
waktu menunjukkan pukul 10.00 am, zhein yang memarkirkan mobilnya di basmen apartemen.
sheilla yang berada dalam apartemen sedang menonton TV, ralat bukan menonton televisi, tp televisi yang menonton sheilla. ya sheilla tertidur saat menunggu zhein.
zhein menekan kode dan membuka apartemennya, zhein menolehkan pandangannya pada televisi.
zhein berjalan menuju sofa, seketika amarahnya memuncak saat melihat sheilla tertidur dengan nyenyak nya pada sofa.
zhein melempar tas jinjingnya pada sofa singgel. zhein berjalan memutari sofa dn berhenti di hadapan sheilla.
zhein mengambil bantal sofa, tanpa rasa kasihan zhein melemparkan bantal sofa pada sheilla yng sedng tertidur.
sheilla yang kaget langsung terbangun dan turun dari sofa. mata sheilla membulat sempurna saat melihat muka zhein yang memerah.
"jangan berlaku seperti nyonya di rumah ini j*l*n*. sadari posisimu. SIAPA YANG MENGIZINKANMU TIDUR DAN BERKELIARAN DI APARTEMEN INI? ~TANYA ZHEIN DENGAN NADA KERAS
sheilla yang mendengar zhein marah refleks menundukkan kepalanya, air matanya lolos tanpa dapat di tahan oleh sheilla.
" maaf tuan, tadi sheilla menunggu tuan pulang"~ucap sheilla dengan memainkan jari-jari tangannya.
zhein menyunggikan senyum sinisnya, zhein baru sadar ternyata ada yang beda dengan penampilan sheilla.
zhein langsung menyeret sheilla menuju kamarnya, zhein membanting sheilla dan menindih tubuh sheilla.
skip...
setelah kegiatan panas tersebut zhein langsung tertidur, sementara sheilla masi terisak dibalik selimut.
sheilla bukannya tidak mau melayani Zhein, namun zhein memperlakukannya dengan kasar, dan di akhir percintaan mereka zhein malah menyebut nama Rosa.
setelah sekian lama terisak, sheilla bangun dan pergi meninggalkan kamar zhein menuju kamarnya sendiri, eh buka kamar melainkan gudang.
__ADS_1
sheilla masi terus menangis dalam diamnya
"kenapa tuan memperkosa ku untuk yang ke 3 kalinya?. aku tidak masalah bila harus melayani tuan, karena tuan adalah suamiku. tapi bukan dengan cara seperti ini"~lirih sheilla.
***
zhein terbangun pukul 06.00 pagi, zhein mengedarkan pandangannya namun tidak menumukan sheilla. tanpa berpikir panjang zhein bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
sheilla sedang berkutek dengan alat masak yang ada di dapur apartemen tersebut. sheilla yang asik memasak tidak menyadari kehadiran zhein.
zhein terus memperhatikan sheilla, sheilla yang sudah selesai dengan acara masaknya membalikkan badanya
DEG
Sheilla kaget melihat zhein yang sedang memandangnya. " sejak kapan tuan ada di situ"~tanya sheilla pada dirinya sendiri.
"sampaikan kamu akan berdiri di situ? "~tanya zhein. pertanyaan zhein berhasil membuyarkan lamunan sheilla.
" duduk dan temani aku makan"~perinta zhein
sheilla berbalik lalu menarik kursi di hadapan zhein.
zhein makan dalam keheningan. setalah 10 menit zhein menyelesaikan acara sarapannya, zhein mengambil segelas air dan meminumnya hingga tandas.
"untuk kejadian semalam, agap saja itu tidak pernah terjadi"~ucap zhein dengan entengnya tanpa memikirkan perasaan sheilla.
tanpa mendengar jawaban sheilla, zhein beranjak lalu pergi meninggalkan sheilla yang masi terpaku mendengar perkataan zhein.
air mata sheilla kembali menetes setelah kepergian zhein.
" bodoh kamu sheilla, tidak mungkintuan zhein akan meminta maaf padamu"~ sheilla terkeke miris. sheilla menertawakan nasib rumah tangganya.
__ADS_1
saat sheilla terbangun di pagi hari, sheilla berharap zhein akan meminta maaf padanya, namun harapan itu sirna saat mendengar ucapan zhein.
hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan.
sikap sheilla pada zhein sedikit berubah, tidak ada lagi sheilla yang menyambut kepulangan zhein, tidak ada lagi sheilla yang mengantar kepergian zhein. namun sheilla masi tetap memasak untuk zhein.
zhein merasa kehilangan sosok sheilla selama satu bulan belakangan ini, namun zhein mencoba untuk tidak menghiraukan perubahan sikap sheilla.
pagi ini sheilla sudah berada di dapur untuk membuatkan sarapan zhein. namun saat sheilla memecahkan telur
huek.... huek.... huek...
sheila memuntahkan isi perutnya, namun yang keluar hanyalah lendiri, pasalnya sheilla belum makan apa-apa sejak semalam
zhein yang baru menuruni ank tangga kaget mendengar sheilla yang muntah-muntah.
zhein mengambil langka seribu menghampiri sheilla, zhein memijat tengkuk leher sheilla tanpa sadar.
sheilla yang mencium aroma tubuh zhein makin mual.
huek..... huek..... huek....
"tuan, tolong menjauh. badan tuan sangat bau"~ucap sheilla dengan lemah.
sheilla sudah tidak punya tenaga hingga mendudukan dirinya pada kursi yang ada dekat wastafel dapur.
zhein sontak mencum bau badanya, namun zhein merasa bau badannya masi sama
" sepertinya hidungmu bermasalah"~ucap zhein dengan ketus
zhein meninggalkan sheilla yang masi lemas. sepanjang jalan menuju kamarnya zhein terus menggerutu hingga melupakan niatkan ke dapur untuk mengambil air minum.
__ADS_1