
saat ia tengah berjalan hendak ke belakang jendela kelas.. seorang ibu menarik tangan nya!.
"neng mau kemana?"
"mau ke belakang Bu.. takut aji nangis kalo saya gak nemenin dia di sana!..
"udah neng. liatin nya di sini saja, jangan kesana,,
"tapi Bu, nanti aji malah nangis, nanti belajar nya jadi tidak pokus,!..
" aji gak bakal nangis neng.. kamu jangan kesana!. kemarin ada yang bunuh diri di makam sana! kamu tidak takut emang?"
"ya ampun Bu. kita hanya perlu takut pada Allah..bukan yang lain, dan lagipun saya tidak kenal dengan yang kemarin meninggal,!..
WITA pun melanjutkan berjalan,dan meninggalkan ibu ibu tersebut!.
WITA heran! kenapa hanya karna ada orang yang baru meninggal karna bunuh diri, mengapa nampak seperti ada hal yang patal. dan di takuti seluruh orang!..
WITA sampai di jendela kelas aji. dan nampak aji tengah duduk, memegang pensilnya erat, WITA tak menggangu aji. takut aji menangis, mungkin aji begitu karna teramat peduli pada keselamatan dirinya!..
namun WITA pun merasa tak akan terjadi apa apa!.. sebab dia bukan lah warga sini!. dan merasa tak pernah menyinggung siapapun!.
WITA melihat kembali ke rumah sang kakek.. nampak ayam ayam tengah makan!.
di mangkok yang telah tersedia, dan nampak halaman rumah tersebut selesai di sapuan..
WITA merasa kagum, karna walau yang tinggal hanya sang kakek. ia mampu menjaga kebersihan rumah nya!..
WITA ingin memberi sang kakek sedikit uang, kebetulan ia baru saja gajihan, menurutnya akan lebih berkah jika ia bersedekah.. namun WITA tak menemukan sosok kakek tersebut ..
mungkin kakek tersebut tengah mencari kayu bakar, atau tengah berada di dalam...
biarkan saja lah.. nanti jika berjumpa, ia akan memberikan nya!..
WITA nampak melihat satu kuburan baru.. terlihat dari tanah nya yang masih merah, dan di penuhi taburan bunga. dan di atas makan tersebut di tindih oleh satu batang daun kelapa!.
WITA tak merasa takut sama sekali.. walau jarak makan baru tersebut. nampak dekat dengan rumah sang kakek ...
__ADS_1
mata WITA berpetualang memperhatikan setiap sudut bagian rumah sang kakek..
rumah yang nampak tua dan usang! dan di kelilingi banyak pohon rindang, terlebih di samping makam besar, apa kakek tersebut tidak merasa takut?"
dan kenapa kakek tersebut hanya diam sendiri?" apa dia tak memiliki anak atau saudara!. sehingga mengharuskan nya tinggal sendiri...
WITA merasa iba pada kakek tersebut!..
beberapa hari WITA tak menemukan sosok kakek tersebut!.. biasanya kakek itu akan mencari ranting kering di makam sana!. tapi sudah beberapa hari. WITA menemukan sosok kakek tersebut!..
saat ia berencana akan mengunjungi rumah sang kakek tersebut, karna ia takut terjadi sesuatu pada sang kakek.
ia di kejutkan dengan sebuah tangan dingin yang menyentuh pundak nya!! . saat WITA menengok ternyata sang kakek tersebut sudah berdiri di depan nya!.
dari arah mana sang kakek dan mengapa tiba tiba ia bisa ada di halaman sekolah.. bukan kah rumah nya dan sekolah terhalang pagar yang lumayan tinggi..
WITA pun melupakan smua pertanyaan tentang dan bagaimana kakek tersebut tiba di sana?"
WITA kemudian memberikan satu lembar uang 50, 000 rbuan, yang telah ia niatkan memang untuk di berikan pada sang kakek..
"kek' ini saya ada sedikit rejeki.. untuk kakek jajan!.
"sama sama kek!.
kakek tersebut nampak memperhatikan WITA tanpa berkedip.. membuat WITA merasa canggung!.
kakek tersebut memegang tangan WITA! terasa bahwa tangan si kakek amat dingin. mungkin karna ia telah tua?"
kakek tersebut memberi tahu WITA, sesiapapun jangan ada yang melewati kebun bambu tersebut! jika ada maka taruhan nya adalah nyawa!.
karna pada jaman sebelum desa tersebut di bangun.. itu adalah kawasan para menyembah jin.. dan membuat perjanjian dengan sesepuh desa bahwa mau bangsa mereka atau bangsa dari desa tersebut di larang saling melintasi!.
itu sebab nya di buatkan sebuah makam yang lumayan luas.. agar tidak ada yang saling melintasi...
namun kemarin ada satu warga yang melanggar pantangan tersebut! ia berniat mencari kekayaan di sana? dengan bersekutu dengan bangsa jin!. namun sebuah janji harus tetap di tepati, karna ia melanggar sebuah pantangan yang telah di jaga turun temurun, maka ia pun meninggal dengan badan terjepit pohon bambu,
WITA yang mendengar pernyataan sang kakek, nampak kaget! dan mengapa sang kakek menceritakan smua itu padanya?
__ADS_1
padahal WITA pun tak ada niat sama sekali untuk melewati kebun bambu yang lebat itu!..
sang kakek melanjutkan pembicaraan nya!.
saat janji telah di ingkari, maka tidak akan ada kepercayaan dari masing masing kelompok!.
WITA yang mendengar ucapan sang kakek merasa kasihan, mungkin sang kakek tersebut menceritakan pada. dirinya, karna merasa kecewa terhadap orang yang melanggar pantangan tersebut!.
lagipun ia tinggal dekat dengan makam dan pohon bambu tersebut.. pasti bukan hal yang mudah untuk nya!!
WITA pun di kagetkan dengan panggilan aji dari dalam kelas ... WITA menengok sejenak pada aji.. dan saat ia kembali menengok ke arah sang kakek.. kakek tersebut telah berada di depan pintu rumah nya .dan berjalan masuk kemudian menutup pintu rumah nya ..
WITA yang kaget, karna bagaimana mungkin kakek tersebut bisa berjalan secepat itu..dan lewat mana?" apa kakek tersebut bisa terbang?" sampai bisa melewat pagar yang cukup tinggi!..
terlebih jalan sang kakek yang nampak tertatih karna paktor usia pun, rasanya mustahil jika kakek tersebut melewati pagar dengan sangat cepat!..
WITA tak ingin mencari tahu bagaimana sang kakek mampu berjalan amat cepat..
bel sekolah pun berbunyi.. menandakan jam pulang telah tiba!.
WITA yang menghampiri aji dan bergegas untuk berjalan pulang. .. tak lupa aji membeli sebuah jajanan untuk ia makan sambil jalan..
sepanjang perjalanan aji menceritakan pelajaran pada WITA, namun WITA justru memikirkan pasal kakek tersebut..
bayangan wajah dan tangan dingin sang kakek terasa menari di pikirannya!
saat ia melewati kebun nangka tersebut!.. ada rasa berat di bagian tengkuk nya.. WITA mengira bahwa ia merasa lelah. atas pekerjaan yang ia geluti .
sat melewati warung nasi. WITA di panggil seorang ibu ibu. yang di perkirakan usia nya 45 tahun,
ibu Ter sebut sangat kagum pada WITA,
dan menanyakan asal muasal dan keberkahan WITA bekerja di rumah aji?"
WITA menjawab smua pertanyaan dari ibu tersebut dengan ramah dan sopan!.
aji merengek dan ingin segera pulang, WITA pun menuruti aji. dan berpamitan pada ibu tersebut ..
__ADS_1
sesampainya di rumah. sudah banyak ibu ibu di sana! di rumah aji tengah di adakan acara posyandu.. yang di adakan secara bergilir di rumah warga! dan kali ini bagian rumah aji yang menjadi tuan rumah!!