
Tidak berselang Lama, ibu Lastri keluar dengan tiga cangkir kopi hitam dan sebuah singkong rebus di atas sebuah piring.
"Ayo Nak, silahkan di minum dan makan kudapan nya" Ucap Ibu Lastri pada Wawan.
"Terima kasih banyak Bu, maaf sudah merepotkan" Jawab Wawan.
Pak Pali meminum kopinya dan mengambil sepotong singkong rebus. kemudian memakan nya.
"Pak, Bu, maaf sebelumnya. saya mau meminta maaf. karna saya yang sudah menabrak Putri Ibu dan Bapak. saya benar benar tidak sengaja. tapi memang, itu semua adalah kesalahan Saya. yang tidak berhati hati dan memperhatikan jalanan yang saya lalui. hingga menabrak Putri bapak dan ibu. saya mohon maaf yang sebesar besarnya." Ucap Wawan.
Pak Pali yang mendengar penuturan Wawan hanya diam. rupanya Wawan tidak main main dengan ucapan nya. Biasa nya lelaki yang berusaha mendekati Lastri. akan Hilang keberanian ketika berhadapan dengan Ayah nya Lastri. yang memang bersuara kencang dan berwajah Galak tersebut.
Pak Pali tahu betul, jika Wawan menyimpan rasa terhadap Lastri. bagaimana tidak? sedangkan banyak sekali lelaki yang menyimpan rasa kepada Lastri. keponakan nya yang memiliki paras yang memang sangat Cantik tersebut.
Tapi, tidak sedikit pula lelaki yang mundur. ketika berhadapan dengan Ayah Lastri.
Namun, Wawan justru mengatakan dan membuktikan ucapan nya. dia benar benar meminta maaf kepada kedua orang tua Lastri.
"Apa? jadi kamu yang sudah menabrak Lastri?" Jawab Ayah Lastri. ..
"Iya pak, Saya tidak sengaja menabrak Putri bapak. Jika bapak ingin meminta ganti rugi saya siapkan berapapun nominalnya. dan jika bapak ingin menghukum saya. Maka, saya akan siap menerima nya" Ucap Wawan.
"Apa kamu anak orang kaya?" Jawab Ayah Lastri.
"Bukan, saya hanya anak orang biasa Pak" Ucap Wawan. .
."Jika kamu anak orang biasa, mengapa kamu berkata bersiap menyiapkan berapapun nominal jika saya meminta ganti rugi?" Jawab Ayah Lastri.
"Walau pun saya orang Miskin, jika saya melakukan kesalahan. maka saya akan siap melakukan apapun untuk menebusnya Pak." Ucap Wawan. .
"Seperti Mencuri?" Jawab Ayah Lastri. .
__ADS_1
"Jika saya mencuri, sama saja saya melakukan kejahatan yang lain, dan bukan memperbaiki kesalahan saya. itu justru menambah kesalahan saya" Ucap Wawan. .
"Lalu, kamu akan membayar ganti rugi dengan apa? sedangkan kamu bukan anak orang kaya. dan kamu juga bukan pencuri?" Jawab Ayah Lastri.
"Saya masih memiliki tubuh yang sehat pak, saya akan membayar semua nya dengan tenaga yang saya miliki" Ucap Wawan. ..
"Sayangnya, saya tidak memiliki cukup uang untuk menggaji mu, dan memberimu makan" Jawab ayah Lastri.
"Jika bapak menginginkan saya membayar kesalahan saya dengan tenaga saya. saya bersedia melakukan itu walau tanpa di bayar dan di beri makan. In Sha Allah, jika saya melakukan perbuatan yang benar. saya percaya Allah akan membantu saya" Ucap Wawan.
Ucapan Wawan benar benar membuat Lastri terkejut, tidak pernah dia mendapati seorang lelaki yang begitu teguh dalam mempertanggung jawabkan kesalahan nya. bahkan dia sama sekali tidak takut. untuk mengakui semua kesalahan yang tidak sengaja dia perbuat. ..
Lastri memandang Wawan. Lastri baru menyadari, kalau Wawan memiliki wajah yang begitu tampan, dan memiliki tubuh yang terbilang cukup bagus. Wawan juga memiliki keberanian yang terbilang besar. dan memiliki ketaatan kepada sang kuasa.
Apakah Wawan benar benar akan melakukan apa yang dia katakan?
"Baik, kalau begitu buktikan ucapan mu" Jawab ayah Lastri.
"Bekerjalah pada saya. dan kerjakan pekerjaan saya di kebun. Namun, saya tidak memiliki cukup uang untuk menggaji mu. dan tidak memiliki cukup makanan untuk kau makan" Jawab Ayah Lastri.
"Baik pak, saya akan melakukan apa yang bapak inginkan. semua nya demi menebus kesalahan yang saya lakukan" Ucap Wawan.
"Kamu dari mana Nak? Ibu belum pernah melihat kamu di daerah sini?" Tanya Ibu Lastri pada Wawan.
"Saya dari Desa Cibuaya Bu, saya datang ke rumah pak Pali. untuk mengambil beberapa tanaman obat" Jawab Wawan
"Oh, apa kau bisa mengobati berbagai macam penyakit?" Tanya Ayah Lastri.
"Tidak Pak, Ayah saya yang bisa mengobati penyakit. saya tidak bisa melakukan apapun" Jawab Wawan.
"Oh begitu? jadi, kapan kamu bisa membantu saya di kebun?" Tanya Ayah Lastri.
__ADS_1
"Kalau di ijin kan, apakah saya boleh mengantarkan tanaman obat yang di minta oleh Ayah saya dulu? baru setelah itu, saya akan datang kembali ke sini" Jawab Wawan.
"Apa kau tidak akan mangkir?" Tanya Ayah Lastri.
"Saya sudah berjanji, maka saya tidak akan berani untuk mengingkarinya Pak. Namun, jika bapak tidak mempercayai nya. saya bisa meninggalkan beberapa barang pribadi saya disini. atau bapak bisa ikut dengan saya ke rumah kedua orang tua saya." Jawab Wawan.
"Tidak, semua itu tidak perlu. baiklah saya akan mengijinkan kamu untuk pulang dulu ke rumah mu" Ucap Ayah Lastri.
"Terima kasih banyak Pak" Jawab Wawan.
Pak Pali hanya diam dan tersenyum. dengan apa yang dia lihat dan dengar. Anak dari teman yang dulu pernah menyelamatkan dirinya. rupanya memiliki keberanian yang tidak terlihat. Ya, Wawan memang memiliki penampilan yang sangat Lugu dan kalem. Walau memiliki perawakan yang cukup bagus dan wajah yang tampan. Namun, Wawan tidak menonjolkan ketampanan yang di miliki nya.
pak Nawi, dulu sering bercerita. bahwa Wawan tidak memiliki kemampuan seperti dirinya. dan tidak juga menuruni bakat yang di miliki teman nya itu. Bahkan tak jarang, Nawi bercerita bahwa Wawan lebih suka menghabiskan waktu di Mushola. dari pada membantu pekerjaan Ayah nya.
pak Pali benar benar tidak menyangka. bahwa anak dari teman nya. bisa membuktikan perkataan nya. dengan bersedia meminta maaf secara langsung, dan bahkan menyanggupi syarat yang tak masuk akal dari kakak ipar nya.
Wawan nampak bercengkrama dengan Ayah Lastri, bahkan Wawan terlihat begitu tegas namun tetap sopan. tidak pernah Wawan melihat ke arah Lastri, walau Pak Pali tahu betul. jika Wawan menyimpan rasa terhadap Lastri. keponakan nya itu. .
Setelah cukup lama bercengkrama. Wawan dan pak Pali akhirnya berpamitan untuk kembali ke rumah. karna pak Pali harus mencari beberapa tanaman obat yang di minta Ayah Wawan.
"Mengapa kamu menyanggupi syarat yang tidak masuk akal dari Kakak ipar ku?" Tanya pak Pali, ketika keduanya berjalan pulang.
"Itu salah say pak, dan saya juga harus menebus kesalahan yang saya buat" Jawab Wawan.
"Apa Ayah mu akan memberimu ijin?" Tanya pak Pali.
"In Sha Allah pak," Jawab Wawan.
"Lastri itu, keponakan ku yang paling ku sayangi. sejak kecil, dia tidak pernah membuat onar atau pun nakal. Wajah Lastri sangat Mirip dengan Almarhumah istriku. Lastri juga sangat baik, dia tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun disini. dia sering membantu orang lain, hanya saja, kecantikan yang di miliki nya. tidak jarang menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. banyak sekali pemuda yang mengidam idam kan Lastri untuk menjadi istrinya. Hingga membuat beberapa gadis di sini. merasa cemburu terhadap Lastri. Sejak kecil, Lastri selalu ikut dengan Saya dan Istri. karna saya dan istri tidak memiliki anak. kami sudah menganggap Lastri seperti anak kami sendiri. " Ucap pak Pali.
Wawan hanya mengangguk. menandakan bahwa dirinya tahu. apa yang di rasakan pak Pali.
__ADS_1