Penjual Bunga Itu Psikopat

Penjual Bunga Itu Psikopat
Zack mulai gila


__ADS_3

Zack, Dinda, dan Sonia Minggu pagi ini bangun cepat sesuai permintaan Zack yang ntah mengapa tiba-tiba ia ingin jogging sampai ke taman kota yang jaraknya lumayan jauh dari apartemen.


Sonia yang masih bergelut dengan mimpinya mendengar suara ketukan pintu yang sangat keras dari luar kamarnya.


"duh siapa sih? aku capek banget ni habis latihan kemarin. badanku pegal semua" monolog Sonia dalam hatinya


"yaaa, sebentar!" teriak Sonia


"cepat buka atau papa dobrak" ucap Zack


ceklekkk


"hehe pagi pa, ma"


"pagi, pagi. kamu lihat ini sudah siang. bangun. ayo jogging. kamu harus latihan lari"


"what? pa, are you kidding me? bahkan ini masih pukul setengah 4 pagi pa"


"gak ada bantahan. ganti pakaian kucingmu itu menggunakan training"


"astaga, ma. tolong lah ma" Sonia merayu Dinda yang tampak diam memeluk daun pintu seraya menutup matanya ngantuk


"mama gak bisa bantu sayang. kamu lihat kan bahkan mama saat ini masih sangat mengantuk"


"aisss papa"


...


Dinda, Sonia, dan Zack keluar dari apartemen. terlihat langit masih gelap gulita. bahkan jalanan hanya terang karena sorotan lampu jalanan yang sebenarnya begitu meremang


"bahkan lampu jalanan pun meredup, pa. itu tandanya lampu itu pun masih ngantuk" ucap Sonia kesal.


"dan kau lihat, suamiku. it-ituuu...."


GUGGG GUUUG GUUGGGG


"Aaaaaaaaa. anjiiiiing. lariiiiiiiii....." ucap Dinda menyeret tangan sonia agar berlari


"aaaaaaa. mamaaaaa ayo cepat" ucap Sonia panik


sedangkan Zack yang masih tak menyadari karena ia menggunakan earphone pun menoleh ke belakang


"BANGSATTTTT. ANJIIIINGGGG"


hosss hooosss hooosss


bbrruuukkk


"aww, bokongku. anjing sialan. ketemu lagi awas aja. aku patahkan lehernya" kala Zack terjatuh terjegal oleh kakinya sendiri saat berlari menghindari anjing yang mengejar mereka


"Halah, sok mau marahin leher anjing. padahal denger suar gonggongannya saja lari terbirit-birit sampai tersandung kaki sendiri. hahahaha" ucap Dinda meledek Zack yang masih mengatur nafasnya


"iya kan ma. jogging model apa kita ini. hahaha"


"diam! atau aku patahkan leher kalian!" ucap Zack melotot


"duh, kurang jatah kali si papa itu ya, ma. sensitif banget bawaannya. lari yuk ma." ucap Sonia menarik tangan Dinda


"kabuuuuuuuuurrrrr, ada mafia gilaaaa. eh anjing gilaaaa" ucap Sonia


"gak anak gak mamanya semua gila"


ucap Zack seraya berdiri dan melangkahkan kakinya mengejar istri dan anaknya yang sudah berada jauh didepannya.


....


ketiga manusia yang sedang kelelahan akibat berlari kencang tanpa pemanasan itu berhenti disudut taman yang sepi.


"duh, haus" ucap Dinda memegang lehernya


"iya ni ma. kita tadi kenapa gak bawa minum sih?" ucap Sonia menimpali


"heh, kalian. sini" ucap Zack memanggil keduanya.


keduanya mendekati Zack tanpa curiga,


"berdiri di belakangku" ucap zack

__ADS_1


"ada apa?" tanya Dinda bingung


"kalian haus kan?"


"iya, yok pa pulang. mau minum terus lanjut tidur" jawab Sonia


"enak saja mau pulang. kau Dinda, pijat bahuku. hmm kau Sonia pijat pula kakiku."


"apa!!!" keduanya serentak berteriak


"cepatlah. nanti aku belikan kalian minuman yang dingin sedingin pagi hari ini"


"kurasa kau sudah mulai gila, Zack" ucap Dinda dengan tangannya memijat lembut bahu Zack


.....


setengah jam berlalu, Dinda dan Sonia akhirnya selesai memijat Zack.


"ayo pulang" ucap Zack berdiri meninggalkan mereka


"kau menipu kami? kau bilang akan membelikan kami minuman dingin" ucap Dinda sebal


"kau pikir aku bawa uang, dompet atau black card ku? tidak. apa aku harus merampok?"


"papa gilaaaaaaaa" ucap Sonia sambil berlari lebih dulu


"dasar, anak psikopat. lari bisa secepat itu. manusia apa angin sih tu anak" gerutu Zack


"woy, dia anak psikopat karena mamaknya psikopat jika kau lupa. selain gila kau ternyata pikun dini juga sayang. lariiiiiiiii" ucap Dinda berlari menyusul Sonia dengan cepat setelah mengatai Zack


....


jam menunjukkan pukul 8 pagi, Zack, Dinda, dan Sonia sedang berada di ruang makan.


"hmmm sayang" ucap Zack


"apa?" jawab Dinda masih kesal dengan Zack pagi tadi


"ya ampun. menakutkan sekali jawabanmu"


"jangan bertele-tele, ada apa?"


"bukan anjing itu yang gila. tapi kau yang gila" jawab Dinda


"ckk, aku serius"


"kau penakut Zack. untuk apa juga kau pelihara anjing liar itu"


"penakut katamu? sejak kapan ketua mafia dragon blood jadi penakut?"


"alah, tadi buktinya kau berlari saat anjing itu menggonggong"


"aku refleks itu"


"tangkap lah. pelihara jika kau ingin. kau kan sama gilanya dengan anjing itu"


"tapi ma, boleh juga ide papa. kita bisa melatih anjing itu untuk membantu kita jika ada penyerangan" ucap Sonia sambil mengunyah makanannya.


"bener juga katamu, sayang" ucap Dinda


"iya kan ma"


"oke, kau boleh memeliharanya. cari juga teman-temannya untuk dilatih juga" ucap dinda mengizinkan Zack


ntah kenapa Zack yang bahagia atas izin Dinda itu berlompat-lompat girang seperti anak kecil yang diberi mainan oleh ibunya.


"ma, cepat habiskan makananmu. aku rasa papa tadi kena gigitan anjing itu jadi seperti tidak waras begini" ucap Sonia


"apa katamu!" teriak Zack


"aduh, jangan teriak-teriak lah. lagian kau juga kenapa sih pakai lompat girang begitu. aneh" ucap Dinda


"aku hanya senang"


"ma, ayo ke kamarku. aku ingin minta di kucir oleh mama supaya rambutku rapi".


.........

__ADS_1


setelah makan, Zack pergi melajukan mobilnya menuju markas.


sesampainya disana, ia memerintahkan anggotanya yang berjumlah 20 orang untuk mencari anjing liar guna untuk di latih menjadi anjing gila yang sesungguhnya.


"kalian aku tugaskan untuk mencari 50 ekor anjing liar dalam waktu 2 jam. jika tidak berhasil, aku akan penggal kepala kalian"


"ha? tuan gila ini namanya"


"ada apa lagi ini Tuhan"


"aneh-aneh saja si bos"


"udah putus saraf otaknya kayaknya bos ni"


begitulah cemoohan dari para anggotanya


"jangan menghinaku. cari saja atau kalian sebagai gantinya. aku akan merantai kalian, kalian harus berjalan seperti anjing, juga menggonggong bukan berbicara layaknya manusia"


"ampun, tuan. baik saya dan team akan segera mencari anjing gilanya. eh anjing liarnya". ucap ketua team yang diutus Zack.


"ingat. aku hanya memberi waktu 2 jam"


"laksanakan, tuan"


.....


anggota yang diutus Zack berhenti di pinggiran kota karena bingung hendak mencari anjing liar dimana.


"bagaimana ini bos? kemana kita akan pergi?"


"ntahlah. aku pun tak tahu. kita berpencar saja setiap team berjumlah 5 orang anggota"


"menyusahkan sekali tuanmu itu bos akhir-akhir ini"


"aku pun merasa dia semakin hari semakin gila dengan tingkahnya yang tak layak disebut mafia"


"mungkin efek ngidam dari nona muda"


"ah, tapi gak begini juga bos. dia yang enak melakukannya, nona yang hamil, dia yang ngidam, kita yang susah"


"sudahlah terima saja. daripada kita yang jadi gantinya."


.....


dua jam berlalu, kini seluruh anggota yang diutus mencari anjing liar itu Kembali ke markas.


beberapa diantara 50 anjing itu sebenarnya bukan anjing liar, tapi anjing peliharaan orang-orang yang ada di kampung-kampung lalu mereka beli. daripada kurang, mereka tidak mau menanggung resiko menjadi anjing jadi-jadian.


"apakah sesuai jumlah yang ku inginkan?"


tanya Zack mengelus salah satu anjing itu.


"sudah, tuan. 50 ekor anjing liar dewasa.bahkan kami menemukan 3 ekor anak anjing ditengah hutan sebelah barat sana. ini tuan"


anggota itu menyerahkan anak anjing yang memang ia temukan di hutan. mungkin sengaja dibuang pemiliknya atau tersesat sampai ke hutan.


"aaaa, lucu sekali. gemesss. kau aku beri nama Chiko, Sanjay, dan hatca"


"memang udah gila kurasa kok tuan ini"


"longor kali punya tuan kayak gini ah"


"lama-lama bubar kelompok mafia ini kalau tuannya kayak gini"


ucapan-ucapan anggota yang berbaris rapi mengelilingi Zack dan 3 anak anjing itu dalam hati.


" jangan mengumpat. aku masih waras. bahkan aku masih bisa memecahkan kepala kalian dengan tanganku sendiri"


"mana berani kami mengumpat tuan" jawab anggota lainnya.


"sudahlah. bawa anjing-anjing itu ke kandang yang sudah disediakan rekan kalian tadi. 3 nak anjing ini berikan kandang sendiri. aku ingin membawanya pulang"


"baik, tuan"


GUUUG GUUGGGG GUUGGGG


auuukkkk GUUUG auuukkkk

__ADS_1


suara dan lolongan anjing menyeruak ke dalam markas yang hening.


__ADS_2