
sesuai dengan persyaratan yang diberikan Zack, Sonia dan Samuel tidak diizinkan untuk bertemu setelah lamaran. mereka boleh bertemu saat pernikahan itu tiba. lalu bagaimana dengan fitting baju untuk pernikahan mereka? Dinda yang akan membantu Samuel untuk memilih baju pengantinnya.
beberapa hari berlalu, Dinda dan Zack kini sedang berada dirooftop markas dragon blood untuk mengecek kesiapan untuk pernikahan Sonia dan samuel esok hari. ya, mereka memutuskan untuk melakukan resepsi dirooftop markas saja. supaya beda dari yang lain, hehe.
"aku rasa sudah hampir 100% persiapan ini selesai" ucap Dinda
"iya benar, dimana Samuel? apa dia tidak kesini hari ini?" ucap Zack pada Dinda dan melihat sekitar
"ntahlah, aku juga tak melihatnya sejak masuk markas"
"jangan-jangan dia kabur? atau dia membatalkan pernikahan ini?"
"huss, jaga ucapanmu. aku yakin dia tak seperti itu"
"hehe ya siapa tau kan. dia gak sanggup tinggal bersama anak psikopat mu itu"
"bisa jadi hahaha"
"maaf tuan, nona" ucap Dominick
"eh dom. ada apa?" ucap Zack
"mari ikut saya tuan, nona. kita ke ruang eksekusi"
"siapa yang akan dieksekusi? apa kau akan mengeksekusi nenek Hanum? atau dormeo?" tanya Zack pada Dinda
"tidak. aku masih membiarkan mereka hidup didalam sana"
"lalu?" ucap Zack melihat ke arah Dominick
"Samuel ingin menunjukkan sesuatu untuk tuan dan nona"
"oh, baiklah. apa lagi yang laki-laki itu buat?"
"ntahlah, ayo kita ikut saja" jawab Dinda
mereka bergegas menuju ruang eksekusi sesuai petunjuk arah yang diberikan Dominick
....
sesampainya mereka ke ruangan itu, terlihat 2 ruangan besi didalam ruang eksekusi tertutup dengan kain hitam.
"ada apa Sam?" tanpa basa-basi Dinda bertanya pada Samuel yang tak lain adalah calon menantunya.
"ini aku persembahkan untuk kalian ma, pa"
Samuel menarik kain hitam diruangan besi pertama. Dinda dan Zack menganga melihat ada banyak singa jantan dan betina didalamnya.
__ADS_1
belum berakhir keterkejutan mereka dengan adanya singa-singa yang mengacung diruang sebelahnya, kini mereka sangat berbinar melihat banyaknya persenjataan dengan berbagai jenis diruang yang baru saja Samuel buka.
"singa dengan jumlah 100 ekor itu aku berikan sebagai anggota baru dragon blood untuk kalian, mereka telah terlatih sedemikian rupa sehingga mereka bisa diandalkan untuk membantu kita menyelesaikan misi. sedangkan itu 1000 persenjataan dengan 200 jenis berbeda juga bisa kita gunakan sebagai alat penyerangan"
"darimana kau dapatkan semua ini?" tanya dinda penasaran
"aku mengumpulkannya satu persatu sejak aku masuk dragon blood, aku sengaja menyimpan mereka semua karena aku sudah berniat siapapun yang akan menjadi orangtuaku, aku akan menghadiahi itu untuk mereka"
"terimakasih banyak Sam. kau memang menantu yang bisa diandalkan" Zack memeluk Samuel dengan menepuk pundak Samuel pelan.
"kalau begitu, tambah lagi anggota dragon blood dan flower team sebanyak 500 orang masing-masing kelompok. beri mereka 1 senjata yang sesuai dengan keahlian mereka"
ucap Zack pada Samuel
"baik, pa. segera ku perintahkan anggota kita untuk mencari mereka semua yang berkualitas dan dijamin tidak akan berkhianat dari kita"
"bagus. pergilah" ucap Dinda.
.......
Dinda dan Zack kembali ke apartemen setelah memastikan persiapan pernikahan Sonia sudah selesai, mereka mencari Sonia yang sejak mereka pergi tak terlihat batang hidungnya.
"kemana anakmu? apa dia tiba-tiba saja mati? kenapa tak keluar kamar sejak kita pergi tadi?" ucap Zack asal
"ku hajar juga mulut busukmu itu. apakah kau mendoakan anakmu sendiri mati disaat akan melakukan pernikahan?" jawab Dinda menepuk kecil mulut Zack yang duduk disebelahnya.
"gak lucu, Zack. aku akan memanggil Sonia sebentar"
Dinda melangkah pergi meninggalkan Zack yang masih duduk diruang keluarga.
took tookkkk tookkk
Dinda mengetuk pintu kamar Sonia berulang kali, namun tak ada jawaban dari dalam.
Dinda berteriak kuat memanggil Sonia, lebih tepatnya Ximey lah yang berteriak akibat kekesalan Dinda yang tak mendapat jawaban dari Sonia.
"SONIAA, SONIAAAAAA BUKA ATAU KURUBUHKAN PINTU KAMARMU INI"
Sonia yang sedang berendam didalam bath up kaget dan bergegas untuk menyudahinya.
"apasih ma? ka-kau?" saat melihat mata Dinda adalah manik mata Ximey. ia terkejut kala itu.
"darimana saja kau anak bodoh? apa kau tuli? kau tak mendengar panggilan Dinda sejak 1 jam lalu, ha?"
"ckk, mana ku tau. aku sedang berendam dengan bunga 7 rupa didalam sana. ada apa?"
Ximey menjewer telinga Sonia dan membawanya menuju ruang keluarga.
__ADS_1
"AW AW AW lepaskan aku Ximey, LEPASKAN AKU" xanjue mengambil alih diri Sonia.
"stoooop! apa-apaan kalian ini?" tanya Zack yang kaget melihat istri dan anaknya berubah menjadi para alter psikopat itu.
"dia duluan yang menjewer Sonia. dia berteriak memanggil Sonia dan mau merubuhkan pintu kamar" ucap xanjue memegang telinga Sonia yang terasa panas akibat jeweran Ximey.
"kalau tak kulakukan seperti itu, kau tak akan keluar kamarkan" jawab Ximey.
"duduk!" ucap Zack pada keduanya
"ada apa tuan?" tanya xanjue yang berada pada tubuh Sonia
"ckk, masak iya aku harus bicara pada setan seperti kalian ini sih? kembalikan anak dan istri ku"
"tidak. biarkan seperti ini saja. aku juga ingin tau ada apa" jawab xanjue menolak mengembalikan kendali Sonia
"hmm, baiklah. begini, persiapan pernikahan Sonia dan Samuel besok pagi sudah selesai. aku ingin mengatakan bahwa Sonia harus beristirahat dengan cukup. dia juga harus banyak mengkonsumsi vitamin agar lebih segar saat pernikahan tiba"
"baik. tak masalah. kenapa untuk menyampaikan itu saja sampai makhluk jelek itu ingin merubuhkan kamarku?" tanya xanjue melirik Ximey
"kau, beraninya kau begitu padaku! aku mama Sonia jika kau lupa"
"CK, aku begitu iri dengan Sonia. dia memiliki orangtua yang lengkap, memiliki kebahagiaan yang sesungguhnya, sebentar lagi juga aku pasti tak dibutuhkannya kala ia sudah bersuami" lemas xanjue menceritakan keiriannya terhadap Sonia yang saat ini menajdi manusia yang sempurna dengan keluarga dan segala-galanya.
"hei, bodoh. apa kau begitu iri? jika kau mau aku akan menganggap dirimu sebagai adikku" ucap Ximey tertawa melihat xanjue yang bersedih
"ciih, tidak Sudi aku memiliki saudara seperti dirimu yang Psikopat itu"
"apa kau lupa jika kau juga alter psikopat yang hampir sama denganku meskipun kemahiranmu jauh dibawahku?"
"sudah, sudah hentikan! apa-apaan kalian ini. xanjue jika kau ingin menikah, menikahlah sana dengan alter lain" ucap Zack pusing melihat keduanya.
"aku menikah? hahah maka Sonia akan menikah dengan dua pria jika begitu. tentunya dengan pria yang salah satunya memiliki alter juga sepertiku"
"oh, no. tidak tidak. jadilah perawan tua dalam tubuh Sonia"
"betapa irinya aku menjadi alter seperi ini tak dapat merasakan seperti yang manusia rasakan"
"bodoh kok dipelihara. tentu kau juga merasakan karena kau berada dalam tubuh Sonia. lihat aku, aku juga bahagia atas pernikahan Zack dan Dinda. aku bahagia memiliki anak, aku bahagia memiliki keluarga melalui tubuh Dinda" ucap Ximey menyeringai
"iya juga ya. kok gak kau bilang daritadi"
"kau aja yang terlalu berdramatis, huuuuuuu"
"sudah. kembalikan istriku dan anakku"
"baiklah" serempak keduanya beralih kendali.
__ADS_1