Perjalanan Kembali Kaisar Abadi

Perjalanan Kembali Kaisar Abadi
Turnamen Klan Qing V (Babak Ketiga)


__ADS_3

"Ada apa kakak? mengapa kamu memanggilku..." Qing Chen bertanya dengan senyuman di wajahnya.


Sedangkan Qing Xin, dia cemberut sehingga kedua pipinya menggembung, terlihat begitu imut.


"Kamu adik nakal! bagaimana kamu bisa tumbuh begitu kuat hanya dalam waktu beberapa minggu." ucap Qing Xin dengan sedikit marah, tetapi itu hanyalah penampilan luarnya saja, di dalam hatinya ia begitu senang Qing Chen menjadi kuat.


"Hehehe.." Qing Chen hanya membalas dengan tawa canggungnya.


Dia dan Qing Xin bukan saudara kandung, sewaktu kecil pada saat perjalanan pulang dari Kota Ken. Dia dan ayahnya menemukan seorang gadis kecil tergeletak di jalanan dengan tubuh penuh belas luka.


Karena merasa kasihan kepada gadis itu, Qing Yun akhirnya membawanya pulang dan memutuskan untuk mengadopsinya.


Dia dan Qing Chen tumbuh bersama sejak kecil, jadi hubungan mereka bisa dibilang sangat dekat.


"Sudahlah, karena kamu tidak mau menjawab, kakak tidak akan bertanya lagi... " Qing Xin mengalihkan pandangan dan kembali berkata, "Oh ya, apakah kamu tidak merasa lapar? kakak tahu restoran yang cukup enak disekitar sini."


Qing Chen merasa bahwa ia juga sudah lapar kali ini, karena Qing Xin menawarkan untuk mentraktir nya makan, tidak ada alasan baginya untuk menolak.


Apalagi kakaknya juga seorang gadis remaja yang sangat cantik.


Selang beberapa waktu berlalu, mereka berdua sampai di sebuah restoran yang cukup besar dan juga ramai pelanggan.


Qing Chen dan kakaknya masuk dan duduk di bagian pojok lantai pertama.


Itu adalah bangunan berlantai tiga dengan setiap lantai memiliki pelayanan yang berbeda.


"Permisi, aku ingin memesan makanan terenak disini." ujar Qing Xin pada pelayan yang datang kearah mereka.


Setelah makanan sampai, Qing Chen hanya berdiam diri dan melihat kakaknya makan, "Ada apa? Apakah ada sesuatu di wajahku?"


Melihat Qing Chen menatapnya dengan tajam, Qing Xin menundukkan wajahnya sedikit malu.


Qing Chen tersenyum manis dan berkata, "Tidak, hanya saja kamu terlihat cantik ketika sedang makan."


Qing Chen tanpa sadar mengungkapkan kata cantik pada kakaknya, itu seketika membuatnya malu dan mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Sudah cepat habiskan makanan mu, sebentar lagi babak ketiga akan dimulai." Qing Xin tidak dapat menutupi wajahnya yang memerah dan dengan cepat menghabiskan makanannya.


***


Setengah jam berlalu dengan begitu cepat. Semua peserta yang akan mengikuti babak ketiga atau babak final sudah berkumpul di atas panggung.


Setelah mendengarkan arahan dari pemimpin turnamen, mereka semua segera menuju ke ruang tunggu untuk menunggu bagian masing-masing untuk tampil.


Pertandingan pertama adalah Qing Yeyuo dengan Qing Lan, mereka berdua sama-sama wanita tetapi Kultivasi mereka sudah sampai di lapisan pertama tengah dari Alam Bawaan.


Begitu kedua wanita itu naik keatas arena, mereka berdua melesat dengan kecepatan yang hampir sama.


Ting! Ting!


Bunyi dentuman pedang terdengar keras di atas arena, mereka berdua berusaha dengan keras agar bisa memenangkan pertandingan ini.


Pada akhirnya Qing Yeyuo menang tipis dengan sekujur tubuhnya dipenuhi dengan luka. Dia tidak akan dapat bersaing lagi di putaran berikutnya.


Begitu pertandingan pertama di babak ketiga berakhir, pemimpin turnamen mulai memanggil dua nama untuk naik keatas arena.


Pertandingan kedua adalah Qing Bo dan Qing Shan...


Begitu nama mereka berdua di panggil oleh pemimpin turnamen, mereka berdua segera berjalan naik keatas arena.

__ADS_1


"Saudara Shan, kuharap kamu akan melawanku dengan serius kali ini." Qing Bo tersenyum sambil menagkupkan kedua tangannya untuk memberi hormat.


Setelah mereka berdua saling memberi hormat satu sama lain, mereka mulai mengambil jarak.


Senjata yang Qing Bo pegang adalah sebuah kapak besar tetapi tidak cukup tajam, sedangkan Qing Shan memegang sebuah belati kecil.


"Saudara Bo, aku tidak akan sopan.."


"Haha, kalau begitu aku juga tidak perlu sopan lagi saudara Shan."


Whengg!! Ting!! Duarr!!


Suara dentingan benda tajam terdengar keras di atas arena.


Qing Bo dan Qing Shan saling melepaskan serangan mereka masing-masing. Semua orang dengan bersemangat menyaksikan pertarungan mereka berdua.


Mereka berdua memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing. Dapat terlihat dari pertarungan mereka berdua bahwa Qing Bo memiliki keunggulan dalam hal kekuatan tetapi kecepatan sangat lambat.


Sedangkan untuk Qing Shan, dia sangat cepat dengan dua belati di kedua tangannya. Kecepatan itu membuat Qing Bo kesulitan untuk memberikan serangan padanya.


Waktu terus berlalu dan kedua murid Klan Qing yang sedang beradu di atas arena saat ini menjauh satu sama lain.


Mereka berdua menarik nafas panjang sambil menatap tajam satu sama lain. Qing Bo menderita luka paling banyak karena terus mendapatkan serangan dari Qing Shan.


Dia tidak bisa mengikuti kecepatan Qing Shan dan menyebabkannya menderita luka yang lebih banyak.


Sedangkan untuk Qing Shan, dia menerima beberapa luka dari Qing Bo. Walaupun lukanya lebih sedikit, tetapi luka itu lebih parah dari Qing Bo karena kekuatan yang Qing Bo keluarkan saat menyerangnya.


Mereka berdua kembali bentrok satu sama lain hingga akhirnya Qing Shan berdiri tegak di atas arena dengan Qing Bo yang tergeletak tak sadarkan diri di atas lantai.


Karena Qing Shan memanfaatkan kecepatannya dengan sangat baik, dia akhirnya dapat mengalahkan Qing Bo walaupun itu hanyalah kemenangan tipis.


Ketika pertarungan hampir dimulai, Qing Luo mengangkat tangan menandakan dia menyerah. "Kakak Xin, aku menyerah. Aku tahu kamu sudah menerobos ke lapisan ke-dua Alam Bawaan, aku sudah tidak dapat bersaing denganmu."


Qing Luo tersenyum pahit saat mengatakan hal itu, tetapi jika dia memaksa bertarung melawan Qing Xin. Itu hanya akan membuatnya menderita luka yang tidak perlu.


Qing Xin tersenyum manis dan menjawabnya, "Terimakasih Adik Luo."


Pertandingan ke tiga dimenangkan oleh Qing Xin karena Qing Luo menyerah. Qing Xin kemudian berjalan ke ruang tunggu dan menghampiri adiknya.


"Hehehe, aku menang." ucap Qing Xin sambil memberikan pose dua jari pada adiknya.


"Selamat kakak, tapi aku tadi sungguh berharap bahwa kamu akan bertarung." Qing Chen menghela nafas.


Jika dia bisa melihat kemampuan bertarung kakak perempuannya, dia bisa mencarikan teknik yang cocok dengan kakaknya.


"Hmph, dia sudah menyerah terlebih dulu ... kita bahkan belum sempat bertarung."


Setelah Qing Chen dan Qing Xin berbicara untuk beberapa waktu, pemimpin turnamen kemudian memanggil dua nama untuk naik keatas arena.


Dia nama itu adalah Qing Chen dan Qing Yan.


Kedua orang itu berjalan naik kemudian saling memberi tatapan satu sama lain.


"Tch, aku tidak menduga kamu bisa bertahan sampai babak ketiga. Tapi keberuntungan mu akan berakhir hari ini!!." Qing Yan menyeringai.


Qing Chen dengan acuh tidak menanggapi provokasinya, dia datang keatas arena dengan sebilah pedang besar di punggungnya.


Ketika Qing Chen melihat Qing Yan tidak menggunakan senjata, dia menancapkan pedang api hitam di lantai arena, sama seperti yang dia lakukan saat melawan Qing

__ADS_1


Qing Chen memegang pedang hitam besar di punggungnya, sedangan Qing Yan datang hanya dengan berlapiskan tinju saja.


Sama seperti sebelumnya, Qing Chen menancapkan pedangnya di atas lantai Arena. Melihat hal itu, Qing Yan tetap tenang dan tidak marah, ia sama sekali tidak begitu memikirkan apa yang Qing Chen lakukan.


"Pertandingan dimulai.."


Tepat ketika wasit mengumumkan dimulainya pertandingan, Qing Chen berlari maju mencoba membuat gerakan pertama.


Ia memukul bagian kiri tubuh Qing Yan tetapi dengan mudah dihentikan, Ia memukul bagian perut, wajah, punggung, dan sudut tubuh Qing Yan yang lain.


Mendapati serangan beruntun dari Qing Chen, Qing Yan segera memasuki mode bertahan, "Bagaimana orang ini bisa begitu hebat dalam pertarungan tangan kosong!!" Batin Qing Yan tidak percaya sambil terus menerus bertahan dari serangan Qing Chen yang mengincar titik lemahnya.


Merasa serangannya sia-sia, Kai mundur beberapa langkah kemudian segera melompat di udara.


"Hiaaa.."


Dia memukul kebawah dengan dorongan gravitasi membuat kekuatan serangannya sedikit bertambah.


Boomm!! Duaarr!..


Lantai Arena retak memperlihatkan Qing Yan yang menahan pukulan Kai menggunakan kedua tangannya.


Dia segera menjauh sambil mengambil nafas dalam-dalam, Seluruh energinya terkuras habis karena mencoba menahan pukulan Qing Chen yang begitu kuat.


Semua penonton terdiam, pertarungan tadi benar-benar begitu hebat untuk disaksikan.


"Hooaa... Apa itu tadi! Apakah ini adalah kekuatan yang dimiliki seorang Ranah Perbaikan? Bukankah itu terlalu kuat."


"Sial!! Kekuatan itu membuatku iri, aku juga seorang Lapisan Ke-delapan ranah perbaikan tetapi kekuatanku hanya sampah jika dibandingkan dengannya."


Terjadi keributan di tribun penonton, mereka semua membahas tentang kekuatan Qing Chen yang tidak masuk akal.


Setelah Qing Yan selesai mengambil nafas, ia segera memasang kuda-kuda, "Haaa..." Fluktuasi energi spiritual berkumpul di dalam dirinya, ia mencoba mengakhiri pertarungan ini dengan satu serangan.


"Aku tidak tahu kau begitu kuat, jika kau bisa menahan serangan ini, aku akan mengaku kalah."


Qing Yan segera berlari maju dengan kedua tangannya yang bercahaya, dia melepaskan pukulannya membentuk sebuah gelombang angin yang cukup kuat.


Qing Chen juga tidak diam saja, Dia segera melepaskan pukulan dari tangan kanannya untuk menahan serangan Qing Yan.


Duaar!!


Boom!!


Lantai Arena meledak, pelindung yang mengelilingi seluruh Arena juga hancur disebabkan lonjakan kekuatan dari Qing Chen dan Qing Yan.


Setelah asap menghilang, terlihat tubuh Qing Yan berdiri dengan darah menetes dari mulutnya.


"Kau kuat Junior, aku mengaku kalah." Tanpa sepatah kata lagi, Qing Yan segera turun dari Arena dan bermaksud melanjutkan latihannya.


"Tunggu Senior–." Ucap Qing Chen sambil berlari menghadang jalan Qing Yan.


"Ini terimalah, aku secara tidak sengaja menemukannya dan aku kira itu akan cocok dengan Budidaya Senior." Qing Chen memberikan sebuah buku coklat yang di bagian luar terdapat sebuah tulisan 'Tinju Peledak!!."


Qing Yan linglung sejenak, kemudian ia tanpa ragu megambil teknik itu dan mengucapkan terimakasih.


"Terima Kasih.."


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2