Penyesalan Tuan Muda

Penyesalan Tuan Muda
bab 11


__ADS_3

saat ini zhein sedang duduk di mobil dengan rehan yang sedang fokus menyetir.


zhein membulatkan matanya saat melihat wanita yang mirip dengan Rosa


"tidak mungkin, Rosa sedang berada di Paris" zhein menggelengkan kepalanya, menghilangkan pikirannya tentang sheilla.


***


di monsion keluarga Wijaya


sheilla terbangun saat menunjukkan pukul 17.30.


sheilla melangkahkan kakinya menuruni anak tangga


"pah"~panggil nyonya dewi


saat ini kedua paru baya itu sedang bersantai di ruang televisi.


" iya mah"


"menurut papa, she-


" mah, pah" ~panggil sheilla dari arah samping.


"sheilla, ayo duduk sini sama mama"~nyonya dewi berdiri dari duduknya lalu menuntun sheilla duduk di sampingnya, jadilah nyonya dewi dan sheilla berhadapan dengan tuan Wijaya.


"mah, sheilla mau ngomong sesuatu"~ sheilla keramas ujung dresnya karena gugup


sheilla takut mertuannya tidak menerima anak-anaknya dalam kandungannya.

__ADS_1


" mau ngomong apa sayang? "~tanya nyonya dewi dengan lembut.


sheilla masi setia dengan diamnya


tuan Wijaya berpindah, duduk di samping sheilla, tuan Wijaya menggenggam tangan Sheilla.


" nak, anggap kami ini orang tuamu juga. jangan sungkan meminta apa pun"~tuan Wijaya berbicara dengan lembut.


"mah, pah. sheilla hamil" ~nada suara sheilla mengecil


nyonya dewi spontan melepaskan genggaman tangannya dari sheilla. sheilla yang melihat ekspresi ibu mertuanha mendadak takut, takut ibu mertuanha menentang kehamilannya.


sheilla menoleh pada tuan Wijaya, sedetik kemudian sheilla kembali sesegukkan


hiks.. hiks...hiks....


sheilla mulai berpikir yang tidak-tidak tentang kedua mertunya, pasalnya kedua paru baya itu hanya terdiam tanpa mengeluarkan sekatapun.


"trimakasih na, trimakasi. mama sangat bahagia nak, hiks,,, hiks,,, hiks,,, tolong jaga dirimu dan cucu mama"~nyonya dewi mwnyeka air mata sheilla lalu kembali memeluknya


" sheilla, jika cucu papa menginginkan apa-apa mintalah pada zhein atau papa ya"


sheilla hanya mengaukkan kepalanya


zhein yang baru memasuki pintu monsion kaget dengan pernyataan sheilla.


"****. mengapa dia sampai hamil. bahaya kalau Rosa mengetahuinya"~umpat zhein dalam hati


" pah, mah, sheilla hamil bukan hanya satu baby tapi ada tiga baby di dalam sini"~sheilla mengambil tangan mertuannya dan menempelkannya pada perut ratanya.

__ADS_1


nyonya dewi makin memeluk erat sheilla.


"pokoknya kamu harus sehat-sehat, jangan kecapean, jangan kerjakan apa-apa lagi. mama akan mengirim pelayan untuk mengurus semua pekerjaan di apartemen zhein atau kamu dan zhein bisa pindah ke sini dulu samapai tripel lahir. iyakan pah? ~nyonya dewi begitu antusias mendengar kabar kehamilan sheilla.


tuan Wijaya haya mengaukkan kepalanya


zhein yang mendengar kabar bahwa sheilla mengandung anaknya ke 3 anaknya sontak tersenyum.


" ternyata bibitku unggul juga ya"~zhein berbicara dalam hati.


ada sedikit kebahagian zhein saat mendengar sheilla hamil kembar 3, namun zhein kembali tersadar.


"Rosa bahkan bisa memberiku lebih dari 3 baby"~ monolig zhein


" mah, pah"~sapa zhein.


zhein mendudukan dirinya di hadapan sheilla


"ada apa kok mama sama papa kelihatan bahagia"~zhein bertanya seolah dia tidak tahu apa-apa


" zhein apa kamu tau, sheilla hamil. bahkan sheilla hamil kembar tiga zhein"~ucap nyonya dewi girang


zhein hanya menganggukkan kepalanya, sheilla yang melihat reaksi zhein mendadak mellow.


"mah, pah, sheilla kembali ke kamar dulu ya"~tanpa melihat keberadaan zhein sheilla berlalu meninggalkan mereka bertiga.


nyonya dewi langsung memerintahkan para pelayanan untuk menyajikan makanan bergizi untuk menantu dan calon cucu-cucu nya.


" pah, zhein mau ke kamar dulu menyusul sheilla" ~pamit zhein.

__ADS_1


zhein lalu berdiri dan beranjak menuju kamarnya yang berada dalam monsion tersebut.


bersambung...


__ADS_2