
makhluk itupun dengan cepat menghampiri WITA, ia mencengkram leher WITA, dengan kuku yang tertancap di kulit WITA,
saat makhluk tersebut hendak mencakar dengan sebelah tangan nya, WITA dengan cepat memukul makhluk tersebut dengan kayu tadi, hingga cengkraman makhluk itu terlepas,...
WITA dengan nafas yang memburu memandang makhluk itu tanpa membiarkan kan hilang dari pelupuk mata,
makhluk tersebut berdiri dan memegang sebuah tubuh lelaki, yang nampak di basahi darah segar yang tak henti hentinya bercucur,
lelaki tersebut nampak lemas dan kesakitan,
WITA yang geram akan hal itu, membuat amarahnya membara,
ia melawan makhluk itu dengan susah payah, dengan beberapa bacaan ayat suci Al Qur'an yang ia lontarkan, tak mampu membuat makhluk itu binasa!.
hingga pada akhirnya sang kakek memberi tahu, jika stiap makhluk memiliki 1 kelemahan,
dan kelemahan tersebut akan nampak dari yang tertutup,
WITA berpikir dan mencari tahu kelemahan makhluk itu..
ia terbanting dan terlempar oleh makhluk itu,. tubuh WITA yang kecil memang bukan lah tandingan makhluk yang besar itu, namun WITA merasa amarahnya memuncak...
hingga ia melihat ada sebuah batu berwarna merah menyala di bagian dada makhluk tersebut,
WITA akhirnya yakin bahwa itu lah kelemahan nya,. . dengan sisa tenaga yang di milikinya! WITA bangkit dan menghampiri makhluk tersebut, sambil membaca Allahu Akbar yang ia lontarkan dengan sedikit menjerit,..
ia merebut batu merah tersebut dari makhluk itu, dan membaca ayat kursi sampai darah membasahi tangan WITA,
WITA berhasil merebutnya makhluk itu hendak merebutnya
dan WITA dengan sigap memecahkan. batu tersebut dengan sebuah batu, hingga batu merah tersebut hancur berkeping keping,
makhluk tersebut nampak sangat marah,
ia mencekik WITA dengan tangan besarnya! WITA yang tercekik berusaha melepaskan diri, .
namun apa daya ia hanyalah gadis kecil yang tak memiliki kekuatan apa pun...
.
hingga ia melihat sosok ibu nya, yang tengah menangisi dirinya,
WITA berpikir bahwa hidup nya tak akan berakhir disini!..
WITA kemudian, memukul makhluk tersebut dengan 1 buah tangan kosong nya, saat iya terbebas, dengan cepat kilat ia menusuk dada makhluk tersebut dengan sebuah gantung yang amat tajam, hingga makhluk tersebut terjatuh dan mati,
dengan keringat yang membasahi tubuh, dan napas yang memburu, dengan beberapa luka dan darah di tubuhnya, ia menghampiri sang kakek!
"kamu berhasil musnahkan penghuni nya nduk!. maka musnahkan pula rumah nya?"
__ADS_1
dengan cepat WITA menghancurkan apa yang ia lihat..baik rumah kursi, dan apapun yang ia lihat,
hingga ia tiba bertemu dengan lelaki yang tadi di cekik oleh makhluk besar tadi,
"tusukan tombakmu nduk!.
WITA bergeleng, karna ia tidak mungkin membunuh orang,
namun sang kakek menjelaskan, bahwa orang tersebut telah meninggal secara raga, hanya Sukma nya yang tertahan di sini,
jadi untuk membuat ia tenang maka bunuh lah Sukma nya!
WITA menolak nya,
dan ingin berjalan pulang, namun sang kakek menjelaskan, bahwa sebenarnya dirinya bukan lah bentuk raga, melainkan Sukma?
itu sebabnya smua orang tak bisa melihat dirinya!..
dan ia juga menjelaskan bahwa WITA memiliki apa yang tidak di miliki manusia pada umum nya! bahkan darah WITA yang hangat mampu menembus alam ghaib ..
itu sebab nya WITA bisa melihat apa yang tidak bisa di lihat kebanyakan orang!
dan jika WITA tidak melakukan hal tersebut, maka bukan hanya Sukma lelaki itu namun Sukma nya dan Sukma sang kakek juga akan tertahan di sana?
mendengar itu, WITA tak ingin jika ia tak bisa pulang, akhirnya dengan mengucap kata maaf serta inalillahi ia menusukan tombak nya pada lelaki itu,
dan sekejap mata lelaki yang ia tusuk nampak lebih bersih dari sebelumnya,
WITA ingin kembali pulang, di temani kakek ia keluar dari kebun bambu itu,
saat tiba di penghujung kebun bambu itu, kakek tersebut menyuruhnya untuk membakar habis kebun bambu itu,..WITA menuruti ucapan sang kakek dan membakar kebun bambu itu dengan obor yang ada di rumah sang kakek...
setelah membakar kebun itu, WITA kembali dan sang kakek ingin mengobati luka yang ada di tubuh WITA, WITA di obati di rumah sang kakek!..
karna rasa lelah WITA pun tertidur di rumah sang kakek!.
ia melihat kakek itu membelai pucuk kepala nya..
di pagi hari smua warga di kagetkan dengan kehilangan WITA,
WITA yang hilang tanpa jejak membuat se isi rumah panik bukan main...
mereka smua mencari WITA di seluruh desa, hingga pada akhirnya seseorang menyarankan untuk mencari di makan besar,
mereka pun berjalan menuju makam besar,
dan menemukan WITA tengah berbaring di atas gundukan tanah yang merupakan makam aki leluhur,
. mereka serentak menghampiri WITA, dan membangunkan WITA, nampak juga bahwa kebun bambu itu nampak kering,
__ADS_1
mereka merasa aneh dengan apa yang di lihat, WITA terbangun dengan kaget, karna sudah banyak warga yang melihatnya,,
saat terbangun mereka bertanya mengapa WITA ada di sini?"
WITA hanya menjawab semalam di obati oleh kakek di rumah nya!
saat WITA melihat ke belakang, di sana nampak kosong, tidak ada rumah, hanya ada pohon Caringin yang berdiri tegak dan pohon nangka,
ia lebih terkejut kala ia tertidur di sebuah gundukan tanah, yang memiliki batu nisan yang terbuat dari sbuah bongkahan batu!..
WITA yang terkejut, tak bisa berkata apapun
akhirnya warga desa membawa WITA kembali pulang ke rumah aji,
mamah aji yang nampak menunggu dengan risau di depan rumah sangat lega kala melihat WITA di temukan!..
WITA di dudukan di teras rumah dengan beralaskan kasur lantai dan bantal yang melindungi nya dari tembok.. .WITA di beri minum air putih dan menyuruhnya untuk tenang sejenak,...
setelah beberapa lama. WITA nampak pulih
"dek! kamu udah enakan?" ucap bapak bapak kemarin
"iya pak. udah lebih baik..
"apa yang sebenarnya terjadi?" hingga kamu berada di makan besar?"
"saya tak tahu! saya hanya tidur di kamar dan bermimpi di ajak sama kakek tua itu berjalan dan menuju kebun bambu, saya sempat menolaknya karna bukannya itu daerah terlarang, namun kakek tersebut memaksa saya untuk masuk, saya pun hanya menurutinya, dan memasuki kebun bambu itu, setelah cukup dalam berjalan, saya berjumpa dengan sbuah gapura di dalam sana!. dan kakek tersebut menyuruh saya untuk menghancurkan apa saja yang di rasa membuat saya terancam, dan menyuruh saya untuk tidak takut .
" lalu?"..
"saya pun masuk dan menemukan sbuah perkampungan tempo dulu, dan menemukan beberapa warga juga di sana!..
dan menemukan satu makhluk yang tinggi besar dan memiliki taring yang amat besar dan panjang, dia mencengkram SEOrang pria paruh baya dengan berlumuran darah,
saat makhluk tersebut hendak menyerang saya melawannya dengan segenap tenaga, . setelah makhluk itu berhasil di kalahkan, pria tersebut meminta di sempurnakan dengan cara di tusuk oleh tombak ya ada di sana!
awalnya saya menolak, namun kakek itu menyuruh saya melakukan nya, karna pria itu hanya sbuah Sukma,
dan saya pun melakukan nya, dan pria tersebut berubah menjadi lebih bersih dan tenang,
saya pun kembali bersama kakek itu, dan kakek itu menyuruh saya untuk membakar kebun bambu tersebut, saya pun mengambil sbuah obor di rumah kakek itu,
dan setelah terbakar, kakek itu menyuruh saya ke rumah nya, untuk di obati beberapa luka saya!
hanya itu .sampai saya sadar bahwa saya ada di sebuah makam!
mereka smua terdiam mendengar pernyataan WITA.. dan berniat untuk membakar kebun bambu itu,
beberapa warga di kerahkan untuk pergi membakar bambu itu .
__ADS_1
dan hingga ada satu bapak menghampiri WITA, .