Penyesalan Tuan Muda

Penyesalan Tuan Muda
#bab 10


__ADS_3

sheilla yang berada di dapur terus mengeluarkan isi perutnya.


huek.. huek.. huek


apa magh ku kambuh lagi ya? ~sheilla membatin.


namun bola mata sheilla membulat sempurna saat mengingat siklus mensnya.


sheilla dengan cepat bergegas sekuat tenaga menuju kamarnya untuk melihat kalender.


sheilla menjatukan kalender yang dipegangnya, sheilla membekap mulutnya sendiri.


air mata sheilla turun dengan luruh membasahi pipinya, tanganya dengan reflekx menyentuh perut ratanya.


"apa benar kamu ada di dalam sini nak?" ~tangan sheilla terus saja mengusap perutnya.


***


zhein sudah siap berangkat ke kantor, tangan kanannya memegang tas kantor.


zhein menuruni anak tangga dengan gagah. zhein melangkahkan kakiknya menuju meja makan


zhein menarik kursi dan mendudukan dirinya. "buatkan aku kopi"~titah zhein sambil bertukar pesan dengan Rosa.


sheilla seterah menyedikan kopi untuk zhein.


setelah zhein selesai dengan acara ngopinya, zhein segera berdiri dari duduknya menuju pintu keluar.


sheilla mengekor pada zhein sambil menunduk, karna tidak memperhatikan jalannya, sehingga sheilla tidak tahu bahwa zhein berhenti mendadak lalu membalikkan bedanya.


buk, sheilla menabrak dada bidang zhein.


zhein mengangkat keningnya melihat ke anehan sheilla.


" ada apa dengannya?"~batin zhein


"tuan, bolekah aku memelukmu?"~tanya sheilla dengan rasa takut.


zhein kaget mendengar permintaan sheilla, sheilla tidak biasanya meminta seperti ini.


namun zhein tidak mengindahkan permintaan sheilla. tanpa menjawab zhein berbalik pergi meninggalkan sheilla.


sheilla tersadar saat pintu apartemen tertutup pertanda zhein telah pergi.


sheilla mengangkat pandangannya, sheilla tersenyum dengan air mata yang menetes. tangan sheilla refleks mengusap perut ratanya.

__ADS_1


" nak, jangan meminta sesuatu yang tidak bisa bunda penuhi, hiks... hiks... hiks" sheilla berbalik menuju kamarnya.


***


zhein yang berada di perusahaan terus melamun memikirkan sheilla


"kenapa dia begitu aneh?" ~monolog zhein


tok.. tok.. tok...


rehan memasuki ruangan zhein


"tuan, apakah tuan menginginkan kopi atau cemilan untuk sarapan pagi tuan?" ~tanya rehan


"tidak"


"baiklah, saya akan kembali bekerja"~rehan sedikit membungkukkan badanya


saat rehan hendak berbalik, zhein menghentikkan langkahnya


" rehan, apa menurutmu sheilla mulai berani padaku?"~pertanyaan bodoh itu meluncur begitu saja


"maksudnya tuan"~tanya rehan heran


" ah, lupakan saja. kembalilah bekerja "~ perintah zhein


setelah kepergian rehan, zhein terus memikirkan sheilla


zhein menggelengkan kepalanya "untuk apa aku memikirkannya" ~gerutu zhein


zhein melanjutkan pekerjaanya.


***


sheilla yang berada di apartemen terus saja menangis, entah kenapa air matanya tidak berhenti mengalir.


sheilla menghapus air matanya, seterah bersiap untuk ke dokter.


sheilla tersenyum memandang layar monitor, pada layar tersebut sheilla melihat 3 bulatan kecil


air matanya terus mengalir, sheilla begitu bahagia, di usianya yang masi muda sheulla telah mengandung, bukan hnya 1 tetap 3 janin sekaligus.


namun senyum sheilla runtuh saat mengingat zhein. "apakah tuan akan menerima anak ini"~pikir sheilla


" bu, tolong di jaga kandungannya ya! "~ peringat dokter tersebut.

__ADS_1


" mari bu, saya resep kan vitamin agar tripel makin kuat"~ dokter wanita tersebut membantu sheilla bangun dari pembaringannya.


saat sheilla sedang duduk di halte bus, Tiba-tiba saja ada mobil hitam berhenti tepat di hadapannya.


seseorang keluar dari mobil lalu menghampiri sheilla. sheilla yang memejamkan mata tidak mengetahui keberadaan orang yang menghampirinya.


"sheilla, sedang apa kamu di sini nak? "~ tanya nyonya dewi.


ternyata yang menghampiri sheilla ada ibu mertuanha sendiri.


sheilla kaget refleks berdiri


" mama" ~lirih sheilla


entah kenapa sheilla tiba-tiba mewek, sheilla langsung saja memeluk ibu mertuanya lalu menumpahkan tangisannya


saat ini sheilla sangat membutuhkan seseorang untuk mendengarkan keluhannya.


nyonya dewi yang kaget langsung meneput punggung sheilla.


"ayo nak, kita ke mobil saja"


sepanjang jalan sheilla hanya diam sambil memegang tangan ibu mertuannya.


nyonya dewi tidak bertanya apa-apa


***


setibanya di monsion keluarga Wijaya, nyonya dewi dan Sheilla turun dari mobil.


nyonya dewi mengantar sheilla untuk istrahat di kamar zhein, awalnya sheilla tidak mau namun nyonya dewi terus memaksanya hingga sheilla menyetujuinnya.


namun sheilla tidur di sofa yang terdapat pada kamar tersebut. sheilla tidak berani untuk tidur di tempat tidur zhein.


sheilla tertidur sambil memeluk kemeja zhein, sheilla ingin sekali memeluk zhein. namun sudah pasti zhein menolaknya hingga sheilla mengumpulkan keberaniannya untuk mengambil kemeja zhein untuk mengobati rasa rindunya.


***


zhein yang sedang berkutek dengn berkas-bsrkasnya mengalihkan pandangannya saat headphone nya berbunyi


"mama"


"halo mah"~zhein


" baik mah, zhein akan menginap di monsion malam ini" ~balas zhein

__ADS_1


zhein meletakkan handphone nya dan melanjutkan pekerjaannya


bersambung....


__ADS_2