menemui tuan muda?".
"a a anu itu. anu nona muda. hmm anu..." karyawan itu ingin memberitahu Dinda bahwa ada Pamela di dalam ruangannya. sebab Zack berpesan agar memberitahukan hal itu pada Dinda supaya tak menjadi kesalahpahaman.
Dinda berlalu pergi meninggalkan karyawan yang terus berlari mengikutinya.
"nona muda. nona muda. tuan Zack bilang nona bisa menunggunya di ruang pribadinya. sebab diruangan sedang ada klien". ucap karyawan itu dengan keras
namun Dinda tak menghiraukan ucapan karyawan yang terlihat ketakutan itu.
braakk
pintu ruangan Zack terbuka oleh tendangan yang dilakukan Dinda.
ia melakukan itu karena melihat seperti ada yang tidak beres ketika karyawan itu terus berlari mencegahnya masuk ke ruangan Zack.
"Zack!!" suara Dinda menggema diseluruh ruangan.
Zack yang melihat bola mata Dinda menjadi merah pekat paham jika yang mengendalikan dirinya saat ini ialah Ximey.
"jangan salah paham sayang. ini tak seperti yang kau lihat". Zack mencoba menenangkan Dinda.
"hahaha apa peduliku mau itu nyata seperti yang kulihat atau ada makna lain didalamnya. yang aku mau hanyalah lepaskan aku. sebab aku melihat dengan mataku sendiri apa yang sedang kalian lakukan. bermesraan tak tahu diri bersama ****** murahan seperti dia."
"siapa kau? berani sekali kau mengatai aku ******. kau yang ******!!. aku adalah calon istri Zack. aku berhak atas dirinya". ucap Pamela meninggi
__ADS_1
"calon istri? wah ternyata kau pandai menutupinya dengan rapi Zack. bahkan aku yakin papa tak mengetahui hal ini. dan kau ******. aku istri sah dari Zack"
"jangan mengaku-ngaku kau. sudah jelas aku adalah calon istrinya. hahaha" ucap Pamela tak mempercayai Dinda.
"sayang, dengarkan aku. kau kesini mau kita makan siang bersama papa kan. ayo kita pergi, jangan pedulikan wanita ini.". rayu Zack agar tak terjadi kekacauan semakin jauh.
"beraninya kau menyakiti Dinda Yang saat ini tengah mengandung anakmu, Zack. kau harus mati sekarang juga!". Ximey mencengkram kerah kemeja Zack hingga dirinya terangkat dengan mudahnya.
"Ximey. dengarkan aku. dia hanya masa laluku. aku tak pernah sedikitpun ingin kembali padanya. aku juga tak mengerti mengapa ia bisa masuk ke kantorku. turunkan aku. kembalikan kesadaran Dinda. aku mohon". ucap Zack memukul-mukul tangan Dinda yang mengangkat dirinya.
"Dinda kecewa. ia mengatakan dirinya tak ingin lagi kembali pada tubuh ini. maka aku yang akan mengambil alih diri ini. hahahaha".
"Ximey! hentikan!". Ximey melepas cengkramannya pada zack.
papa yang sudah menunggu sejak lama merasa ada yang tak berkenan dalam hatinya. ia sengaja mendatangi kantor Zack.
"tuan besar". Pamela berlari memeluk lengan apa brahmana.
"ngapain kau kesini? belum cukup kau menyakiti hati anakku dulu? belum cukup kau membuat malu keluargaku?". ucap brahmana lantang.
"aku kini kembali tuan. aku ingin melanjutkan apa yang tertunda".
"haha jangan harap. Zack sudah memiliki istri yang bahkan jauh lebih baik daripada dirimu. aku juga sebentar lagi akan menjadi kakek. jangan kau ganggu hidup anak dan keluargaku"
"tuan bercanda kan? mana mungkin selera Zack yang seperti gembel begini. mengerikan lagi. seperti psikopat saja, bahkan tuan bisa melihat sendiri tadi ia bahkan hampir membunuh Zack". ucap Pamela
"Ximey, kembalikan kesadaran Dinda. aku akan bertanggungjawab atas kekecewaannya. jika kau mau bermain. bawa saja wanita ini sebagai mangsamu selanjutnya". ucap papa pada Ximey yang masih menguasai Dinda.
"baiklah. hubungi shadow untuk membawa wanita ini ke flower team. tapi sebelum itu dengarkan apa yang akan dibicarakan Dinda". bola mata Dinda perlahan berubah
"sayang. hei, tatap aku. kau tahu aku sangat mencintaimu mana mungkin aku mengkhianati dirimu". ucap Zack memeluk dinda yang terisak
karena sedang mengandung membuat dirinya tak dapat mengontrol emosinya.
"lepaskan aku. ceraikan saja aku. kembali padanya jika kau menginginkan wanita itu. aku tak akan membunuhnya".
"Dinda. dengar papa. dia hanya masa lalu yang telah menghancurkan hidup Zack. papa akan sangat setuju jika kau maupun Ximey menghabisinya untuk papa".
"tuan. mengapa anda mengatakan demikian? apa salahku? dan kenapa wanita ini sangat aneh dengan dua kepribadian? bahkan kau menyebutnya dengan dua nama".
"hahahaha. aku ada Ximey. tubuh ini milik Dinda. aku adalah alter ego yang terbentuk karena dendam darinya. sekarang waktunya kita bersenang-senang. aku tak akan membiarkan siapapun merebut apa yang menjadi milik Dinda. sebab dia adalah aku, aku adalah dia tentunya dengan karakter yang berbeda. hahahahah". Ximey kembali mengambil alih diri Dinda dan menyeret Pamela keluar kantor menuju markas.
....
papa menatap tajam pada Zack.
"apa yang kau lakukan? kau ingin mati ditangan istrimu sendiri?"
"aku tak melakukan apapun pa. Pamela datang dengan sendirinya. aku sudah memperingatkan dia untuk pergi tapi dia tidak mau". ucap Zack yang masih merasakan sesak di dadanya.
"aku rasa kau lupa siapa jati dirimu Zack. apa karena kau sudah menikah dengan wanita yang bahkan kekejamannya melebihi dirimu itu membuatmu lupa diri? kau ketua dragon blood jika kau lupa. jika kau mengusir wanita itu tapi dia tak ingin juga pergi. kenapa kau tak menembaknya? apa kau memang ingin berpisah dengan Dinda supaya kau bisa kembali kepada jati dirimu sendiri? maka aku akan mengabulkannya".
"tidak! sampai matipun aku tidak akan melepaskan Dinda. terlebih ada anakku yang bersamanya. nyawaku taruhannya jika aku memang mengkhianatinya". dengan tegas Zack mengatakan itu
__ADS_1
"bagus. ikuti ximey kemana dia membawa wanita itu dan tubuh dinda. papa yakin Ximey tak akan mengembalikan Dinda jika belum puas dengan amarahnya".