Perjalanan Kembali Kaisar Abadi

Perjalanan Kembali Kaisar Abadi
Bersiap Meninggalkan Klan


__ADS_3

Seperti yang telah dijelaskan oleh pemimpin turnamen ketika turnamen akan dimulai. Hadiah yang akan diberikan pada peringkat 1 sampai dengan 5 adalah...


Untuk Peringkat Ke-lima : Mendapatkan 20 Pil Perbaikan Asal dan juga uang sebesar 1.000 Koin Emas.


Peringkat Ke-empat : Mendapatkan 25 Pil Perbaikan Asal dan juga uang sebesar 1.500 Koin Emas.


Peringkat Ke-tiga : Mendapatkan 3 Pil Bawaan asal dan juga uang sebesar 2.500 Koin Emas.


Peringkat Ke-dua : Mendapatkan 5 Pil Bawaan asal dan juga uang sebesar 3.500 Koin Emas.


Peringkat Pertama : Mendapatkan 10 Pil Bawaan asal, 5.000 Koin Emas, serta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Ujian Akademi Huanglong.


Mata setiap orang memandang kearah Qing Chen, karena tiket untuk mendaftar di Akademi Huanglong merupakan hal yang langka dan hampir setiap murid di Klan Qing menginginkan tiket itu.


Ketika Qing Chen berjalan maju untuk menerima hadiah, dia tiba-tiba menghentikan langkahnya dan sedikit melirik ke samping nya.


Sebuah seringai muncul di wajahnya, tetapi itu dengan cepat menghilang. Setelah dia berjalan turun, dia segera mengajak kakaknya untuk pergi.


Hanya ketika Qing Chen merasakan tidak ada orang lagi disekitarnya, dia mengambil tiket pendaftaran di Akademi Huanglong dan memberikannya pada Qing Xin.


"Adik, apa maksudnya ini?" Ekspresi Qing Xin menjadi serius, dia tidak lagi menggunakan panggilan Chenchen untuk memanggil adiknya.


Qing Chen menghela nafas dan berkata, "Aku tidak membutuhkannya kak, kurasa kakak lebih butuh ini daripada aku.."


Setelah selesai nya turnamen Klan, Qing Chen memutuskan untuk pergi berkelana dan meningkatkan kekuatannya.


Jika dia terus berada di Klan Qing, itu akan menghamba perkembangannya serta memperlambat kecepatan Kultivasinya.


Kota Hitam merupakan sebuah kota kecil yang terletak di sebelah selatan Kekaisaran Kiga, bahkan orang terkuat yang berada disana hanya berada di ranah Prajurit Dasar.


Bagi Qing Chen, menaikkan tingkat Kultivasinya sama sekali tidak sulit asalkan dia memiliki herbal dan juga bahan-bahan langka.


Akan tetapi jika dia menggunakan cara itu, Kultivasinya mungkin meningkat tetapi kekuatan keseluruhan serta pondasinya akan membuatnya kesusahan menerobos di masa depan.


Jadi, tidak ada gunanya untuk buru-buru bagi seseorang untuk meningkatkan Kultivasinya.


"T–Tapi.." Qing Xin terlihat enggan untuk menerima tiket masuk untuk ujian Akademi Yutian.


Akademi Yutian? Itu adalah akademi terkenal dengan pendiri akademi adalah orang yang berhasil menerobos Ranah Raja Beladiri.


Apa itu Raja Beladiri? Sebuah eksistensi yang sangat kuat dan terhormat di Kekaisaran Kiga. Bahkan Kaisar Kiga sendiri hanya berada di puncak Jendral Beladiri.

__ADS_1


Jadi, Akademi Yutian merupakan sebuah sekolah dengan banyak guru serta murid-murid jenius. Hanya orang yang bodoh yang menolak untuk mencoba mengikuti ujian masuk akademi itu.


Dan orang itu saat ini berdiri tepat di depannya, Qing Xin tidak tahu apakah Qing Chen benar-benar bodoh atau mempermainkan dirinya.


"Adik, apakah kamu tahu seberapa berharga tiket masuk ujian ini?" Qing Xin berbicara sekali lagi untuk mencoba meyakinkan Qing Chen.


"Aku sangat tahu kak, tapi aku tidak berminat untuk pergi kesana. Jadi, karena kakak tidak mau lebih baik aku membuangnya saja.." Qing Chen berkata seolah-olah dia benar-benar ingin membuang tiket itu.


"Tunggu!!.." Dengan malu-malu, Qing Xin berteriak mencoba menghentikan apa yang Qing Chen perbuat.


"B–Baiklah, aku akan menerimanya.. Terimakasih.." Qing Xin cukup malu dan mencoba menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya.


Dia menerima tiket tersebut dan berlari, "Hahh, punya kakak seperti ini ternyata menyenangkan.."


Qing Chen segera berbalik dan menuju ke kediamannya, itu terletak di lereng bukit. Karena matahari sudah hampir terbenam, angin dingin yang begitu menusuk segera berhembus.


Qing Chen yang sudah tiba di kediamannya beberapa saat yang lalu mulai berjalan dan kearah dapur untuk mengambil sebuah tungku pil.


Dia kemudian mengambil 10 Pil Bawaan asal yang dia dapatkan dari turnamen Klan. Meski Qing Chen saat ini masih berada di Ranah perbaikan, dia masih bisa memurnikan Pil Bawaan asal.


Tetapi Kai tidak menelan 10 Pil itu melainkan dia meremasnya hingga hancur dan memasukkannya kembali kedalam tungku.


Hanya dalam kurun waktu dua jam, keringat mulai mengucur deras membasahi tubuh Qing Chen.


Saat tungku pil mulai mengeluarkan cahaya terang, sebutir Pil berwarna emas berkilauan mulai muncul bersamaan dengan aroma harum yang memenuhi ruangan.


"Ha Ha Ha..." Qing Chen melepaskan kontrol atas api di dalam tungku, nafasnya begitu berat karena Qing Chen terlalu berlebihan dalam menggunakan energi mentalnya.


Tetapi kerja kerasnya terbayar dengan sebutir pil emas yang keluar dari dalam tungku.


"Pil Spirit Bintang satu.." Qing Chen bergumam dan mulai duduk untuk mengambil sikap lotus.


Dia membuka mulutnya dan menelan Pil Spirit tersebut.


Pil Spirit! Berbeda dengan Pil Kultivasi, Pil Spirit adalah jenis pil yang meningkatkan energi mental seseorang. Karena kelangkaannya, Pil Spirit bahkan di hargai satu juta koin emas di Kekaisaran Kiga.


Padahal, Pil tersebut sangat umum di jumpai di kehidupan Qing Chen sebelumnya.


Ketika pil tersebut mulai masuk kedalam tubuh Qing Chen. Aliran rasa hangat yang begitu nyaman mengalir dari kepalanya ke seluruh tubuhnya hingga berhenti di lautan kesadarannya.


Proses tersebut tidaklah menyakitkan melainkan sangat nyaman. Hanya setelah aliran rasa hangat itu menghilang, Qing Chen membuka kedua matanya.

__ADS_1


"Haahh.. Sekarang energi mental ku telah meningkat cukup banyak." Selian tubuhnya yang sudah basah kuyup karena Keringat, cairan hitam lengket memenuhi bagian atas tubuhnya.


"Hoek..." Karena Qing Chen sama sekali tidak tahan dengan baunya, ia segera pergi ke kamar mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya.


Karena dia baru saja mengkonsumsi Pil Spirit Bintang satu, kini kekuatan mentalnya hampir sama dengan seorang Alkemis Hitam Strip II.


Setelah membersihkan dirinya dan keluar dari kamar mandi, Qing Chen memutuskan untuk beristirahat.


Meski dia ingin melanjutkan berlatih, tetapi istirahat juga termasuk kedalam latihan. Jika Qing Chen terus berlatih tanpa henti, itu hanya akan merusak tubuhnya.


Qing Chen melemparkan tubuhnya keatas kasur dan tertidur seketika.


Pagi hari mulai menjelang, sinar matahari mulai menembus celah jendela dan mengenai tubuh Qing Chen yang tertidur lelap diatas kasur.


"Hoamm.. Sudah pagi hari rupanya, saatnya bersiap-siap..."


Qing Chen mengambil beberapa baju serta barang-barang yang dia perlukan selama meninggalkan Klan Qing.


Karena saat ini ia memiliki Cincin Dimensi, Qing Chen sama sekali tidak memerlukan sebuah tas untuk menaruh barang bawaannya.


Ketika dia berjalan menuju pintu rumah, suara ketukan pintu terdengar..


Klakk!!


Pintu terbuka, sosok pria setengah baya menatap sedih pada Qing Chen.


"Chen'er, apakah kamu benar-benar akan pergi?"


"Iya ayah.."


Melihat tatapan tegas di wajah anaknya, Qing Yun menghela nafas. "Baiklah, tapi jaga dirimu nak. Dunia duar sana tidak seperti yang kamu bayangkan.."


Qing Yun membuka lebar pelukannya dan memeluk putra tersayangnya dengan erat.


Merasakan aliran rasa hangat dalam hatinya, tanpa Qing Chen sadari. Matanya mulai meneteskan beberapa air mata..


Sudut mulutnya sedikit terbuka dan dia bergumam dengan pelan, "Baik ayah dam terimakasih..."


***


To Be Continued.

__ADS_1


__ADS_2