
Dinda dan Zack kini berada diperusahaan milik tuan besar brahmana, mereka diminta tuan brahmana untuk mengawasi pelaksanaan peracikan obat yang diketuai oleh profesor.
bukan tanpa alasan belia meminta anaknya untuk datang, profesor mengatakan dalam 3 bulan terakhir stok obat yang telah selesai ia racik tiba-tiba saja banyak yang menghilang dan berkurang. bahkan jumlah dana yang didapat tak sebanding dengan yang dikeluarkan untuk bahan peracikan.
"sayang, aku ke laboratorium dulu ya. aku mau cek sebentar". ucap Dinda mengecup pipi Zack.
"cptlah kembali. aku rasa aku lapar melihatmu berpakaian seperti itu". jawab Zack memperhatikan Dinda seksama.
"baiklah. sebentar ya". Dinda mengedipkan sebelah matanya pada Zack dan berlalu.
.....
"bagaimana proses peracikannya prof? apa kau membutuhkan bantuan ku?" tanya dinda.
"ah Dinda. iya aku sedikit kesulitan dalam meracik obat untuk ibu hamil ini. dalam perkiraan ku, aku menginginkan obat penguat bagi rahim yang lemah terlebih pada ibu-ibu muda. rentannya keguguran bagi anak-anak muda yang mengandung membuatku memiliki rencana untuk meracik obat untuk mereka". ujar profesor
"oke. aku akan mensterilkan alat dulu".
3 jam lamanya Dinda membantu profesor hingga akhirnya mereka selesai meracik obat itu. profesor sangat bangga pada mahasiswinya ini.
"prof, ayo makan siang bersamaku dan Zack. aku akan mentraktirmu karena kerja kerasmu membuahkan hasil yang maksimal." ajak Dinda pada profesor
"terimakasih nona muda. kau memang baik sekali".
"jangan puji aku begitu prof. bahkan kau tau kan aku hidup berdampingan dengan keluarga yang seperti apa. dan ya, satu lagi. jangan panggil aku nona muda. kau bukan anak buahmu. kau profesor yang tetap harus ku hormati". ucap Dinda.
......
__ADS_1
Dinda telah mengirim pesan pada Zack agar segera ke cafe tak jauh dari perusahaan. dia dan profesor akan segera menuju kesana.
"oke, hati-hati sayang. kau membawa orang tua. jadi perhatikan kecepatan berkendara mu". balas Zack pada pesan Dinda.
.....
Zack yang sedang asik pada ponselnya tak menyadari ada wanita dengan pakaian ketat tengah duduk dihadapannya.
"hai, tampan. boleh aku duduk disini kan". ucap wanita itu yang bernama Sandra. ia bekerja sebagai SPG salah satu produk di dekat cafe itu.
"sebelum kau bertanya pun kau sudah duduk disitu". ucap Zack dingin dan masih menatap ponselnya.
Sandra pindah posisi duduk menjadi disamping Zack. dengan tanpa permisi ia menyenderkan kepalanya pada bahu Zack. Zack membiarkan hal itu karena sedang dalam keadaan yang kurang sehat. biarlah Dinda yang mengurusnya pikirnya.
tak lama kemudian Dinda dan profesor datang. mereka melihat Zack dengan wanita yang tak di kenal.
"Dinda, apa kau baik-baik saja?" profesor takut Dinda akan marah.
"tuan muda Zack. maaf lama menunggu". sapa profesor yang sedikit ngeri melihat Dinda menatap wanita itu dengan tajam
"tidak apa-apa prof. silahkan pesan makanannya." jawab Zack
"siapa mereka sayang? apa mereka rekan bisnismu?" tanya Sandra yang masih mmeluk lengan Zack.
"kenalkan nona. saya Dinda dan ini profesor saya di kampus". ucap Dinda yang sedang ingin bermain-main.
"oh masih anak kuliah rupanya. saya Sandra, istri lelaki tampan disamping saya ini. silahkan berkenalan tapi tak perlu menjabat tangannya ya dek". ucap Sandra dengan percaya dirinya.
__ADS_1
"ah, ya. sepertinya kami tidak perlu berkenalan lagi nona. karena kami cukup mengenal satu sama lain". ucap Dinda
..
mereka makan dalam keheningan, Sandra masih saja menggoda Zack sesekali dengan memintanya menyuapi.
Zack yang tahu akan sifat Dinda membiarkan saja apa yang diinginkan Sandra. ia tahu ini adalah mainan baru untuknya.
"nona, apa kau tak lelah menjadi manusia yang seperti ulat bulu begitu?". tanya Dinda masih dengan nada lembutnya.
"maksudmu?" tanya Sandra bingung
Dinda mengeluarkan korek api yang didalamnya telah terdesign belati kecil nan runcing.
"apa kau tak tau bahwa kau sangat gatal seperti ulat bulu itu nona. bahkan mungkin kau tak menyadari malaikat maut telah hadir di hadapanmu". jawab dinda dengan memainkan belatinya.
"sayang, lihat dia. dia menyakitimu. ayo kita pergi". ucap Sandra pada Zack dengan nada gemetar.
"siapa yang akan mengizinkan suamiku pergi bersama manusia setengah ulat bulu sepertimu?" Dinda menaikkan nada bicaranya.
"dia suamiku. jangan mengaku-ngaku kau wanita gila". ucap Sandra emosi
"hahaha. bahkan kau tak tau kan jika lelaki di sebelahmu itu ketua mafia dragon blood yang memiliki istri penjual bunga psikopat juga pendiri flower team. mainmu kurang jauh nona.". ucapan Dinda berhasil membuat Sandra melepaskan pelukannya pada Zack
"kenapa melpaskan pelukanmu? apa kau takut? kau hanya tinggal memilih kau ingin mafia atau psikopat yang akan menjadi malaikat mautmu". ucap Zack menyeringai.
Sandra yang hendak lari dicekal oleh profesor. profesor menancapkan jarum kecil kerangan Sandra hingga ia tak sadarkan diri.
__ADS_1
"apa itu prof? kau mengambil alih tugasku". ucap Dinda kesal
"itu hanya bius biasa Dinda. 3 jam waktunya untuk tidur tenang sebelum tidur panjangnya berjalan. hahahah". profesor yang beberapa bulan ini bekerjasama dengan mafia ini pun ikut menjadi sedikit gila seperti bosnya.