
Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan.
kehidupan rumah tangga sheilla dan Zhein tidak ada yang berubah. yang ada Zhein semakin kasar dan semena-mena pada sheilla. namun sheilla bersyukur Zhein tidak lagi memaksanya melakukan hubungan r*n*a*g.
sheilla juga sudah tidak bekerja di perusahaan lagi karena mertuanya melarangnya.
kekasi Zhein yaitu Rosa juga berbuat semena-mena pada Sheilla, namun Zhein hanya melihat saja tanpa berniat menegur Rosa.
seperti siang ini, Rosa sengaja berkunjung keapartemen Zhein untuk menggangu Sheilla.
"ups j*l*n* k*m*u*g yang bermimpi jadi nyonya keluarga Wijaya"~rosa berucap saat melihat Sheilla yang baru selesai menjemur pakaian.
Sheilla pergi tanpa menghiraukan Rosa.
Rosa yang merasa di abaikan, mengambil langka seribu untuk mengerjai Sheilla. Rosa tiba-tiba mendorong Sheilla hingga Sheilla terjatuh.
" awh, sebenarnya apa maumu Rosa? kau memasuki kediaman orang tanpa izin llu berbuat onar"~ucap Sheilla
"hei j*l*n*. ingat status kamu ya. Zhein hanya mencintaiku"~ucap Rosa dengan seringan mengejek.
Rosa pergi meninggalkan Sheilla menuju perusahaan zhein.
***
zhein yang masi sibuk dengan dokumen di depannya, mengalihkan pandangannya saat mendengar pintu terbuka.
zhein tersenyum saat melihat Rosa memasuku ruangannya.
__ADS_1
" sayang" panggil Zheil
Rosa berjalan menuju kursi kebesaran zhein, Rosa m*l*m*t b*b*r zhein sekilas. lalu Rosa berbalik menuju sofa yang terdapat dalam ruangan Zhein.
Zhein juga mendudukan dirinya disamping Rosa.
"zhein, aku harus ke Paris untuk melakukan pemotretan selama 4 bulan" ~ucap Rosa sambil menyandarkan kepanya di batu Zhein.
"sayang, kamu tidak perlu bekerja. aku sanggup membiyayai kehudupanmu dan anak-anak kita nanti"~ucap Zhein, tangan Zhein masi terus membelai rambut Rosa.
" tidak Zhein, ok ni adalah cita-citaku sedari dulu"~lanjut Rosa
Zhein mengangkat kepala Rosa yang berada di bahunya, memegang kedua pipi Rosa, memandang mata Rosa dengan penuh cinta.
"sayang, aku ingin kita menikah secepatnya, lalu mempunyai anak. kmu bisa berhenti dari dunia modeling, aku tidak ingin tubuhmu di lihat banyak orang"~ucp zhein dengan tulus
" usiaku tidak muda lagi Sayang, aku ingin segera mempunyai anak"~ucap zhein
setelah mengatakan itu, zhein menyatukan hidungnya dan hidung Rosa.
"baiklah, aku akan menyelesaika kontrak ku dengan cepat agar kita bisa menikah. tapi zhein bagaimana dengan istri dan kedua orang tuamu? " ~tanya Sheilla dengan penuh keseriusan.
"istri dan ibu untuk anak-anakku hanya kamu. untuk urusan mama dan papa, biar aku yang mengurisnya~
***
nyonya Dewi yangerasa bosan sendirian di monsion
__ADS_1
" mending aku ke apartemen zhein melihat menantuku"~ucap nyonya Dewi dengan kegirangan
nyonya Dewi berjalan menuju garasi mobil. nyonya Dewi mengemudikan mobinga dengan kecepatan sedang.
30 menit akhirnya nyonya Dewi memarkirkan mobilnya pada parkiran elit tersebut, nyonya Dewi turun dari mobil menuju lif lalu menekan tombol tempat tinggl zhein.
Tok.. Tok... Tok
Pintu di ketuk dari luar, sheilla yang sedang melipat pakaian bergegas menuju pintu
Cek lek,,,, sheilla tersenyum ternyata ibu mertuannya yang datang.
"Ayo masuk ma"~ajak Sheilla
Nyonya dewi dan sheilla berjalan menuju sofa. Sheilla menuju dapur untuk membuatkan jus untuk mertuanya.
" mama ke sini sama siapa? "~tanya Sheilla setelah meletakkan jus dihadapan nyonya dewi.
" sendiri sayang, mama ke sini tu mau ngajakin kamu buat temani mama ke salon, sekalian kmu juga perawatan"~jawab nyonya dewi.
***
Rosa yang sudah berpamitan pada zhein berniat meninggalkan ruangan zhein, namun Rosa terpikir sesuatu.
"Zhein, jangan pernah menyentuh wanita itu sedikitpun. Jika kamu ketahuan menyentunya. Maka kamu harus siap-siap kehilangan aku! "~rosa memberi wejengan sebelum meninggalkan zhein.
" baiklah sayang, aku tidak akan pernah menyentuhnya"~jawab zhein
__ADS_1