
Sudah 3 jam sheilla berada di taman, selama itu pula air matanya terus mengalir memikirkan masa lalunya yang kelam.
dari arah belakang bibi Tia datang lalu menghampiri sheilla. bibi Tia mendudukkan dirinya di samping sheilla dengan sepiring cemilan dan segelas air putih.
bibi Tia ikut memandang bintang yang ada di langit, bibi Tia ingin berbicara pelan-pelan pada sheilla tentang kedatangan zhein.
"nak, bibi ingin bicara kepadamu"~ ucap bibi Tia dengan hati-hati.
sheilla mengalihkan pandangannya menatap bibi Tia.
" bibi ingin bicara apa?" ~tanya Sheilla setelah memperbaiki duduknya menghadap bibi tia.
"nak, apa kamu tidak merindukan suamimu?" ~tanya bibi Tia dengan hati-hati. bibi Tia tau posisi sheilla saat berrumah tangga dulu seperti apa.
"bibi, sheilla sangat merindukan suami sheilla, mertua sheilla dan apartemen tempat tinggal sheilla. walaupun tuan zhein tidak menganggap sheilla sebagai istrinya, tapi biar bagaimanapun tuan tetap suami sheilla dan ayah dari tripel Z. tapi hiks.. hiks... hiks... tuan tidak hiks... mau menganggap tripel z sebagai anaknya bi hiks.. hiks.. hiks. sheilla re__"~ sheilla tidak meneruskan perkataan yang lgi, suaranya tenggelam oleh tangisannya.
bibi Tia membawa sheilla dalam pelukannya. tanggal sesegukan masi terdengar keluar dari mulut sheilla. entah berapa lama sheilla menangis autor juga tidak tau heheheh.
__ADS_1
setelah puas menangis dan sedikit tenang, sheilla melepaskan pelukannya dari bibi Tia. sheilla memandang wanita paru baya yang ada di depannya.
" bibi, untuk kesekian kalinya. sheilla ucapkan terimakasih ada bibi, sheilla tidak tahu seperti apa nasib sheilla bila tidak ada bibi"~ucap sheilla dengan tulus. air matanya kembali turun saat mengingat masa-masa sulitnya dulu.
bibi Tia hanya tersenyum lalu mengaukkan kepalanya singkat. "istrahatlah nak, besok kamu masuk kerja pagi-pagi sekali"~ucap bibi Tia.
sheilla tersenyum lalu mengaukkan kepalanya. sheilla berdiri duduknya, berjalan meninggalkan bibi Tia.
bibi Tia mengirim percapan mereka pada zhein, rupanya bibi Tia merekam diam-diam perkataan sheilla tadi untuk dikirim pada zhein sesuai permintaan zhein.
setelah zhein mengetahui semua tentang shella dan tripe Z, zhein meminta bantuan pada bibi Tia untuk menemui anak-anaknya.
***
di sebrang sana.
zhein sedang membaringkan badanya pada kasur king sizenya sambil memandang foto tripel Z. zhein sepertinya tidak bosan memandang ketiga anaknya yang betul-betul jiplakan dirinya. apalagi zidan yang 100 % dirinya sekali, mulai dari wajah, dan tatapannya.
__ADS_1
ting, bunyi pesan masuk. tanpa menunggu lama zhein langsung saja melihatnya dan mendengarkan rekan shella.
zhein menangis sesegukka saat mendengar untaian kata yang di keluarkan shella.
" maafkan aku shella, maafkan aku"~ air mata zhein kembali menetes.
***
shella yang berada dalam kamar tripel Z membelai pipi chebi ke tiga anaknya.
"apa klian tidak apa-apa jika tidak bertemu dengan ayah kalian selamanya?"~ gumam shella sambil terus membelai kepala anak sulungnya.
zoya menggeliat dalam tidurnya. shella berpinda tempat. shella menepuk-nepuk b*k*n* zoya agar kembali tertidur.
tak butu waktu lama zoya kembali dalam dunia mimpinya.
shella berjalan ke arah kasur untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya. tak butuh waktu lama shella terbang ke alam mimpinya. sepertinya karna kelelahan hingga shella langsung tertidur.
__ADS_1
shella tertidur dengan air mata yang masi mengenang di pelupuk matanya.
bersambung....