Penjual Bunga Itu Psikopat

Penjual Bunga Itu Psikopat
cemburu tak bertepi


__ADS_3

malam ini Sonia kembali melakukan aksinya, ia kembali meminta dormeo datang kerumahnya dengan membawa nenek tua itu.


Dinda sebelumnya meminta Sonia untuk bisa menyekap Hanum. ia ingin memberi pelajaran pada wanita tua itu.


Sonia telah menyiapkan makan malam sedemikian rupa untuk mereka. tentunya tak lupa juga menyiapkan obat untuk membius nenek tua itu dan dormeo.


tinngg toongg tiiingg toong


bel rumah Sonia berbunyi. Samuel yang tadinya duduk di sofa bergegas berdiri untuk bersembunyi.


"awas saja jika kau nanti benar-benar masuk dalam jeratan dormeo, sayang".


"aku sendiri yang akan menebas kepalamu"


ucap Samuel yang kini menyandang status sebagai kekasih Sonia.


"iya bawel. buruan sembunyi. aku buka pintu dulu"


....


Sonia merapikan pakaiannya. ia membuka pintu dan tersenyum ramah pada kedua tamunya.


"eh, sudah datang. silahkan masuk nek"


"terimakasih, nak. kau baik sekali"


"aku tak dipersilahkan masuk?" tanya dormeo berbasa-basi


"haha. ayo masuk sayang" Sonia menggandeng lengan dormeo menuju tempat makan.


mereka bersenda gurau bersama hingga larut malam. Samuel yang jengah melihat interaksi mereka melirik Sonia yang tak sengaja juga melihatnya.


Sonia tersenyum melihat kekasihnya itu cemberut.


"ah baiklah nak. sepertinya hari sudah semakin larut. kami pamit saja" ucap nek Hanum


"ah iya nek, baiklah. besok kalian bisa main kesini lagi. oh iya nek. aku lupa. tadi aku membuatkan kalian kue, tapi lupa menyajikannya. makan itu dulu ya nek sebagai penutup. baru kalian pulang"


"oh, kenapa repot-repot. baiklah. mana kue nya?"


"sebentar aku ambilkan"


Sonia bergegas ke dapur untuk mengambil 2 buah kue dan memberi obat bius kedalamnya.

__ADS_1


"silahkan"


"wah, kau bukan hanya cantik. tapi kau juga pintar memasak. aku suka semua masakanmu" ucap nek Hanum memakan kue itu.


"jadi bisalah kau merestui kami kan nek?" ucap dormeo yang juga menikmati kue itu.


"haha boleh boleh"


beberapa menit kemudian keduanya tak sadarkan diri. saat itu pula Samuel keluar dari tempat persembunyiannya.


"hufft, lamban sekali aksimu" ucap Samuel pada Sonia


"hehe aku lupa dengan kue itu"


"jangan sentuh dia, biar aku yang menyeretnya"


"kau cemburu, sayang?"


"tidak"


"ayolah. kita hanya melakukan misi yang sama sayang. jangan cemburu begitu"


"yayayayayaa terserah kau saja. aku bisa apa? toh aku hanya pengawalmu saja"


"bisanya mengancam saja. aku pengangguran, kau juga yang rugi"


"iya juga ya. nanti aku tak dapat jatah bulanan darimu ketika sudah menikah"


"cih, matrealistis sekali. sudahlah aku masih marah"


"sayang, sudahi cemburu tak bertepimu itu."


"minggirlah. aku akan meminta satpam membantu membawa mereka dan mengirim mereka ke markas tuan"


"hmm baiklah. tapi jangan marah lagi ya"


"tergantung"


"tergantung apa?"


"tergantung bagaimana caramu menyenangkan aku"


"ha? apa kau mau kita melakukannya sebelum nikah?"

__ADS_1


"aku tak mengatakan itu. aku menjagamu, aku bertugas melindungi mu. mebgapa pula aku akan merusakmu, menghancurkanmu. oh, atau kau yang sebenarnya sudah tak sabar ingin berada dalam kendaliku? hm"


"hehe, lupakan. cepat bawa mereka pergi"


.....


dormeo dan nek Hanun sudah dibawa anggota dragon blood ke markas dengan menggunakan jet pribadi Zack.


kini Samuel dan Sonia sedang menonton drama kesukaan Sonia.


"aku mengantuk. aku tidur duluan ya" ucap Samuel


"woy woy woy. enak banget kalian peluk-pelukan. sedangkan aku harus digigit nyamuk diatas pohon sana" tiba-tiba paman penembak jitu yang tak lain adalah Dominick datang masuk ke dalam rumah Sonia.


"perasaan aku udah ngunci pintu deh. kok paman bisa masuk?" tanya Sonia yang tetap pada posisi nyamannya dalam dekapan sang kekasih.


"bodo amat gimana caraku masuk. aku lapar"


"haha makan saja ratusan peluru yang ada dalam sakumu" ucap Samuel


"tega banget sih sama kawan sendiri. untung aku masih tutup mulut ni gak lapor kelakuan kalian ke tuan dan nyonya"


"ayah baiklah paman. kalau sudah mulai membahas itu tiba-tiba saja tanganku ingin memasak makanan untukmu" kilah Sonia belum siap jika orangtuanya mengetahui hubungan dirinya dan Samuel.


"kau takut sayang? bahkan setelah misi ini selesai aku akan melamarmu dihadapan mereka"


"woy, cepetan masak. ah. nanti aja membahas masalah kalian itu. jangan lupa Sonia beri aku 1 gadis juga untuk kujadikan istri. aku kan juga iri melihat kalian"


"hahaha baiklah"


Sonia, Samuel, dan Dominick makan malam bersaman. bukan makan malam, lebih tepatnya makan dini hari karena waktu menunjukkan pukul 2 pagi.


"kenyang. aku kembali ke kamarku dulu. thanks ya" ucap Dominick memegang perutnya yang penuh dengan makanan buatan Sonia.


ia berjalan menuju kamarnya yang berada di gedung tua dekat tempat tinggal dormeo dan nek Hanum.


"kau juga akan kembali?" tanya Sonia pada Samuel yang sedang memainkan ponselnya.


"tidak. aku bermalam disini saja. aku merindukan aroma tubuhmu, gadis kecil"


"haha baiklah. aku bereskan ini dulu baru kita tidur"


"hmm"

__ADS_1


...


__ADS_2