Penyesalan Tuan Muda

Penyesalan Tuan Muda
pencarian Sheilla


__ADS_3

Bab 1 pencarian Sheilla


Amerika...


Lelaki tampan yang berusia matang sedang duduk melamun di kursi kebesarannya.


Zhein memegang selembar foto hasil USG ke 3 anak kembaranya. Air matanya turun tanpa dapat di halangi oleh Zhein.


"Di mana kamu sekarang Shella. Apakah anak-anak kita hidup dengan layak?" ~monolog Zhein sambil mengusap air matanya.


Zhein Alexander Wijaya. lelaki tampan yang berusia 34 Tahun. Zhein anak tunggal keluarga Wijaya. Zhein memiliki kulit putih, hidung mancung, badan atetis. Zhein banyak dikelilingi wanita-wanita cantik dari kalangan model, aktor dan dokter.


Zhein juga lelaki dingin yang tidak tersentu, namun itu berlaku untuk diluar rumah. sedangkan dalam keluarganya Zhein terkenal dengan kehangatannya


Tok... Tok... Tok, ceklek


Masuklah seorang lelaki tampan yang biasa di sapa Rehan, Rehan seorang sekretaris yang seumuran dengan Zhein, Rehan di besarkan oleh keluarga Wijaya setelah kedua org tuanya meninggal pasca kecelakaan.


"Tuan, 10 menit lagi rapat dengan perusahaan Adijaya corp akan di mulai" ~ucap Rehan dengan sedikit membungkuk.


"Baiklah, persiapkan ruang rapat sekarang juga" ~~ucap Zhein.


Zhein berdiri dari kursi kebesarannya, memperbaiki setelah jas mahalnya lalu berjalan melewati Rehan.


London...


Seorang wanita sedang berperang dengan alat masak yang ada di dapurnya, pakayan santai di tamba dengan celemek dora emon yang di pakainya menamba kesan imut, tak lupa juga rambut yang di cepol asal.


Sheilla Putri Anastasia


Seorang ibu muda yang tinggal di rumah sederhana bersama ke 3 anaknya dan bibi Tia.


2 tahun yang lalu, Sheilla melahirkan anak kembar yang di beri nama : Zidan, Ziko, dan Zara, tripel Z.


Sheilla yang sedang asik memasak di kagetkan dengan suara tangis sang putri, ya sicantik Zara.


"Sebentar sayang" ~Sheilla buru-buru mencuci tangan dan bergegas menuju kamar tripel Z.


Cek lek...


"Anak bunda sudah bangun ya?, pantas nangis ternyata anak bunda pup ya?. Jangan nangis ya sayang, nanti kakaknya juga bangun~Sheilla.


Sesekali sheilla tersenyum sambil mengganti popok sang anak.


" sekarang tidur lagi ya sayang"~ ucap Sheilla sambil menimang-nimang sang anak

__ADS_1


Setelah Zoya tertidur, Sheilla kembali ke dapur untuk melanjutkan acara masak-memasaknya.


Bibi Tia yang sudah ada di dapur tersenyum melihat Sheilla.


"Pagi bibi Tia" ~sapa Sheilla dengan senyum Khasnya..


"Pagi juga nak, ketiga anakmu masi tidur? ~tanya bibi Tia sambil mengupas bawang.


"tadi Zara terbangun karena pup, tapi sekarang tidur lagi setelah pokoknya di ganti" ~Zara menjawab sambil mencuci piring


"Bibi, hari ini lauknya apa saja?, tadi Sheilla sudah menggoreng ikan dan membuat sambel kacang." ~Sheilla.


"Bibi akan membuat tumis kangkung untuk pelengkap sarapan pagi ini" ~Bibi Tia


Kembali ke Amerika...


Zein yang selesai dengan Meetingnya kembali ke ruang kerjanya, di belakangnya di ada Rehan yang selalu mengikutinya.


Huuufff, Zhein menghembuskan nafas beratnya. Pikirannya sangat kalut, memikirkan perusahaan dan ketiga anak kembarnya entah ada di mana.


"Rehan, apa sudah ada kabar tentang Sheilla dan ketiga anakku?" ~Zhein


"Belum tuan, sepertinya ada seseorang di belakang nona Sheilla"~jawab Rehan dengan nada berat


"Maksudmu apa Rehan?, seseorang siapa?" ~tanya Zhein dengan dahi mengkerut.


Zhein juga sudah mengunjungi Hana, dan menanyakan keberadaan Sheilla, namun Hana sendiri tidak mengetahuinya.


"Jika nona Sheilla tidak ada yang melindunginya, pasti ada sedikit informasi yang kita temukan tuan. Tapi ini, sudah 2 tahun kepergian non Sheilla, dan kita tidak menemukan informasi apa-apa" ~Rehan.


Zhein hanya memangut-mangut mendengar penjelasan Rehan. Rehan ada benarnya juga, Orang-orangnya sudah tersebar di mana-mana untuk mencari keberadaan Sheilla, namun hasilnya nihil.


Bahkan Zhein juga sudah menyewa hecker terkenal dan handal untuk melacak keberadaan Shella, namun nihil sampai saat ini belum ada informasi apa-apa tentang Sheilla


"Kerahkan anak buamu sebanyak mungkin Rehan, temukan Sheilla dengan cepat. kasihan anak-anakku di luar sana, mereka makan dengan layak atau tidak~perinta Zhein dengan suara melemah di akhir ucapannya


"baik tuan"~jawab Rehan, lalu Rehan meninggalkan ruangan Zhein.


Rehan begitu sedih mendengar suara lirih Tuannya


Rehan berlalu meninggalkan Zhein dengan pikirannya sendiri.


" dengan cara apa lagi agar aku menyukaimu Shella?, dimana kamu bersembunyi sebenarnya?" ~monolog Zhein "sepertinya aku harus turun tangan sendiri untuk mencari istri dan anak-anakku"


kembali ke London

__ADS_1


Sheilla yang sudah selesai dengan acara masaknya bergegas menaiki tangga menuju kamar anak-anaknya.


cek lek


sheilla membuka dan menutup pintu dengan perlahan.


Zara yang sudah terbangun menoleh pada sumber suara.


"anak bunda udah bangun ya" ~Sheilla berjalan menghampiri box baby milik Zara.


perlahan Sheilla mengangkat Zara untuk memandikannya.


skip...


setelah ketiga anaknya sudah mandi, sheilla menitipkan Tripel Z pada bibi Tia, karena Sheilla akan berangkat bekerja.


"sayang, bunda berangkat kerja dulu ya! umuach, umuach, umuach. Sheilla mencium pipi ketiga anaknya.


" bibi, Sheilla berangkat kerja dulu ya bibi. maaf merepotkan bibi lagi"~ucap Sheilla dengan mata berkaca-kaca


"sudahlah nak, bibi tidak keberatan kok. bibi senang kok menjaga cucu-cucu nenek yang tampan dan cantik" ~bibi Tia mengelus dengan sayang kepala Sheilla.


saat Sheilla sudah menghilang di balik pintu, bibi Tia meneteskan air matanya. bibi Tia adalah saksi perjuangan Sheilla dari meninggalkan rumah mewah kediaman Wijaya hingga saat ini bekerja untuk menghidupi ke tiga anak kembarnya.


"semoga kelak ada kebahagiaan untukmu nak"~batin bibi Tia sambil menyeka airma tanya.


kembali ke Amerika (Mansion Keluarga Wijaya)


" pah, sampaikan kita menyembunyikan Shella dan anak-anaknya dari Zhein. mama juga rindu pada cucu kita pah" ~ucap nyonya sena dengan mata berkaca-kaca memandangi foto cucu-cucunya yang sedang bermain.


"sampai Zhein menemukan mereka dan terbongkarnya rahasia Rosa. anak itu benar-benar bodoh. membuang berlian demi batu kali" ~tuan Wijaya


tanpa sepengetahuan Sheilla, ternyata keberadaanya diawasi oleh mertuanya sendiri.


bahkan bibi Tia adalah orang kepercayaan keluarga Wijaya untuk mengawasi Sheilla.


"tapi pah, Zhein sudah seperti orang gila mencari keberadaan Sheilla dan cucu-cucu kita" ~Nyonya Sena


"papa, belum melihat penyesalan Zhein sepenuhnya mah"~Tuan Wijaya.


" tidak melihat bagaimana pah, papa nggak lihat badan Zhein yang semakin hari semakin kurus, bahkan Zhein sudah tidak merawat penampilannya" ~nyonya Sena


"sudahlah mah"~ Tuan Wijaya bangkit mengambil kunci mobil untuk pergi menemui anak semata wayangnya.


" papa benar-benar ya. mama kan belum selesai ngomong. main pergi aja. mending aku Shopping daripada di rumah sendirian nggak ngapa-ngapain.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2