Perjalanan Kembali Kaisar Abadi

Perjalanan Kembali Kaisar Abadi
Qing Yun Pulang


__ADS_3

Qing Chen mengerutkan kening, ia menatap para murid Klan Qing dan berkata dalam hatinya, "Apakah mereka bodoh secara permanen?"


"Hei sampah Klan Qing, cepat bersujud dan meminta maaf padaku, mungkin aku akan memaafkan mu setelah tidak sengaja melukaiku!"


Murid Klan Qing itu bernama Wu Dao, ia merasa bahwa Qing Chen berhasil melukainya kemarin malam adalah karena ia kurang bersiap. Dan sekarang ia sudah siap sepenuhnya, ia tidak percaya bahwa Qing Chen akan berhasil melukainya sekali lagi.


"Kalian para anjing Klan Qing, cepat kesini dan berlutut di hadapanku! mungkin aku akan bermurah hati hanya dengan mematahkan beberapa anggota tubuhmu." Qing Chen berkata dingin, ia sebenarnya ingin tertawa melihat seberapa bodohnya mereka semua.


"Bajingan!! ... Kamu mati!!" Wu Dao berteriak keras dan menggunakan beberapa keterampilan tingkat kuning rendah.


Pukulannya itu mengandung Qi seseorang yang berada di Lapisan Ke-empat akhir. Ketika Qing Chen terkena pukulan itu, itu cukup untuk membuatnya terbaring di kasur selama satu bulan.


Tetapi Qing Chen yang sekarang berbeda dengan Qing Chen dulu, ia sekarang telah berhasil menerobos ke Lapisan ke-lima, dan juga tubuh fisiknya bahkan lebih menakutkan. Itu setara dengan seorang yang berada di Lapisan ke-delapan awal.


Qing Chen tersenyum dingin, ia segera membentuk sebuah kepalan dan melepaskan nya menuju kearah tinju milik Wu Dao. Para murid lain yang menyaksikan tingkah Qing Chen tidak bisa menahan tawa, seseorang dari mereka mulai berbicara.


"Apa dia benar-benar ingin, hanya seseorang di Lapisan ke-dua, berani mengambil tinju Kakak laki-laki Wu."


"Hmph, beberapa saat lagi dia akan benar-benar hancur. Kakak Laki-laki Wu, berada di Lapisan Ke-empat akhir dan sebentar lagi akan segera menerobos ke Lapisan ke-lima. Sebenarnya sampah itu berani berkonfrontasi dengan nya secara langsung. Benar-benar cari mati."


Mereka mengejek Qing Chen dalam hatinya.


Dua pukulan saling bentrok satu sama lain, menghasilkan sebuah suara Bang!! Terdengar juga suara tulang patah, kemudian terdengar sebuah teriakan keras dari seseorang.


"Arrgghh..."


Mata semua orang terkejut melihat bahwa orang yang berteriak adalah Wu Dao, ia sekarang berdiri sambil memegangi lengan kanannya.


Kondisi lengan Wu Dao benar-benar buruk, dari bagian atas lengan darah merembes keluar. Lengannya membengkak dan juga seluruh tulang lengan nya patah. Itu benar-benar menyakitkan bagi Wu Dao yang hanyalah seorang karakter kecil yang tidak pernah mengalami pertempuran yang sebenarnya.

__ADS_1


Wu Dao sangat ketakutan, sebenarnya setelah bentrok dengan Qing Chen. Ia merasakan sendiri bahwa Qing Chen hanya menggunakan tubuh fisiknya, ia benar-benar tidak mengeluarkan setetes pun Qi kedalam pukulannya itu, jika tidak...


"Berlutut dan meminta maaf!" Qing Chen berkata dengan nada dingin.


Kembali Ke akal sehatnya, Wu Dao menjadi sangat marah, ia bahkan lupa fakta bahwa tangan kanannya lumpuh karena beradu pukulan dengan Qing Chen.


"Sampah!! bagaimanapun aku tidak akan berlutut dsn meninta maaf padamu! Ayo pergi!"


Ia berkata pada para teman-teman nya dan berniat pergi, "Berhenti!! apakah aku mengatakan kalian bisa pergi." Qing Chen berkata.


"Sampah, apakah kamu memiliki kekuatan untuk menahan kami untuk pergi!"


Tepat setelah Wu Dao menyelesaikan Kata-katanya, ia mengeluarkan sebuah teriak. keras lain.


"Arghh..."


Ternyata Qing Chen menendang kaki kiri Wu Dao hingga membuatnya setengah berlutut. Rasa sakit di kaki kirinya berakhir, Wu Dao kembali menjerit dengan keras. Kini kaki kananya terkena tendagan dari Qing Chen.


Wu Dao ketakutan, ia dengan buru-buru bersujud dan meminta maaf, saat ini hidupnya benar-benar dipertaruhkan. Ia tidak tahu bagaimana Qing Chen menjadi sangat kuat dalam waktu satu malam, tetapi kekuatan Qing Chen saat ini berada di atasnya.


Sementara itu, para teman-teman Wu Dao yang kekuatannya berada di bawahnya mau tidak mau harus mengikuti Wu Dao bersujud dan meminta maaf untuk mempertahankan nyawanya.


Qing Chen membiarkan mereka pergi setelah meminta maaf, ia kemudian segera ingat bahwa ada hal lain yang ingin dia lakukan.


Bertemu Ayahnya.


Rumah Qing Chen berada tidak jauh dari rumah Ayahnya, itu sekitar berjarak 1 Kilometer yang dipisahkan oleh hutan.


Qing Chen hanya memerlukan beberapa waktu untuk sampai di Rumah 6. Rumah itu begitu besar dan mewah. Bahkan luas dari halaman nya saja, itu beberapa kali lebih besar dari r FC ee0frlrllmumah Qing Chen saat ini.

__ADS_1


Ketika ia hendak memasuki Rumah Ayahnya, ia melihat sosok pria patuh baya yang memakai baju hitam kecoklatan, itu adalah baju resmi dari Klan Qing.


"Chen'er?" Qing Yun, melihat sosok Wing Chen yang berbeda dengan beberapa Minggu yang lalu. Ia menjadi terkejut dan bertanya.


"Ayah! apakah kamu berhasil menyelesaikan misi Klan?" Qing Chen dengan aneh menanggapi, di kehidupan sebelumnya dia hanya hidup dengan adik perempuan nya. Jadi sedari kecil Qing Chen belum pernah merasakan kasih sayang keluarga.


"Haha, tentu saja ayah berhasil!! apa kamu tahu ayahmu ini sangat kuat." Qing Yun berbicara sambil mengangkat bahu memerkan otot-otot tubuhnya yang besar.


"Haha.." Qing Chen tertawa dalam hati, ternyata ayahnya ini adalah seseorang yang humoris.


Melihat Qing Chen tertawa, entah mengapa hati Qing Yun menjadi sangat gembira, selama ini ia membesarkan Qing Chen dan hanya kali ini ia bisa melihatnya tertawa dengan tetang.


Qing Yun tahu bahwa anaknya selama ini tertekan karena julukannya sebagai seorang sampah, dan karena ia tidak memiliki satu teman pun, itu membuat Qing Yun menjadi sedih.


Tepat beberapa saat kemudian, Mata Qing Yun menyala, ekspresi kegembiraan nya berubah seketika menjadi ekspresi terkejut, "Chen'er kamu!! kamu!! sudah menerobos Lapisan ke-lima!!"


Qing Chen mengangguk sambil tersenyum, "Haha... 3 Minggu yang lalu ketika aku meninggalkan Klan kamu masih berada di Lapisan Ke-dua, sekarang hanya dalam kurun 3 Minggu Kamu berhasil menerobos 2 Lapisan... Siapa yang akan menyebut anak ku ini sebagai sampah!!"


Qing Yun tertawa terbahak-bahak dan kemudian mengajak Qing Chen masuk kedalam rumah. Rumah itu sangat besar dan dipenuhi dengan perabotan rumah, Ketika Qing Yun hendak masuk ke dalam ruangannya. Sesosok Wanita yang berusia sekitar 30 tahun-an datang menyambutnya.


"Suamiku kamu sudah pulang!"


Dia adalah Istri kedua Qing Yun, Ye Xun, dia adalah ibu dari Qing Pon. Ketika ia mendengar suaminya telah kembali ia menjadi sangat senang, tetapi ketik ia melihat di samping suaminya ada seorang pemuda, jejak Kebencian dapat terlihat dari matanya.


Tetapi dengan cepat jejak Kebencian itu menghilang, dia mengungkapkan senyuman manis dan segera mengajak Qing Yun ke ruang makan.


"Chen'er kamu juga ayo ikut!"


Mendengar bahwa Qing Chen juga akan ikut sarapan bersama, Ye Xun mengerutkan kening. Ia sangat membenci Qing Chen dalam lubuk hatinya.

__ADS_1


"Baik ayah." Qing Chen mengangguk dan berjalan bersama ayahnya menuju Ruang makan.


__ADS_2