Penjual Bunga Itu Psikopat

Penjual Bunga Itu Psikopat
Hanung, I'm coming


__ADS_3

setelah membawa Sandra ke markas. Dinda membangunkannya dengan mengguyur tubuh molek Sandra dengan air yang penuh dalam ember.


"aaaa, banjir. banjir. tolong aku tenggelam". ucap Sandra


"maka matilah kau karena kau tenggelam". ucap Dinda melihat kekacauan di diri Sandra.


"kau? lepaskan aku. kenapa kau merantai ku bak anjing seperti ini". Sandra meronta mencoba melepaskan rantai besi yang terikat pada tangan dan kakinya. namun semakin ia berusaha melepaskan, maka rantai itu akan semakin kuat ikatannya.


"bahkan aku masih bermurah hati hanya menyebutmu ulat bulu, tapi kau sendiri yang mengatakan kau anjing dalam ikatan rantai itu. hahah". ledek Dinda memegang belati kesayangannya.


"kau mau apa dengan benda itu? singkirkan itu dari wajahku, bodoh." ucap Sandra melihat Dinda menelusuri setiap inci wajahnya dengan belati yang runcing itu.


"aku hanya ingin bermain sebentar. aku rasa wajahmu cukup menarik untuk aku jadikan topeng. jadi aku membutuhkan kulit wajahmu ini untuk membuatnya".


"aaa, sakit. hentikan. hentikan. aaaa". Sandra berteriak dengan suara yang menggelegar diseluruh ruangan yang gelap itu.


kini kulit wajahnya telah habis terkuliti oleh belati Dinda.


.....


Dinda yang sudah puas bermain-main dengan Sandra kini berada di markas flower team.


team yang ia dirikan itu kini memiliki anggota lengkap.


tentunya juga dengan anggota-anggota yang ahli dan berkualitas.

__ADS_1


"aku ingin membuat 1 permainan pada kalian. yang menang akan aku berikan hadiah yang fantastis tentunya". ucap Dinda pada seluruh anggota yang berbaris rapi mengelilinginya.


"izin bertanya nona. permainan seperti apa yang akan nona berikan?"


ucap seorang anggota.


"pertanyaan bagus. bawa Hanung padaku hidup-hidup. jika kalian tak bisa membawa tubuhnya lengkap. aku izinkan kalian untuk membawa potongan-potongan bagian dari tubuhnya dengan syarat dia harus tetap hidup saat sampai padaku nantinya". jawab dinda


"baik, nona". seluruh anggota serempak menjawabnya.


"Hanung, I'm coming. kau akan menjadi awal untuk balas dendam yang sesungguhnya dari ku". monolog Dinda dalam hatinya.


......


semua anggota berusaha untuk membawa Hanung kehadapan Dinda.


mafia itu di ketuai oleh musuh bisnis dari Zack yakni anugrah.


anggota yang mengikuti permainan itu membagi diri menjadi 4 team. Team yang akan memulai memiliki kesempatan 3 kali untuk membawa Hanung.


begitu juga dengan team lainnya.


team pertama dalam percobaan itu sengaja memberi sedikit peringatan, yakni dengan memotong salah satu jari Hanung ketika ia berada dalam perjalanan ke sebuah supermarket.


begitu juga dengan team lainnya yang menyerahkan pada Dinda potongan demi potongan tubuh Hanung.

__ADS_1


dormeo dan bloodly Tiger yang melihat setiap Hanung keluar dari markas pasti ada saja bagian tubuh yang hilang.


"apa kalian memiliki musuh diluar sana? mengapa ini terjadi? aku rasa ada yang ingin bermain-main dengan kalian".


Hanung dan dormeo saling melihat. lalu dormeo menjawab pertanyaan anugrah.


"ada ketua. kami ada masalah diluar. makannya kami masuk kesini meminta perlindunganmu".


"siapa dia? ada Masalah apa?" tanyanya lagi.


"dragon blood". jawab singkat Hanung


"apa!!!! kenapa bisa kalian berurusan dengan mereka? kalian tau seberapa berkuasanya mereka didunia bawah? kalian sengaja masuk kesini untuk menjadikan kelompokku umpan empuk untuk mereka?" anugrah emosi mendengar anggota barunya itu berselisih dengan kelompok mafia besar itu.


"aku tak mau mengorbankan anggotaku hanya untuk kalian yang baru saja masuk kesini. pergi!!!!" usir anugrah


keduanya tak berani membantah, mereka pergi begitu saja dengan kondisi Hanung yang tak memiliki tangan dan sebelah kakinya.


disaat mereka berjalan menyusuri panjangnya jalanan yang sepi, beberapa mobil berhenti menghadang mereka.


beberapa orang dengan pakaian berlogo bunga turun. beberapa orang itu mendorong dormeo menjauh dari Hanung.


seorang wanita ikut turun kearah mereka. "hallo, I'm coming beibh. hai dormeo, nantikan kekuatanku untukmu dikemudian hari. saat ini aku cuma menginginkan sahabatmu ini. hahaa". ucap Dinda terbahak-bahak.


mereka menyeret Hanung masuk kedalam mobil dan meninggalkan dormeo yang masih ketakutan.

__ADS_1


.


__ADS_2