
Dari sisi goa, Qing Chen dapat melihat dengan jelas bahwa terdapat sebuah tanda bahaya, mungkin ini adalah peninggalan dari orang-orang yang berhasil selamat ketika memasuki goa.
Hanya dengan merasakan aura yang keluar dari mulut goa, itu membuat Qing Chen sangat bersemangat ... Jika terdapat bahaya yang besar, pasti tersimpan sebuah harta langka.
Qing Chen tidak begitu khawatir tentang keselamatannya karena ia memiliki beberapa rahasia di lengan bajunya.
Untuk saat ini, hal yang paling Qing Chen butuhkan adalah herbal langka dan beberapa peninggalan seorang Kultivator yang kuat.
Hanya ketika ia memiliki sumber daya, Ia dapat membuat banyak pil untuk Kultivasinya. Tepat ketika Qing Chen melangkahkan kakinya masuk kedalam goa, dinding goa tiba-tiba bergetar di ikuti oleh suara raungan menyeramkan dari dalam goa.
Qing Chen tidak takut, ia terus melangkahkan kakinya masuk tanpa memperdulikan raungan menyeramkan itu. Sedari awal, Qing Chen sudah menyadari bahwa suara raungan itu berasal dari sisa jiwa yang terjebak di dalam goa dan itu sama sekali tidak bisa melukainya karena tidak memiliki tubuh fisik.
Titik putih itu ternyata mulai memasuki goa lebih dalam lagi, Qing Chen yang melihat titik putih itu berjalan menuju ke dalam goa. Dia segera mengikutinya tanpa ragu.
Ini karena Qing Chen memiliki firasat baik jika dia mengikuti titik putih itu.
Semakin dalam Qing Chen memasuki Goa, aura mencengkram itu semakin kuat dan lebih kuat.
Tepat ketika Qing Chen sampai di 100 meter dari mulut goa, sebuah pelindung menghalangi jalannya untuk masuk lebih dalam.
Setelah mengamati penghalang untuk beberapa waktu, Qing Chen mata Qing Chen melebar dengan ekspresinya yang dipenuhi dengan rasa ketidakpercayaan.
"Ini, ini adalah salah satu dari seribu pelindung yang pernah aku ciptakan di masa lalu, bagaimana pelindung ini ada di sini? siapa dia? siapa itu Tiang Bo Hung Sha?."
Jika itu adalah pelindung lain, maka Qing Chen akan kesulitan untuk membukanya karena Kultivasinya yang terlalu rendah.
Tetapi karena pelindung di depannya adalah salah satu yang dia buat di masa lalu, Qing Chen mengetahui di mana titik lemah dari pelindung itu.
Qing Chen melangkahkan salah satu kakinya kebelakang, dia menarik lengan kanannya dan membentuk kepalan.
Qing Chen menarik nafas kemudian mengalirkan Qi miliknya menuju kepalan tangan kanannya.
Whusss!!
Begitu pukulan Qing Chen mengenai penghalang itu, pelindung yang berada di dalam goa hancur seketika dalam satu pukulan.
__ADS_1
Begitu pelindung di depannya benar-benar hancur sepenuhnya, Qing Chen dapat merasakan aura yang familiar berasal dari dalam.
"Aura ini lagi? apa sebenarnya ini, kenapa aura familiar dari dalam goa ini begitu pekat?" pikir Qing Chen dalam hati.
Dia kemudian melangkahkan kaki dan mulai berjalan selangkah demi selangkah masuk kedalam goa yang lebih dalam.
Setelah berjalan untuk waktu yang cukup lama, Qing Chen akhirnya menemukan jejak dari titik cahaya, Itu memasuki sebuah ruangan dalam goa yang memiliki cahaya terang.
Ketika ia sampai di sana, Qing Chen bisa melihat gundukan koin emas yang membentuk sebuah gunung. Itu begitu banyak sampai-sampai dapat membeli seluruh kekaisaran Beizhang, tepat di samping gundukan koin emas itu, terlihat sebuah kotak harta karun dan sebilah pedang yang menancap disisinya.
Qing Chen berjalan mendekat dan melihat lebih teliti pedang yang menancap di samping peti harta karun.
Selang beberapa waktu berlalu mata Qing Chen menyala, ia kemudian berteriak dengan keras..
"Pedang Api Hitam!!.."
Pedang Api Hitam adalah senjata spiritual, itu adalah salah satu pedang yang Qing Chen buat dimasa lalu ketika ia sedang beristirahat setelah selesai berkultivasi.
Qing Chen ingat pernah memberikan Pedang Api Hitam kepada salah satu anak yang dulu sekali pernah mengikutinya. Walaupun Qing Chen sama sekali tidak pernah menganggap anak itu sebagai muridnya karena kurangnya bakat.
Ini sudah 10.000 tahun berlalu tetapi kenangan tentang laki-laki kecil itu masih teringat dengan jelas di ingatannya.
"Tiang Bo Hung Sha? jadi itu nama mu ... karena ini adalah takdir, maka aku akan tidak akan sungkan untuk mengambil kembali pedang ini, aku berharap kamu bisa hidup dengan tenang di kehidupan selanjutnya."
Qing Chen segera membungkus pedang besar itu dengan sebuah kain, dan mengangkat nya di belakang pundak.
Setelah itu, ia juga mulai mencari kearah lain berharap dapat menemukan kunci untuk membuka peti harta karun.
Tepat dibelakang gundukan koin emas, terdapat sebuah mayat yang tergeletak di tanah. Mayat itu hanya bersisakan tulang belulang tanpa daging yang tersisa.
Qing Chen berjalan dan melihat mayat itu lebih dekat, jejak keterkejutan terlintas di matanya yang tajam.
Sebenarnya mayat ini sudah berumur lebih dari 2000 tahun.
Dan tingkat kekuatan nya sebelum ia meninggal adalah seorang prajurit yang berada di Ranah Saint Akhir dan hampir menerobos ke ranah Setengah. Immortal..
__ADS_1
Tanpa Qing Chen sadari, air mata mulai mengalir deras di wajahnya, ia mendekat untuk memeluk mayat itu untuk terakhir kalinya.
"Hhhaa ... Kamu bocah kecil, tidak pernah sekalipun aku bayangkan dengan bakatmu yang begitu rendah, kamu berhasil menjadi seorang Saint, Bahkan setengah langkah lagi mampu menerobos ke Ranah Half Immortal."
Qing Chen membiarkan air matanya mengucur deras dan membasahi seluruh tubuhnya. Dalam kehidupan sebelumnya, selain adik perempuan nya, sangat sedikit orang yang mampu menggerakkan hatinya.
Itu adakah murid-muridnya dan juga Tiang Bo Hung Sha.
Setelah melepas pelukan dari mayat tengkorak itu, Qing Chen menemukan sebuah kertas dan didalamnya tertulis sebuah kalimat yang cukup panjang.
~Aku bernama Qing Wen, itu adalah nama yang diberikan oleh seseorang yang sudah aku ayah bagiku.. Di masyarakat aku lebih dikenal dengan Tiang Bo Hung Sha, Jika kamu menemukan tempat ini, sudah pasti ratusan tahun telah berlalu dan aku juga sudah menjadi mayat.. Dapat terlihat tumpukan harta dan sebuah peti harta disana, jika kamu ingin memilikinya, aku hanya ingin kamu mengabulkan satu permintaan dariku~
~Temukan ayah ku (Qing Chen) di Alam Immortal dan katakan padanya bahwa, Aku Qing Wen merindukannya~
Tepat setelah Qing Chen membaca habis seluruh surat itu, tubuhnya bergetar, hatinya sangat sakit bagaikan tertusuk oleh jutaan benda tajam.
Air mata yang sudah mengering kini mulai mengalir deras di wajahnya, Qing Chen kemudian kembali memeluk mayat Qing Wen dan berkata.
"Wen'er... Maafkan aku!! maafkan aku!! aku bukanlah ayah yang baik untukmu."
Qing Chen menangis untuk waktu yang sangat lama sambil memeluk mayat putra angkatnya. Selang beberapa waktu yang tidak diketahui, akhirnya Qing Chen berhenti menangis dan menggenggam surat di tangannya.
Ia kemudian memasukannya ke dalam sakunya dan melihat mayat tengkorak itu lagi dan menguburkannya dengan layak.
"Eh, apa itu." ucap Qing Chen Ketika matanya tertuju pada cahaya perak yang berada di samping mayat Qing Wen sebelum dikubur tadi.
Itu adalah sebuah kunci!
Qing Chen dengan cepat menyadari sesuatu, hanya ada satu buah kunci disini dan ada satu buah peti harta juga, jadi kunci ini pastilah kunci untuk membuka peti harta.
Ia dengan cepat mengambil kunci itu dan menyimpannya.
"Wen'er, suatu saat ketika aku berhasil menemukan roda reinkarnasi, aku pasti akan menghidupkan mu bersama dengan adikku. Akan baik jika kamu bisa menikah dengan adikku suatu saat ..."
Qing Chen mengepalkan tangannya dengan erat sambil
__ADS_1
"Aku harap itu sesuatu seperti herbal atau Pil yang dapat meningkatkan Kultivasi ku.."