Penyesalan Tuan Muda

Penyesalan Tuan Muda
#bab 14


__ADS_3

Rosa yang melihat zhein berjalan menuju ke arahnya. buk. Rosa memeluk zhein dengan erat. zhein hanya menyunggingkan senyum tipisnya.


"sayang, kangeeen"~ucap Rosa dengan manja dalam pelukan zhein


zhein tidak membalas pelukan Rosa, zhein masi memikirkan perkataan sheilla sebelum keberangkatannya menuju bandara.


"kita harus segera menikah zhein, bila perlu minggu depan kita menikah" ~ucap Rosa setelah melepaskan pelukannya.


"kenapa mendadak hm?"~ heran zhein, pasalnya selama ini Rosa tidak perna mau di ajak nikah.


Rosa mengerucutkan bibirnya. " kamu nggak mau ya?. apa kamu udah nggak cinta sama aku? "~ ucap Rosa dengan penuh drama


zhein mengelus rambut Rosa dengan sayang. " baiklah, terserah kamu saja" ~inilah kelemahan zhein. zhein tidak bisa melihat Rosa merajuk padanya.


"ayo pulang"~ ajak Rosa.


zhein menggandeng tangan Rosa, tangan satunya menyeret koper Rosa, mereka berjalan dengan senyum yang tak pernah pudar.


"sayang, kamu akan mengajakku bertemu mama papamu kan?"~ tanya Rosa setelah memakai safety belt.


" tidak untuk sekarang sayang, sebaiknya kamu istrahat dulu di apartemenmu"~ jawab zhein, lalu melanjutkan mobilnya membela jalan kota.


****


nyonya dewi sedang mencari keberadaan suaminya.


"papa mana si" ~gerutu nyonya dewi.


tok.. tok... tok...


"pah" ~panggil nyonya dewi setelah membukan pintu tuang kerja tuan Wijaya.


"pap mana si, kok nggak ada juga. apa di ruang baca ya? "~ gerutu nyonya dewi.


nyonya dewi berjalan menuju ruang baca yang ada di dalam ruang kerja tuan Wijaya. saat melewati meja kerja tuan Wijaya, matanya tak sengaja menangkap foto seseorang yang ada di atas meja.

__ADS_1


nyonya dewi mengurungkan niatnya mencari tuan wijaya, kakinya melangkah menuju meja kerja tuan Wijaya.


" inikan fotoh, lalu ini apa?" ~nyonya dewi membekap mulutnya sendiri, air matanya luruh tanpa bisa di cegah.


tuan Wijaya kaget melihat istrinya memegang foto yang di kirim orang suruhannya.


"mama? ~panggil tuan Wijaya dengan lirih


nyonya dewi mengangkat pandangannya lalu mendekati tuan Wijaya.


"pah, jelaskan apa maksudnya ini? "~ tanya nyonya dewi dengan tak sabaran.


tuan Wijaya hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" JELASKAN PAH, JELASKAN!. APA INI PAH? APA? hiks.. hiks.. hiks.. "~ karna tidak mendapatkan jawaban, nyonya dewi berteriak di depan tuan Wijaya.


" mama tenang dulu ya, papa akan jelaskan nanti. tapi tidak sekarang mah"~ tuan Wijaya memeluk nyonya dewi dengan sayang, sesekali tangannya mengusap punggung nyonya dewi.


***


saat di perjalanan menuju apartemennya, Rosa terus merengek sepanjang jalan ingin bertemu dengan calon mertuannya.


alhasil zhein membelokkan mobilnya menuju monsion utama.


"bi, papa dan mama di mana?"~ tanya zhein saat melihat kepala pelayanan yang entah dari mana keberadaannya.


" nyonya dan tuan berada di ruang kerja tuan muda"


tanpa menjawab zhein dan Rosa berlalu meninggalka kepala pelayanan tersebut.


"bi, itu tuan membawa kekasihnya yang aroggan itu ya" ~tanya pelayan muda mengagetka kepala pelayan


"kamu ini, bikin kaget aja. udah jangan banyak tanya"~ ucap kepala pelayan


"nia akan cuma nanya. mereka nggak cocok. pacarnya tuan muda seperti tante-tante. tuan muda lebih cocok sama nyonya sheilla yang cantiknya natural"~ ceplos nia

__ADS_1


" hus, sana lanjutkan pekerjaanmu"~kepala pelayan pergi meninggalkan nia


***


mendengar perkataan tuan Wijaya, nyonya dewi makin naik dara. nyonya dewi melepaskan pelukan tuan Wijaya, lalu mundur beberapa langkah menjauh dari tuan Wijaya.


"TENANG PAPA BILANG, GIMANA MAMA MAU TENANG PAPA BELUM MENJELASKAN APA-APA SAMA MAMA~ sepertinya nyo ya dewi di kuasai amarah.


zhein yang baru membuka pintu kaget mendengar teriakan nyonya dewi. zhein menghampiri ibunya dengan tangannya masi menggenggam tangan Rosa.


nyonya dewi bukannya meredah, amarahnya makin berkobar saat melihat Rosa


" mama, mama kenapa nangis"~ tanya zhein


PLAK...


bukannya menjawab, nyonya dewi mala menampar zhein dengan keras.


percayalah guys, semulus apapun tangan cewek kalo di pake buat nampar, tetap juga sakit, wkwkwkwkw


"mama kok tampar zhein"~ tanya zhein sambil mengusap pipinya yang di tampar nyonya dewi"~ tanya zhein dengan sabar.


" INI SEMUA SALAH KAMU ZHEIN, GARA-GARA KAMU___"


"MAMA"- tuan Wijaya memotong perkataan nyonya dewi.


"KENAPA PAH, KENAPA PAPA. ini semua salah zhein pah. mama malu punya anak seperti zhein. hiks,,, hiks,,, hiks"~ucap nyonya dewi, suaranya melemah di akhir ucapannya.


Rosa yang melihat pemandangaan di depannya hanya memutar bolah matanya " drama" ~batin Rosa...


"jika kamu ingin menikahinya, maka nikahilah dia. papa tidak akan menghalangi kamu. tapi nanti pasti kamu akan menyesal" ~ucap tuan Wijaya dengan nada dingin


tuan Wijaya berjalan ke arah nyonya dewi "ayo mah, kita pergi " ~tuan wijaya menggandeng nyonya dewi keluar dari ruang kerjanya, meninggalkan zhein yang kebingungan.


"bagus"~ batin Rosa tersenyum bahagia.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2