Perjalanan Kembali Kaisar Abadi

Perjalanan Kembali Kaisar Abadi
Berakhirnya Babak Pertama Turnamen


__ADS_3

Qing Chen terkekeh saat melihat sebuah pukulan dengan kekuatan yang sangat besar mengarah kepada dirinya, itu memiliki kekuatan dari seorang Prajurit di Lapisan ke-delapan akhir dari Ranah Perbaikan.


Qing Chen dengan santai membentuk sebuah pukulan di tangan kanannya, tanpa aliran Qi dan hanya bersumber dari fisiknya saja, Qing Chen dengan berani menerima Pukulan Qing Wu dengan pukulannya.


Bangg!!


Suara ledakan keras terdengar dari arena tiga, tepat ketika suara ledakan berakhir terdengar sebuah teriakan kesakitan dari Arena Ketiga.


Mata semua orang seketika beralih menuju Arena Ketiga, Semua orang memandang arena ketiga dengan mata tercengang. Di atas arena terlihat Qing Wu berlutut dengan tangan kanannya yang sudah benar-benar hancur.


Tulang Lengannya remuk, aliran darah menetes keluar dari lengan kanan Qing Wu, sedangkan raut wajahnya benar-benar pucat karena menahan sakit. Ia memandang Qing Chen dengan tatapan tidak percaya.


"Kamu... Kamu sudah berada di Lapisan Ke-delapan Akhir!!"


Qing Chen menyeringai sambil terkekeh, "Jika iya lalu apa?"


Pernyataan Qing Chen yang tiba-tiba membuat semua orang mengeluarkan keringat dingin. Dia adalah sampah dari Klan Qing, dua minggu lalu dirinya hanya berada di Lapisan ke-dua. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu dua Minggu, Qing Chen dapat menerobos 6 Tingkat sekaligus.


Jika dia sampah, lalu mereka apa? Sampah elit?


Semua orang menjadi sangat malu pada diri mereka sendiri.


Kini Qing Wu dilanda ketakutan dalam hatinya, ia dengan buru-buru berteriak, "Aku Menyerah!!"


Qing Wu sangat tahu bahwa tidak ada gunanya melanjutkan pertarungan, karena ia benar-benar sudah kalah, bukan hanya dari kekuatan fisik tetapi juga Kultivasinya.

__ADS_1


Segera setelah Qing Wu mengakui kekalahan. Teriakan mulai terdengar di tempat duduk penonton, Mereka yang bertaruh bahwa Qing Chen akan kalah hanya dalam tiga gerakan menjadi sangat malu.


Setelah kemenangan mudahnya dari Qing Wu, kini para peserta memandang Qing Chen dengan pandangan yang benar-benar berbeda. Awalnya mereka semua sama sekali tidak menganggap keberadaan Qing Chen dan hanya memperlakukan nya seperti seekor serangga lewat.


Tetapi setelah melihat kekuatan yang ditunjukkannya tadi, setidaknya itu setara dengan seorang Lapisan Ke-sembilan menengah dari Ranah Perbaikan.


Qing Chen segera kembali ke ruang tunggu dan duduk dengan tenang disana, pertarungan tadi sungguh membosankan. Qing Chen sangat ingin menguji kekuatan sepenuhnya, tetapi karena musuhnya hanya berada di Lapisan Ke-delapan, ia tidak begitu serius dalam melawannya.


Setelah selesai pertarungan Qing Chen dan Qing Wu, pertarungan selanjutnya juga cukup layak ditonton.


Kini Matahari sudah tenggelam kearah bawah, sinar matahari mulai menghilang dan digantikan sinar bulan berwarna keperakan.


Dengan ini, berakhir sudah babak pertama Turnamen Klan. Babak kedua akan dilanjutkan besok pagi-pagi sekali.


Qing Chen tidak langsung pulang, ia berniat menemui ayahnya terlebih dulu, Qing Yun saat ini masih berada di bangunan pengawas bersama dengan sembilan tetua lainnya.


Qing Chen melirik kesamping dan melihat sosok Pria Paruh baya yang memberikan perasaan hangat padanya, dia adalah Qing Yun, Ayahnya.


"Ayah... Kamu harus menepati janji yang kamu berikan dulu." Ucap Qing Chen tersenyum lebar.


"Hehe, ini baru Babak pertama Chen'er.. Besok musuhmu sama sekali berbeda dengan yang kamu lawan hari ini." Qing Yun tertawa sambil menjawab, Peningkatan putranya hari ini benar-benar membuatnya terkejut sekaligus gembira. Dengan ini reputasi putra nya yang di cap sebagai sampah perlahan akan menghilang.


"Tenang saja ayah, putra mu ini sangat kuat.. Siapa yang bisa mengalahkannya hahaha..." Dua orang saling tertawa bersama, hanya dengan melihatnya saja, orang sudah tahu bahwa mereka adalah keluarga yang bahagia.


"Baiklah Chen'er, ayah ada urusan jadi aku akan pergi terlebih dulu." Ucap Qing Yun sambil menggosok-gosok kan tangannya ke rambut Qing Chen.

__ADS_1


Qing Chen tidak menolak, ia sangat senang bahwa di kehidupan keduanya ini, ia memiliki seorang ayah. Dan ia juga begitu baik, sedangkan untuk Ibu... Qing Chen sama sekali tidak menemukan ingatan tentang ibunya dalam memori Qing Chen pemilik tubuh sebelumnya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ah apa sebaiknya aku pergi ke kota untuk melihat-lihat, Setelah aku bereinkarnasi aku sama sekali belum pernah menjelajahi Kota Hitam ini."


Setelah berfikir untuk waktu yang cukup lama, Qing Chen memutuskan untuk berjalan-jalan. Karena berjalan-jalan sendiri sangatlah membosankan, ia berniat mencari teman untuk menemaninya jalan-jalan.


Berjalan-jalan mengitari Klan Qing, Qing Chen sama sekali tidak menemukan teman yang tepat untuk ia ajak jalan-jalan.


Hingga sampailah dirinya disebuah tempat sunyi di hutan, itu berada tidak jauh dari wilayah Klan Qing tetapi tidak ada satupun dari 4 Klan yang berani mengakui Wilayah itu sebagai miliknya.


Hutan itu bernama Hutan Tiang Bo Hung Sha. Legenda mengatakan bahwa Tiang Bo Hung Sha merupakan nama seorang prajurit yang sangat Kuat yang dulu pernah berhasil mengalahkan Naga Azure yang merupakan pelindung Kekaisaran Long.


"Eh, bagaimana aku bisa sampai disini? ah sudahlah, aku sudah tidak memiliki minat lagi untuk menjelajahi Kota Hitam." Ucap Qing Chen, setelah itu ia melihat sebuah titik putih terang, itu begitu terang sehingga membuat tempat disekitarnya bercahaya.


Qing Chen terkejut dan segera berjalan mendekati titik putih terang itu, ketika jaraknya dengan titik putih terpaut 7 meter, seolah-olah memiliki kesadaran sendiri, Titik putih itu segera bergerak pergi.


"Eh, titik putih itu begitu aneh? apa sebaiknya aku mengikutinya.." Karena rasa penasaran nya, Qing Chen akhirnya memutuskan untuk mengikuti kemana Titik putih itu pergi.


Titik putih itu bergerak dengan begitu cepat sampai-sampai Qing Chen hampir kehilangan jejaknya. Setelah mengikuti titik putih untuk waktu yang lama. Qing Chen akhirnya menyadari bahwa titik putih itu memasuki sebuah Goa yang letaknya berada di bagian dalam Hutan.


"Eh, ada sebuah goa disini.." Qing Chen memperhatikan setiap sudut dari Goa itu dan menyadari ada yang aneh dengan Goa didepannya.


Goa itu cukup besar, pintu masuknya terlihat begitu seram dengan aura hitam pekat mengelilingi Goa, anehnya Qing Chen merasakan aura yang familiar keluar dari dalam Goa.


"Kenapa aku merasakan adanya perasaan yang familiar keluar dari dalam Goa ini?" Ucap Qing Chen dengan bingung sambil melihat-lihat sekitar Goa.

__ADS_1


Rasa Penasaran nya semakin besar dan besar, akhirnya ia memutuskan untuk memasuki Goa agar dapat menghilangkan rasa penasaran nya.


"Mari kita lihat, apa sebenarnya yang ada di dalam Goa ini!"


__ADS_2