Perjalanan Menutup Mata Batin

Perjalanan Menutup Mata Batin
KEMBALINYA KEBIASAAN WITA


__ADS_3

6 Tahun Kemudian.........


Wita, telah tumbuh menjadi gadis kecil dengan rambut ikal. tidak sedikit warga kampung yang menyukai rambutnya. bahkan ada yang sengaja memotong rambutnya. hanya untuk menyimpan atau menjadikan nya gantungan kunci.


Entah apa yang mereka sukai dari rambut WITA. hingga di satu ketika, ibu WITA telah geram dengan perbuatan tetangga nya. yang memotong rambut putrinya.


Hingga dia memotong rambut WITA dengan gaya rambut anak lelaki.


Ibu Wita tentu saja tidak tahu alasan mereka melakukan itu? selama ini, Putrinya terlihat baik baik saja. dia sama sekali tidak pernah memasuki area rumah warga. Namun, mengapa mereka berbuat seperti itu?


^^^"Nyai, Naha rambut Wita di potong?(Nyai, kenapa rambut WITA di potong?" tanya Ayah Wita yang baru datang dari Ladang.^^^


Wita yang tengah asik bermain di halaman rumah nya. hanya diam tanpa mengerti apa yang di katakan Ayah nya tersebut.


"Enya kang, Abi cape kang. rambut Wita Tos Aya NU motong deui wae! jadi ku nyai di potong pondok sekalian!(Iya kang, aku cape kang. rambut Wita udah ada yang potong lagi! jadi sama nyai di potong pendek sekalian!" Jawab ibu Wita.


"Ya Allah, Naha warga kampung iyeu teh meni ku tega tega teuing? padahal Wita teu pernah ngaganggu aranjena? Tapi Naha aranjena tega kieu Ya Allah.(Ya Allah, kenapa warga kampung ini tuh tega sekali? padahal Wita gak pernah mengganggu mereka? Tapi, kenapa mereka tega sekali Ya Allah"Ucap Ayah Wita.


Ayah serta Ibu Wita, merasa sangat heran dengan tingkah beberapa warga kampung. selama ini, Wita tidak pernah mengganggu mereka semua? bahkan Wita selalu asik bermain sendiri di halaman rumah nya.


Lalu, apa alasan mereka berbuat hal tersebut?


Tidak kah mereka pikirkan kedua orang tuanya? jika anak mereka yang mendapat perlakuan yang sama. tentulah mereka juga akan marah?


Tanpa mereka sadari, jika putri mereka memiliki suatu kemampuan. yang tidak di miliki anak pada umumnya. Mereka hanya tahu jika Wita selalu anteng dan asik bermain sendiri. padahal dalam penglihatan Wita, dia bermain dengan seorang anak. yang selalu menemani nya bermain di siang hari.


Setelah Lima tahun enam bulan ini, Wita tidak lagi hilang di waktu malam. dari usia Wita menginjak satu bulan. Wita selalu hilang entah kemana? dan dengan cara apa?


Kehilangan Wita selalu membuat kedua orang tua nya kelimpungan, mereka selalu heran? dengan hilang nya bayi berusia satu bulan itu.

__ADS_1


Aneh nya Wita selalu di temukan di tempat yang pernah mereka cari, Entah itu di atas kasur, atau malah di atas ayunan yang sengaja di buat untuk nya.


Kedua orang tua Wita berpikir, bahwa kebiasaan Wita telah selesai. Sudah beberapa tahun ini Wita tidak hilang secara tidak masuk akal. Hingga di suatu malam. Wita yang tertidur bersama ibunya di dalam kamar nya. sedangkan Ayah Wita tengah duduk di ruang tengah rumah nya. sedang menonton TV jadul nya.


Tepat pukul 11,30 malam ...


Sang Ayah tertidur di hadapan TV yang masih menyala. sedangkan ibu Wita tengah terlelap di atas kasur bersama putri nya.


Hingga suatu ketika......


Wita berjalan dalam kondisi tertidur. dia terus berjalan hingga melewati Sang Ayah yang tertidur tepat di hadapan TV yang masih menyala. Wita terus berjalan melewati setiap sudut rumah nya. hingga berhasil membuka Pintu belakang rumah nya.


Wita terus berjalan. melewati kebun pisang yang tepat berada di belakang rumah nya.


Kondisi kampung yang masih sangat Asri, yang terdapat banyak sekali pepohonan dan kebun kebun warga. membuat jarak penglihatan berkurang.


Namun Wita terus berjalan melewati kebun kebun warga. Hingga Wita berhenti di sebuah kebun kelapa milik salah satu tetangga nya.


"Kang............" Teriak ibu Wita saat mendapati Wita tidak berada di tempat tidur nya.


Seketika Ayah Wita bergegas berjalan menuju sumber suara. dengan beribu pertanyaan dalam benak nya. apa penyebab istrinya berteriak sekencang itu di pagi buta ini.


"Aya naon nyi?(Ada apa Nyi?)" Jawab Ayah Wita setelah sampai di kamar istrinya.


"Wita kang, Wita teu Aya di kasur?( Wita kang, Wita gak ada di kasur?" Ucap Istrinya dengan wajah nampak begitu cemas.


"Di Kamar Cai mereun Nyi?( Di kamar mandi mungkin nyi?)" Jawab Ayah Wita. dengan mata yang masih mengantuk.


Ibu Wita bergegas turun dari atas kasur nya. dia berjalan begitu tergesa pergi menuju kamar mandi rumah nya.

__ADS_1


Kamar mandi rumah Wita berada terpisah dari rumah nya. jika hendak ke kamar mandi, maka mereka harus keluar dari dapur dan pintu dapur rumah mereka.


Karna letak kamar mandi mereka tepat berada di dekat pohon pisang yang berada di belakang rumah mereka.


Ibu Wita berjalan begitu tergesa. hingga dia mendapati pintu dapur mereka tidak terkunci. dan sedikit terbuka. dengan perasaan yang semakin kacau. Ibu Wita berjalan dan mendapati kamar mandi mereka kosong. dia melihat ke sekeliling kamar mandi. bahkan menelisik kebun pisang yang terlihat masih gelap.


."Kang...... Akang( Kang....Akang)" Teriak Ibu Wita.


Ayah Wita bergegas menghampiri istrinya. yang kembali berteriak.


"Kumaha Nyi? Aya Wita na( Gimana Nyi? Ada Wita nya)" Jawab ayah Wita kepada istrinya.


"Kang, Wita teu Aya di kamar Cai, tadi panto dapur teu di konci kang!( kang, Wita gak ada di kamar mandi, tadi pintu dapur gak di kunci kang!) Ucap Ibu Wita dengan mata mulai tergenang air.


"Hah? panto TOS di konci ku akang nyi( Apa? pintu udah di kunci sama akang nyi) Jawab Ayah Wita.


"Ya Allah kang, Wita kamana kang! Wita.....( Ya Allah kang, Wita kemana kang! Wita.....)" Ucap Ibu Wita yang mulai menangisi anak nya.


"Astagfirullah, nyai sabar. akang yakin Wita teu ku nanaon,( Astaghfirullah, nyai sabar. akang yakin Wita gak apa apa)" Jawab ayah Wita sembari menenangkan istrinya. yang menangis tersedu di gelap nya malam.


Ayah Wita membawa istrinya masuk ke dalam rumah. dia meminta istrinya berdoa dan mencari Wita di setiap sudut rumah nya. termasuk mencari ke dalam lemari. takut, jika Wita berada di dalam lemari atau di kolong kolong meja rumah mereka.


Mengingat Wita yang bayi dulu sering menghilang secara tiba tiba. membuat Ayah Wita berpikir jika Wita pasti akan di temukan. atau akan muncul dengan sendiri nya seperti dulu.


"Nyai, nyai inget Wita baheula sok ngaleungit. Tapi, Sok Aya sorangan kan? akang Yakin, Wita pasti Aya di Imah iyeu, URang tunggu adzan subuh.( Nyai, nyai inget Wita dulu suka hilang. Tapi, suka ada sendiri kan? akang Yakin, Wita pasti ada di rumah ini, kita tunggu adzan subuh.)" Jawab Ayah Wita.


Ya, Wita yang dulu memang sering hilang.orang tua nya akan sibuk mencari Wita ke setiap penjuru rumah mereka. Namun, Wita akan tiba tiba ada dengan sendiri nya setelah adzan subuh berkumandang.


Ayah Wita Yakin, saat adzan subuh nanti. pasti putrinya akan tiba tiba muncul di rumah mereka. dengan keyakinan yang begitu kuat. dia berusaha terus berdoa. agar apa yang dia harapkan benar benar terjadi.

__ADS_1


Berbeda dengan sang istri, dia terus menangis. mengingat pintu dapur rumah mereka telah terbuka. dia Yakin, jika putrinya pasti di culik seseorang. tidak mungkin anak sekecil Wita bisa membuka kunci pintu dapur. yang berada tepat di atas kepala nya.


..................


__ADS_2