
Dinda dan Zack menatap layar tv yang mengeluarkan siaran ntah apa. mereka saling menatap satu sama lain.
tak lain tak bukan, layar tv itu menampilkan hasil rekaman dari Sonia yang berhasil mengorek sedikit informasi dari dormeo.
"wanita bodoh itu adalah hanum. dia ibu angkat dari Nugraha yang telah ku habisi nyawanya. aku bekerjasama dengan nenek tua itu untuk mendapatkan harta Nugraha. ia sangat sakit hati karena Nugraha tak pernah mencarinya kala ia meninggalkan rumah. padahal waktu itu ia sedang dalam tahanan sebab ketangkap basah saat menjual narkotika di pasar dunia bawah".
"bajingan!! jadi benar dugaanku" ucap Dinda
"tenanglah. woles woles. sebentar lagi kau akan merasakan darahnya"
"huh, untung aku psikopat baik hati masih mau membiarkan dirinya bersenang-senang terlebih dahulu sebelum kujadikan sate"
"yayaya. lalu gimana kabar anak psikopatmu itu? apa dia ada menghubungimu?"
"ah, iya. dasar anak kurang ajar. dia tidak ada menghubungiku sejak sampai dinegara itu"
"ciaah. jangan-jangan dia sedang beriya-iya dengan dormeo"
"diam kau!"
tuuttt tuuut
Dinda menelpon shadow yang terus mengawasi gerak-gerik Sonia.
"sedang apa anak itu? kenapa dia tak mengajariku?"
"saat ini nona Sonia sedang berenang dengan menggunakan bikini berwarna merah muda nyonya"
"apa katamu? kau ku perintahkan untuk mengawasi kegiatannya, bukan berarti semua kegiatannya kau ikuti"
"eh anu maksud saya bukan begitu nyonya. anu, hmm nanti saya minta nona untuk menghubungi anda"
"ckk, siapa kau mau memerintah anakku"
tuuttt
"ada apa?" tanya Zack
"aku rasa kita salah mengirimkan orang untuk menjaga Sonia"
"kenapa begitu?"
Dinda menjelaskan semua ucapan yang dikatakan shadow dalam panggilan tadi.
"hahaha, aku rasa dia tertarik pada Sonia. bagaimana jika kita nikahkan saja mereka"
"mana mau Sonia dengan paman-paman mesum begitu"
__ADS_1
"coba saja dulu. Dann yaa kau juga tak kalah hot saat ini sayang. aku menginginkanmu"
"mafia gila. dalam keadaan perutku yang besar begini pun kau masih bisa merayuku"
"hahahah. ayolah hanya 3 ronde saja"
"3 ronde saja katamu. main dengan anjingmu sana"
Dinda jalan tergopoh-gopoh seperti pinguin karena perutnya yang besar membuatnya kesulitan berjalan normal.
....
Sonia sedang berjemur dibawah terik matahari di tepi kolam renang itu. ia melihat ada pergerakan dari Balik hiasan tanaman disudut kolam.
bruuukk
"sialan" ucap shadow
"paman? kau ngapain? ngintip ya?"
"enak saja. aku kan ditugaskan untuk mengawasi mu. apa juga yang mau diintip dari badan tripleks begitu. rata semua"
"kau yakin paman? tapi aku melihat bahwa jonimu sudah sangat meronta-ronta ingin keluar. hahaha"
"kurang ajar kau. aduh, sakit kali tanganku tersangkut batang bunga palsu ini"
"lagian kenapa kau bisa jatuh? sini aku lihat apa ada yang terluka"
"apa kau tertarik? hahah. santai paman. aku akan mengatakan pada mama dan papa untuk menikahkan kita segera. agar jonimu ini tak meronta-ronta"
Sonia dengan mudahnya menyentil Joni shadow yang masih berusaha keluar dari tempat persembunyiannya.
"vanke. cepatlah ganti pakaian. kau bahkan lupa kan tidak mengabari mereka sejak tiba disini. mamamu menghubungiku tadi"
"astoge. eh astaga. kau benar paman. aku harus cepat-cepat sebelum mama psikopatku itu menyeret ku untuk pulang"
Sonia memakai handuk kimononya. saat ingin melangkah melewati shadow. ia melihat shadow yang masih meringis kesakitan akibat luka disikunya.
cuuupp
dengan berani Sonia mengecup pipi shadow sekilas.
"cepat bangun. ayo makan bersamaku. setelah itu aku akan mengobati lukamu"
shadow masih tak percaya dengan apa yang dilakukan Sonia. ia masih memegang pipinya yang bersemu merah.
....
__ADS_1
setelah selesai makan bersama shadow, Sonia mengobati luka shadow dengan telaten. nafasnya berhembus mengenai kulit tangan shadow, hingga membangunkan Joni kembali.
"sudah sudah. biar aku saja" ucapnya tak tahan
"diamlah. kau begitu sensitif denganku ternyata. hanya karena nafasku si Joni sudah bangun"
"ha?"
"jangan kau pikir aku tak tahu paman"
"eh, hehehe. maafkan joniku"
"lupakan. mulai sekarang kita sepasang kekasih"
"ha? apa?"
"haha bercanda paman. jangan khawatir begitu."
"bahkan kau memutuskan kebahagiaanku saat mendengar ucapanmu"
Sonia menatap lekat mata shadow
"apa kau menyukaiku?"
"tentu. sejak awal kau hidup berdampingan dengan kami semua"
"haha ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan"
"maksudmu?"
"akupun begitu. aku menyukaimu karena dengan adanya dirimu yang selalu mengikutiku, aku merasa terlindungi"
"hahaha" keduanya tertawa bersama
mereka sepakat menjadi sepasang kekasih. shadow yang bernama Samuel itu akan memberitahukan hal ini pada Zack dan Dinda setelah mereka kembali. supaya ia dapat segera menikahi Sonia.
ia tak mau merusak kesucian Sonia sebelum waktunya tiba dengan kehalalan tentunya.
"bertahanlah sebentar lagi Joni. kau sudah menemukan tempat bermainmu" ucap shadow pada joninya yang tertidur pulas
"sedang apa?" tanya Sonia melihat kekasih barunya itu melamun di sofa ruang tamu
"beristirahat. aku harap kau tak terlalu dekat dengan dormeo, beibh. aku tak menyukainya"
"haha kau cemburu sayang? tenanglah. aku tak semudah itu untuk tunduk pada lelaki"
"baiklah. aku percaya"
__ADS_1
Samuel yang bekerja sudah lama menjadi pengawal bayangan Dinda dan Zack itu memeluk Sonia erat.
ia masih tak percaya jika saat ini ia menjadi kekasih dari anak angkat bossnya itu. meskipun usia mereka berbeda 13 tahun tak membuat mereka terlihat seperti ayah dan anak. ya, Samuel memiliki paras tampan kebulean, dengan manik mata berwarna coklat tua dan badan tegap membuatnya awet muda.