
Bab 2 pertengkaran Rosa dan Zhein
Jam menunjukkan pukul 10 malam. Zhein yang baru membuka pintu monsion, Zhein menghampaskan tubuhnya di sofa. Baru beberapa menit Zhein memejamkan matanya. mata Zhein melotot sempurna saat tangis Naya yang terdengar dari kamar atas. Zhein bergegas menaikki anak tangga menuju kamar sang putri.
Cek lek, pintu kamar di buka oleh Zhein. nani yang bertugas menjaga Naya memandang takut sang majikan.
"Nia, dimana Nyonya? " tanya Zhein pada Nani Naya
"Nyonya belum pulang Tuan"~ jawab Nia dengan menunduk.
" berikan padaku Nia, sekarang istrahatlah Nia" Zhein mengambil Naya dari gendongan Nia, dan berlalu menuju kamar utama.
Sepanjang jalan menuju kamar utama Zhein memandang wajah sang putri.
Cup, Zhein mengecup dahi sang putri.
"Benar-benar ibu tidak becus"~gerutu Zhein
Zhein yang berada dalam kamar berusaha menidurkan Naya. Naya yang selesai meminum susu langsung tertidur pulas.
setelah Naya tertidur, Zhein memindahkan Naya pada bokx baby yang ada di kamarnya
cup, satu kecupan mendapat di pipi Naya
" tidurlah yang nyenyak nak"
***
Club malam
Rosa yang berada di Club malam sedang melakukan **** dengan Edwin sang kekasih.
Edwin yang tidak puas dengan gaya itu, membalikkan tubuh Rosa menjadi menungging
Setelah berjam-jam melakukan **** akhirnya Edwin mencapai puncaknya.
__ADS_1
"sayang, aku sangat merindukanmu" ~ lalu Edwin ******* kembali bibi Rosa.
"Sayang, pertemukan aku dengan putriku. Aku sangat merindukannya"~ Edwin.
"Nanti aku akan mempertemukan kalian, tapi tidak dalam waktu dekat ini" ~jawab Rosa, telunjuk Rosa memainkan dada Edwin.
"Jangan menggodaku lagi sayang"~Edwin menangkap tangan Rosa yang berada di dadanya.
"aku harus pulang sekang sayang" ~ Rosa bangun dari tidurnya menuju kamar mandi.
Setibanya di rumah, Rosa bergegas menuju kamar utama.
Cek lek..
"Darimana kamu Rosa? " ~tanya Zhein tanpa mengubah posisinya
posisi Zhein menonton televisi di ruang tengah lantai 1 (membelakangi pintu)
Rosa yang baru memasuki mansion memutar bola matanya jengah.
Zhein berjalan menghampiri Rosa dan mencengkram kuat lengan kanan dan kiri Rosa.
"Zhein, aku tidak ingin bertengkar sekarang, aku capek, mau tidur" jawab Rosa.
Setelah mengatakan itu, Rosa bergegas menuju ruang ganti.
Zhein yang merasa di abaikan mengikuti Rosa menaiki anak tangga, menyeret Rosa menuju kamar tamu, sebab di kamar utama ada Naya yang sedang tertidur pules
Zhein yang sudah mencoba meredam emosinya akhirnya meledak di depan Rosa.
"ROSA, JIKA KAMU TIDAK BISA MENJADI ISTRI YANG BAIK. SETIDAKNYA JADILAH IBU YANG BAIK UNTUK NAYA" ~Zhein yang hilang kendali, berteriak di depan wajah Rosa
"ZHEIN, KAMU PIKIR KAMU TELAH MENJADI SUAMI YANG BAIK?. SUAMI MACAM APA YANG SELALU MEMIKIRKAN WANITA LAIN SEMENTARA DIA SUDAH BERISTRI" ~Rosa juga membalas dengan teriakkan yang sama
"WANITA LAIN ITU ADALAH ISTRIKU JUGA ROSA. DIA PERGI SAAT MENGANDUNG ANAK-ANAKKU" ~Zhein
__ADS_1
Rosa yang malas meladeni Zhein, berges keluar, namun di tahan oleh Zhein.
"Sebaiknya kita bercerai saja, pernikahan ini sudah tidak sehat juga" ~Zhein berkata tanpa melihat wajah Rosa
"Jika kamu nekat menceraikan aku, maka kamu tidak akan pernah bertemu dengan Naya"
Rosa berlalu meninggalkan Zhein.
Rosa belum siap kehilangan kemewahan dari Zhein.
inilah alasan Zhein tidak menceraikan Rosa. Zhein takut ancaman Rosa tidak main-main pasalnya Rosa dan keluarganya bukan orang sembarangan. walaupun kekuatan dan koneksi dari keluarga Wijaya juga tidak di ragukan.
Rosa seorang model papan atas, Rosa dan Zhein berpacaran sejak mereka duduk di bangku SMA.
sebelum Zhein di jodohkan dengan Sheilla, Zhein beberapa kali berniat menikahi Rosa, namun Tuan Wijaya dan Nyonya Sena menenangkan hubungan mereka.
Tuan Wijaya bukan tanpa alasan tidak merestui hubungan Zhein dan Rosa. Tuan Wijaya sering melihat Rosa berada di Hotel bersama beberapa Pria.
setelah Rosa meninggalkan kamar Tamu, Rosa bergegas menuju kamar utama.
cek lek Rosa membuka pintu kamar utama. Rosa membanting kasar tubuhnya di kasur king size miliknya.
setelah beberapa menit berbaring, pandangan Rosa tertuju pada Box baby milik Naya, Rosa bangun dari pembaringannya menghampiri Naya yang tertidur pules.
tangan Rosa membelai waja Naha, cup Rosa mendaratkan satu kecupan di pipi Naya
"maafkan mama nak, mama jarang memperhatikanmu. tunggulah sebentar saja. mama akan membawamu pada papa kandungmu" ~ Ros berucap dengan pelan, takut membangunkan Naya.
cek lek pintu terbuka, masuklah sosok Zhein.
Zhein tersenyum sinis melihat Rosa menggendong Naya. "masi ingat kalo kmu seorang ibu? " ~tanya Zhein dengan sinis. "kapan terakhir kali kamu menggendong Naya? "~lanjut Zhein
Rosa meletakkan Naya pada box baby, tanpa membalas ucapan Zhein Sheilla berlalu menuju ruangan ganti.
" tunggulah Zhein, setelah aku menguasai kekayaan keluarga Wijaya, aku akan membawa Naya pergi jauh darimu" ~Rosa
__ADS_1
bersambung....