Perjalanan Menutup Mata Batin

Perjalanan Menutup Mata Batin
MENABRAK LASTRI


__ADS_3

Wawan masih menatap Lastri. tanpa berkedip sedikitpun


"Mas, apa mas nya tidak apa apa? kok malah melamun?" Ucap Lastri. yang merasa bingung. karna Wawan hanya diam membisu.


"Eh, tidak. tidak apa apa kok. maaf saya malah bengong. ayo, saya antarkan ke rumah Pak'de nya" Jawab Wawan. seraya memberi jalan untuk Lastri menaiki motornya.


Ini adalah kejadian yang sangat langka bagi Wawan. bagaimana tidak? dia berkesempatan untuk membonceng wanita yang dia impi impikan selama ini.


Jantung Wawan kembali berdetak, mungkin kini getaran nya lebih kencang dari yang dulu pernah terjadi. keringat dingin mengucur begitu deras. seperti merasakan apa yang dia rasakan. tidak ada obrolan di antara kedua nya. selama di perjalanan. Wawan tidak henti henti nya mengucap Syukur pada sang Kuasa. bukan hanya berkesempatan untuk bertemu kembali dengan wanita ini, malah dia berkesempatan bisa membonceng wanita yang dia pikirkan beberapa hari ini.


"Loh, kok mas nya tahu kalau rumah Pak'de saya disini?" Tanya Lastri, ketika motor mereka berhenti tepat di depan rumah pak Pali.


"Tahu mbak, beberapa hari yang lalu kita bertemu di sini, ketika saya sedang mengambil tanaman obat dari pak Pali" Jawab Wawan.


"Oh ya, maaf saya tidak begitu memperhatikan" Ucap Lastri.


"Tidak apa apa mbak," Jawab Wawan.


Wawan pun membantu Lastri untuk turun dari sepeda motornya. Namun, Lastri menolak untuk bersentuhan langsung dengan Wawan. Lastri benar benar menjaga kehormatan dirinya.


Pak Pali yang baru saja keluar dari dalam rumah nya. sontak panik bukan main, ketika mendapati Lastri bersama dengan Wawan. dan berjalan dengan kaki yang pincang.


"Ya Allah Endo? apa yang sudah terjadi. mengapa kamu sampai luka luka begini?" Tanya Pak Pali, seraya membantu Lastri untuk berjalan. dan membantunya duduk di kursi teras rumah pak Pali.


"Tidak apa apa kok Pak'de" Jawab Lastri.


"Maaf Pak, ini semua salah saya. Keponakan Pak Pali tidak sengaja tertabrak oleh motor saya" Ucap Wawan.


"Apa, bagaimana bisa tertabrak?" Tanya pak Pali.


"Tadi ketika saya dalam perjalanan ke sini, saya lengah dan menatap beberapa perkebunan warga. hingga tidak memerhatikan jalan yang saya lalui. dan Akhirnya menabrak beliau" Jawab Wawan.


"Ya Allah, kok bisa Nak?" Ucap pak Pali.

__ADS_1


"Tidak apa apa pak'de, Mas ini tidak sengaja menabrak Lastri. lagi pula luka Lastri tidak begitu serius kan Pak'de" Ucap Lastri.


"Ya sudah, sebentar pak'de obati dulu ya luka kamu Endo."Ucap pak Pali.


"Iya pak'de, terima kasih" Ucap Lastri.


Pak Pali pun pergi ke dalam rumah nya. Wawan hanya tertunduk melihat luka yang di alami Lastri cukup serius. kaki nya terlihat mengeluarkan darah. dan beberapa baret di tangan nya.


"Mbak, maaf kan saya. saya benar benar tidak sengaja melakukan itu" Ucap Wawan.


"Tidak apa apa mas, itu bukan kesalahan Mas nya kok. saya juga salah. karna tidak lihat lihat ketika berjalan" Jawab Lastri.


Wawan merasa semakin mencintai Lastri, bukan hanya memiliki paras yang cantik, namun Lastri juga memiliki tutur kata yang bisa membuat dirinya merasa tentram dan damai.


bahkan kelembutan ucapan Lastri, benar benar bisa membuat Wawan merasa berharga sebagai lelaki.


Pak Pali pun tidak lama kembali lagi, dan membawa sebuah mangkuk dan lap bersih di tangan nya. Pak Pali mengobati luka luka di kaki Lastri dengan begitu telaten.


"Kalau kamu, apa Bapak mu menyuruh mu untuk mengambil tanaman obat lagi Nak?" Tanya pak Pali pada Wawan. yang sejak dari tadi hanya tertunduk melihat luka luka di kaki Lastri.


"Baik, setelah mengantar Lastri pulang. saya akan mengambil kan beberapa tanaman obat yang di minta oleh bapak mu ya Nak" Ucap pak Pali.


"Iya pak, tidak apa apa" Jawab Wawan.


Setelah membalut luka di kaki Lastri dengan sebuah kain. pak Pali pun kembali menaruh alat alat yang sebelumnya dia keluarkan.


"Lastri, ayo pak'de antarkan pulang" Ucap pak Pali pada Lastri.


"Baik pak'de, terima kasih dan maaf sudah merepotkan pak'de" Jawab Lastri.


"Eemm, kalau boleh apa saya boleh ikut? Maksud saya, saya ingin meminta maaf pada kedua orang tua Mbak Lastri. karna saya sudah menabrak nya. dan saya juga akan membantu membawa beberapa barang bawaan Mbak Lastri, apa boleh pak?" Ucap Wawan.


"Tidak apa apa Nak, kamu tidak perlu merasa bersalah begitu. namanya juga kecelakaan. siapa yang bisa menghindari jalan nya takdir?" Jawab pak Pali.

__ADS_1


"Iya pak, saya tahu itu. Tapi, saya akan merasa lebih tenang jika sudah meminta maaf pada kedua orang tua mbak Lastri. karna bagaimana pun, saya lah yang sudah menyebabkan mbak Lastri sampai terluka" Ucap Wawan.


"Ya sudah, kalau itu mau mu. dan itu yang kau kehendaki. maka silahkan" Jawab pak Pali.


Pak Pali menggandeng Lastri untuk berjalan. sedangkan Wawan mengekor di belakang keduanya. dia membawa Bakul yang berisikan sayuran serta Tudung Caping, yang sebelumnya di kenakan Lastri. mereka berjalan melewati jalanan kecil. yang terdapat pohon pohon besar di setiap sisinya. setelah melewati beberapa perkebunan. akhirnya mereka tiba di sebuah rumah. yang tidak begitu besar. Namun terlihat begitu hangat dan teduh. karna terdapat beberapa tanaman bunga yang tersusun dengan rapi.


Pak Pali terus menggandeng lengan Lastri. hingga memasuki pekarangan rumah Lastri.


"Mbak, Mbak ini anak mu pulang" Ucap Pak Pali.


Tidak berselang lama. seorang wanita dengan mengenakan pakaian panjang dan sebuah kain yang menutupi rambut dan kepala nya keluar dari dalam rumah.


"Ya ampun Endo, apa yang sudah terjadi? kenapa kamu sampai luka luka begitu" Ucap wanita paruh baya tersebut, seraya mengambil alih tugas pak Pali.


"Anak mu habis kecelakaan Mbak" Jawab pak Pali.


"Ya Allah, kenapa sampai begini Endo?". ucap ibu Lastri.


Lastri pun di gandeng untuk duduk di kursi. yang berada di teras rumah kedua orang tua nya. .


Tidak berselang lama, keluar seorang bapak di perkirakan berusia di atas pak Pali. yang keluar dengan pakaian khas warga Jawa.


"Ada apa ini?" Tanya lelaki tersebut.


"Anak mu habis kecelakaan pak" Jawab ibu ya Lastri.


"Kecelakaan, bagaimana bisa? Apa sudah di obati?" Tanya Ayah nya Lastri.


"Sudah Mas, tadi sudah saya obati luka luka nya" Jawab pak Pali.


"Syukurlah kalau sudah di obati, Bu. ada tamu kok malah duduk. ayo ambilkan minum dan makanan di dalam" Ucap Ayah Lastri, ketika melihat Wawan yang juga duduk di samping pak Pali.


."Oh iya, ibu sampai lupa" Jawab Ibu Lastri.

__ADS_1


Wawan yang merasa bersalah, hanya tertunduk lesu di dekat pak Pali. sedangkan pak Pali, ingin tahu apa Wawan akan memiliki keberanian untuk meminta maaf pada kedua orang tua Lastri? Mengingat penampilan dan wajah Ayah Lastri yang terbilang sangat Garang. dan Nampak Galak.


__ADS_2