Penyesalan Tuan Muda

Penyesalan Tuan Muda
#bab 17


__ADS_3

Zhein terbangun di pagi hari dengan perasaan senang, hari ini zhein berniat terbang ke London untuk menemui istri dan anak-anaknya.


Rosa yang berada di rumah mereka terus uring-uringan memikirkan zhein, zhein tidak pulang semalaman + zhein tidak mengangkat ponselnya saat di telpon.


naya yang sudah terbangun terus menangis karena kehausan. Rosa yang mendengar naya menangis kepalanya jadi pening, Rosa melangkahkan kakinya keluar kamar.


"niaaaaaaaaa"~teriak Rosa menuruni anak tangga.


nia yang sedang menjemur kaget mendengar teriakka nyonyanya. nia berlari dengan sekuat tenaga agar cepat menghampiri nyonya Rosa.


" maaf, nyonya. tadi nia sedang menjemur pakaian non naya"~ ucap nia takut-takut.


"urus anak itu, gendang telingaku rasanya mau pecah mendengar tangisnya" ~ ketus Rosa lalu pergi meninggalkan nia dengan angkuh.


nia tergesa-gesa menuju kamar naya, sesampainya di sana Nia seterah menggendong naya sambil menimang-nimangnya dengan pelan.


nia memberikan susu formula pada naya, naya minum dengan lahab sampai tertidur lagi.


nia membelai rambut naya dengan sayang. "kasihan non naya mendapatkan ibu yang tidak memperdulikannya" ~gumam nia sedih.


***


zhein segerah menelpon asistennya.


"ambil alih semua meeting hari ini dan sampai 2 minggu kedepan"~ zhein langsung mematikan panggilannya tanpa mendengar jawaban sangat asisten.


zhein tersenyum melihat foto wallpaper handphone nya. " tunggu kedatangan papa anak-anak"~gumam zhein sambil tersenyum


kring... kring... kring... hedphone zhein berbunyi menandakan ada panggilan masuk, nama Rosa tertera di sana.


zhein menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


"halo"~ jawab zhein setelah mengangkat panggilan Rosa.


....


" aku tidak ingin bertengkar Rosa" ~zhein langsung mematikan panggilan handphone nya.


***


Rosa yang berada di rumahnya terus menggerutu.


"zhein"~ geram Rosa.


kring...kring... Kring. Handphone Rosa berbunyi, nama Edwin yang tertera di layar.


"Ya"~ sisa-sisa amarah Rosa masi ada.


" hay, ini masi pagi sayang. Kenapa marah-marah. Aku tunggu kamu di apartemenku jam 10"~ Edwin


"Aku ada arisan dengan teman-temanku Edwin"~ jawab Rosa.


Rosa begitu geram dengan Edwin yang selalu sesuka hatinya. Berbeda dengan zhein yang selalu menuruti permintaanya.


Terbesit rasa penyesalan di hati Rosa, namun karna sudah terlanjur melangkah, Rosa tidak bisa kembali lagi.


"Selalu saja begini"~ lirih Rosa.


Tak menunggu waktu lama Rosa melangkahkan kakinya menuju kamar utama.


***


Shella yang sudah siap dengan pakaian khas kerjanya melangkahkan kakinya meninggalkan rumah menuju tempat kerjanya.

__ADS_1


Namun saat menyebrang jalan alangka terkejutnya shella saat ada yang menariknya ke belakang karena mobil melaju dengan kencang.


" nona baik-baik saja?"~ tanya lelaki misterius itu.


Shella melihat orang itu dari ujung kaki hingga rambut. "Terimakasih tuan, saya tidak apa-apa" ~jawab shella.


Lelaki misterius itu langsung pergi meninggalkan shella yang kebingungan.


"Siapa orang itu?"~ gumam shella.


Shella menggelengkan kepalanya, lalu melanjutkan langka kakinya menuju tempat kerjanya.


***


"Tuan, sepertinya ada yang mengincar nyawa nyonya muda" ~lapor lelaki misterius tersebut


.....


"Baik, saya akan menjaga nyonya muda dengan sebaik mungkin"~ panggilan lalu berakhir.


***


Lelaki misterius itu adalah penggawal bayangan yang tuan Wijaya khususkan untuk menjaga shella dan anak-anaknya.


Dan mobil yang melaju dengan kencang adalah suruhan seseorang yang mengincar nyawa zhein melalui shella.


untuk bab selanjutnya.


shella menyatukan kresek belanjaan yang berisi sayur-sayuran saat melihat seseorang yang ada di depannya.


lelaki itu maju, lalu memeluk tubuh mungil yang dirindukannya.

__ADS_1


tanpa di duga, shella melepaskan pelukannya dan PLAK satu tamparan shella layangkan untuk lelaki tersebut.....


Bersambung....


__ADS_2