
"Tidakk!!.." Qing Yun dengan tegas menolak.
Bagaimanapun Dunia luar bukanlah sesuatu yang dapat Qing Chen bayangkan, itu penuh dengan pertumpahan darah, dan kematian adalah hal yang dapat ditemui setiap saat.
"Tapi Ayah..." Qing Chen sudah menduga bahwa ayahnya akan mengatakan ini, jadi ia mempunyai alasan lain agar dirinya dapat pergi.
"Baik... Jika aku dapat menduduki tempat pertama Turnamen Klan, bolehkan aku pergi dan memulai perjalanan ku sendiri?"
Seketika, Pernyataan yang Qing Chen buat membuat setiap orang menjadi semakin terkejut.
Turnamen Klan merupakan turnamen yang diadakan setiap satu tahun sekali, itu diikuti oleh semua anggota Klan Qing yang berusia dibawah 30 tahun.
Klan Qing biasanya menilai bakat seseorang dari Turnamen Klan, dan juara pertama akan selalu mendapatkan surat rekomendasi untuk memasuki Akademi Yutian.
Untuk dapat menduduki juara pertama dari Turnamen Klan, Kultivasi seseorang setidaknya harus mencapai Lapisan Pertama dari Alam Bawaan.
Ini karena setiap turnamen diadakan, Juara pertama biasanya berada di Lapisan Pertama dari Alam Bawaan.
Jadi pernyataan Qing Chen barusan merupakan omong kosong di dalam hati semua orang, Bahkan Qing Yun tidak terkecuali.
"Chen'er, Kamu... Ah sudahlah, baiklah jika kamu dapat berhasil menduduki peringkat pertama dari Turnamen Klan. Ayah berjanji akan membiarkanmu pergi meninggalkan Klan dan memulai perjalanan sendiri.
Sementara itu, Turnamen Klan akan diadakan dalam 3 hari lagi. Dalam waktu 3 hari, setidaknya Qing Chen dapat menembus ke Lapisan Ke-delapan menengah ataupun akhir dari Ranah Perbaikan.
"Terima kasih ayah." Qing Chen mengangguk puas dan ingin pergi ke rumahnya untuk kembali melakukan Kultivasi.
Tepat ketika ia berbalik, Qing Chen melihat sosok wanita tertutup kerudung merah muda. Setiap jejak langkahnya mengandung keindahan yang tak terlukiskan, itu membuatnya terlihat sangat anggun dan cantik.
Qing Chen terpesona sesaat, Tetapi ekspresi kembali dingin dan acuh tak acuh. Ketika ia mengingat bagaimana wanita itu bersikap sangat sombong kemarin malam, ia tidak bisa membantu dan hanya menghela nafas saja.
__ADS_1
Ia kemudian melanjutkan berjalan dan melewati gadis itu, tetapi ketika Qing Chen tepat di samping tubuh gadis itu dia mendengar sebuah suara yang sangat pelan dan dingin.
"Datanglah ke Qing Alkimia besok pagi sekali, ada hal yang ingin aku sampaikan!"
Qing Chen tertegun sebentar, tetapi ia dengan cepat melanjutkan langkahnya menuju kediaman nya.
Di dalam Kamar Kai segera mengunci pintu rapat-rapat, ia ingin melakukan Kultivasi tertutup lagi selama 3 hari.
Tentang apa yang barusan Ruyue katakan, Qing Chen sama sekali tidak peduli. Jika awalnya Ruyue tidak bersikap sombong dan dingin, mungkin dia akan menyisihkan waktunya sebentar untuk datang menemuinya. Tetapi kesan awalnya pada Ruyue benar-benar buruk.
Esok paginya, di Qing Alkimia. Terlihat seorang wanita berdiri mondar-mandir seakan menunggu kedatangan seseorang. Tetapi setelah menunggu untuk waktu yang sangat lama, orang yang di tunggunya tidak kunjung datang.
Setelah matahari tepat berada di atas kepala, akhirnya wanita itu pergi meninggalkan Qing Alkimia.
Sementara itu, di kamar Qing Chen. Energi spiritual berputar-putar di setiap sudut ruangan, itu perlahan-lahan diserap oleh Pagoda Iblis.
Proses itu cukup cepat dan dilakukan berulang-ulang, Sampai akhirnya matahari mulai terbenam dan digantikan oleh cahaya bulan indah berwarna perak.
Qing Chen melangkah keluar dari kediamannya dan menuju restoran yang berada di jalanan Kota, karena jarak Rumah Qing Chen dan kota tidak terlalu jauh, hanya dalam waktu beberapa menit, Qing Chen sampai di depan sebuah bangunan bernama Restoran Nikmat.
Itu adalah sebuah restoran besar yang cukup terkenal di Kota Hitam. banyak sekali orang datang kesana untuk mencoba masakan mereka. Tetapi karena biaya yang mereka keluarkan sangat mahal, hanya orang-orang kaya dan juga 4 Klan besar yang dapat memasukinya.
Qing Chen segera memasuki Pintu masuk tetapi ia dihalangi oleh para penjaga. "Hei pengemis kotor, beraninya kau menginjakkan kaki mu disini!"
Qing Chen mengerutkan kening dan melihat sekujur tubuhnya yang benar-benar penuh dengan cairan hitam menjijikan, Qing Chen begitu laparnya hingga melupakan untuk menjadi terlebih dulu.
"Biarkan aku masuk, walupun penampilanku begini, aku berasal dari 4 Klan besar." Qing Chen berkata, ia benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa lapar di perutnya lagi.
"Bahh, Kamu bicara apa? omong kosong, bisa-bisanya dari 4 Klan besar melahirkan seorang pengemis kotor sepertimu!" Penjaga itu mengeluarkan kata-kata mengejek sambil menunjuk penampilan Qing Chen yang acak-acakan.
__ADS_1
Plakk!!
Karena perutnya kosong, emosi Qing Chen sangat mudah untuk lepas kendali. Ia menampar Penjaga dengan tangan kanannya. Itu hanya mengandung kekuatan fisiknya yang setara dengan seseorang di Lapisan ke-sembilan Awa di Ranah Perbaikan.
Endingnya, penjaga itu terlempar jauh kedalam dan menabrak meja lainnya, itu hampir merusak setengah dari Lantai pertama restoran.
Penjaga itu kemudian tergeletak pingsan di tempat, wajahnya benar-benar hancur, Tulang hidungnya patah, tulang tengkorak nya remuk akibat tamparan yang begitu keras.
Qing Chen akhirnya sadar apa yang baru saja ia lakukan, ia terkejut mendapati ia tidak bisa menahan emosinya ketika lapar.
Ia mendekat kearah tubuh penjaga yang sudah Pingsan dan memasukkan satu buah Pil berwarna hijau. Itu merupakan sebuah Pil penyembuh Jelas kuning tingkat menengah dan itu sangat Langka di Kota Hitam maupun di seluruh Kekaisaran Kiga.
Dalam waktu yang kurang dari semenit, Seluruh luka yang dialami penjaga itu sembuh. Sementara banyak orang yang mulai menuruni lantai dua dan melihat apa yang sedang terjadi.
Qing Chen sekarang benar-benar sudah kehilangan nafsu makannya, ketika ia berbalik untuk pergi. Qing Chen mendengar sebuah suara dingin dan dipenuhi dengan kebencian.
"Kamuu!! Kenapa kamu tidak datang tadi pagi."
Kai berbalik untuk mencari sumber suara dan tatapannya berhenti ditubuh seorang gadis yang memakai kerudung, walau Qing Chen tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Dapat dia rasakan bahwa gadis itu sudah sangat marah sekarang.
"Kenapa aku harus datang? apakah aku adalah pelayanmu? tidak kan!" Qing Chen dengan dingin menjawab, setelah itu ia berbalik dan segera pergi.
"Berhenti!! Berhenti!!..." Gadis itu berteriak dengan sangat keras, tetapi seakan Qing Chen tidak mendengar nya dan terus berjalan pergi, gadis itu mengerutkan kening dan dengan marah mulai berlari menyusul.
***
Tepat di tengah hutan, Qing Chen berhenti dan membalikan pandangannya kearah Ruyue yang terus saja mengikutinya.
"Gadis kecil, aku peringatkan kamu berhenti mengikuti ku atau kamu akan tahu sendiri konsekuensi nya."
__ADS_1
"Hmph.." Gadis itu yang merupakan Ruyue mendengus dengan dingin dan berteriak, "Apa yang bisa kau lakukan dengan hanya kekuatan mu yang berada Lapisan Ke-Tujuh?"
Qing Chen menyeringai dingin kemudian dengan ringan berkata, "Kita Lihat saja nanti.."