
waktu terus berlalu, tak terasa usia kandungan sheilla memasuki 2 bulan. sheilla sering di siksa dengan keinginan ke tiga anaknya untuk selalu dekat dengan ayahnya.
seperti saat ini, sheilla ingin sekali memakaikan dasi pada zhein, namun sheilla tidak seberani itu untuk memintanya. sheilla hanya mengelus perutnya.
zhein yang menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa, pakayan kantor yang rapi namun belum memakai dasi, tetapi tidak mengurangi kadar ketampanan zhein.
sheilla yang melihat zhein tersenyum bahagia, sheilla berdiri dari duduknya untuk menggiring zhein.
"tuan, biar aku yang memakaikan dasimu" ~sheilla mencoba berbicara dengan hati-hati
zhein hanya memandang sinis pada sheilla.
"hari ini Rosa akan pulang, bulan depan kami akan melangsungkan pernikahan kami" ~ zhein lalu pergi meninggalkan sheilla.
sheilla tidak kaget mendengar perkataan zhein, sheillaemang berniat akan pergi dari kehidupan zhein.
langka kaki zhein terhenti saat mendengar perkataan sheilla.
"tuan, untuk pertama dan terakhir. tolong izinkan aku memakaikan dasimu dan mencium tanganmu"~ pintar sheilla mengiba di belakang zhein.
DEG
zhein tersentak mendengar permintaan sheilla. zhein seperti kehilangan sesuatu tapi apa? zhein sendiri tidak mengerti.
zhein berbalik badan untuk melihat sheilla.
DEG
__ADS_1
Lagi-lagi zhein tersentak kaget saat melihat senyum sheilla, senyum yang hampir tidak perna zhein lihat dari sheilla.
sheilla maju perlahan ke arah zhein, mengambil dasi yang berada di bahu zhein. dengan cetakkan sheilla memakaikan dasi pada zhein.
sheilla tersenyum lalu meraih tangan zhein lalu mencium punggung tangan zhein dengan dalam dan lama. bahkan air mata sheilla menetes mengenai punggung tangan zhein.
zhein seperti patung yang berdiri di depan pintu " apakah dia akan benar-benar pergi"~ batin zhein.
sheilla melepaskan tangan zhein lalu menjauh beberapa langkah dari hadapan zhein.
"tuan, hari ini kami akan pergi meninggalkan tuan. aku berjanji bahwa dunia tidak akan perna tahu bahwa kita perna menikah dan mempunyai anak. jika suatu saat nanti kita tidak sengaja bertemu maka aku tidak akan menegur tuan, karena kita akan bertingkah seperti orang yang tidak saling mengenal. oh ya, anak-anakku juga tidak akan pernah tahu bahwa tuan adalah ayah mereka. sheilla pastikan itu" ~ucap sheilla dengan lembut.
deg
lagi lagi zhein tersentak kaget, bahkan zhein tanpa sadar maju dan memeluk tubuh sheilla.
baru beberapa menit zhein memeluk sheilla, zheil kembali tersadar lalu melepaskan pelukannya. sepertinya ego zhein kembali muncul.
sheilla terduduk di lantai, tangis sesenggukan lolos dari bibir mungilnya. sheilla sangat rapuh, sheilla begitu hancur.
***
zhein yang berada di mobil memukul stir mobilnya dengan kuat, entah mengapa zhein begitu marah mendengar perkataan sheilla.
rasanya zhein ingin menelan orang hidup-hidup saat ini juga.
kring... kring... kring....
__ADS_1
"halo, iya sayang aku di jalan menuju bandara"
.....
" baiklah honey" ~lalu zhein mematikan sambungan telponnya lalu melajukan mobilnya menuju bandara.
****
sheilla yang berada di apartemen sedang menyiapkan barang-barangnya. sheilla mengisi semua pakaiannya kedalam koper.
tak lupa sheilla menuliskan surat lalu meletakkan pada meja yang berada dalam kamarnya, sheilla juga meletakkan selembar foto hasil USG nya.
sheilla menoleh ke belakang untuk melihat apartemen ini yang terakhir. sheilla tersenyum lalu menyeka air matanya.
"selamat tinggal tuan, semoga engkau bahagia dengan nyonya Rosa. kalian memang pasangan romantis"
sheilla menyeret kopernya meninggalkan apartemen tersebut.
di sebrang jalan ada seseorang yang berpakaian serba hitam sedang memandang kearah sheilla. orang tersebut memfoto sheilla lalu mengirimkannya pada bosnya yang berada di sebrang sana.
kring.. kring.. kring
"halo bos"~jawab orang tersebut.
.....
" baiklah, saya akan mengawasinya terus bos"
__ADS_1
lalu berakhirlah panggilan itu.
Bersambung....