Perjalanan Menutup Mata Batin

Perjalanan Menutup Mata Batin
"KELAHIRAN WITA"


__ADS_3

PERSI AUTHOR.....


1996... Seorang Bayi lahir ke dunia. dengan berjenis kelamin Perempuan tersebut. Dengan di iringi rintik hujan dan kilatan petir


. Ucap syukur menggema di tiap sudut rumah yang terbuat dari bilik kayu tersebut. Terlahir dari keluarga yang sederhana dan tinggal di pelosok desa di Kota (K)...


Dengan di bantu seorang dukun beranak, Bayi yang lahir dari Usia kandungan tepat 10 bulan tersebut lahir dengan selamat ke dunia.


Suara tangisan Bayi menggema di antara bilik bilik bambu yang menjadi saksi lahirnya seorang gadis yang memiliki penglihatan yang berbeda dari Bayi lainnya.


Setelah membersihkan Bayi. dan memberikan nya pada sang Ibu, dukun bayi pun hendak mengubur Ari Ari bayi tersebut.


"Wawan, Iyeu Ari Ari na Bade di kubur keun di mana?(Wawan, ini Ari Ari nya mau di kuburkan di mana?)" ucap sang dukun bayi tersebut pada Ayah si bayi.


"Di Peungkeur Bumi Mak,(Di belakang rumah Mak)" Jawab sang ayah tersebut


"Oh Nya, di mana paculna? Emak Bade ngagali,(Oh Iya, dimana cangkulnya? emak mau menggali)" ucap sang dukun kemudian.


"Di Deket pintu Mak,( Di dekat pintu Mak)" jawabnya kemudian.


Sang dukun pun berjalan ke arah belakang rumah, dengan membawa Ari Ari dan beberapa Benda yang biasa disebut sebagai Bumbu oleh orang orang kampung tersebut.


Dengan Telaten, sang dukun tua yang memiliki usia hampir 70 tahunan itu terus menggali tanah untuk mengubur Ari Ari tersebut.


Tak berapa lama, Tanah yang di gali pun telah selesai, dengan memiliki kedalaman yang sesuai. Sang dukun membawa Ari Ari dan hendak menguburkan nya.


"Alon Alon Mak..." ( Pelan Pelan Mak....)


Tiba Tiba, seperti ada suara seseorang yang berkata demikian. Sang dukun mencari dari mana sumber suara tersebut? Namun nihil di tempat nya kini tidak ada satu manusia pun yang menampakan dirinya. hanya ada beberapa pohon pisang yang sengaja di tanam oleh sang pemilik rumah. .

__ADS_1


Merasa tidak menemukan apa yang dia Cari, sang dukun pun melanjutkan untuk mengubur Ari Ari tersebut, namun dengan Cara yang sangat lembut dan pelan.


Setelah selesai mengubur Ari Ari beserta bumbu nya, dan membaca kan doa sang dukun hendak bangkit dari duduk nya.


"Matur nuwun Mak....( Terima kasih Mak) ...


Tiba Tiba, suara tersebut kembali muncul?


sang dukun itu pun mencari sumber suara tersebut, Namun tetap tidak menemukan siapapun di sana?


Merasa adanya ketidak beresan, sang dukun gegas masuk ke dalam rumah.


"Wan, Geura tunda'an lampu di Ari Ari na"(Wan, cepat taruh lampu di tempat Ari Ari nya)" Ucap sang dukun tersebut.


"Oh Nya Mak,( Oh, iya Mak) " Jawab sang empunya rumah.


Di berbagai daerah, masih memiliki adat dan tradisi nya masing masing. Kelahiran seorang bayi di anggap sebagai suatu kebahagiaan, di mana seluruh warga kampung akan berkumpul di rumah sang Bayi,


Para Bapak Bapak akan berkumpul mengelilingi Rumah sang Bayi, mereka akan mengobrol, atau bermain kartu sebagai keseruan mereka. dan membantu mereka menahan kantuk. mereka akan bergadang semalaman. dan para wanita, akan berada di dalam rumah. menyiapkan sajian makanan ringan untuk di santap para bapak bapak di luar sana.


Kegiatan ini akan berlangsung selama Tujuh hari setelah kelahiran sang bayi. dan setelah tujuh hari nya si bayi, dia akan di Ayun oleh sang dukun dengan menyediakan beberapa Bumbu yang biasa di sebut oleh warga kampung tersebut.


Sama dengan Kelahiran, Kematian di kampung tersebut juga memiliki cara dan adat nya tersendiri.


Kematian seseorang akan membawa kesedihan bagi seluruh warga kampung, beberapa wanita akan sibuk di dapur untuk menyiapkan sajian yang harus ada saat kematian, atau yang biasa disebut sebagai. Nyusur tanah .


Para bapak bapak akan pergi ke makam untuk menggali liang lahat, berbagai tradisi akan di langsungkan, salah satunya adalah penting bagi anggota keluarga yang tengah berduka di sarankan untuk memutari keranda yang berisi anggota keluarga mereka yang telah tiada, mereka harus berjalan di bawah keranda tersebut, dan mengitari nya sebanyak tiga kali.


dan sama Hal nya dengan kelahiran seorang Bayi, dimana para warga kampung akan berkumpul selama tujuh hari, hal yang hampir sama pun di lakukan untuk seseorang yang meninggal dunia.

__ADS_1


selain melaksanakan acara tahlil selama tujuh hari, acara mengaji di Makan dan di rumah pun di langsungkan selama tujuh hari dan berjalan selama 24 jam tanpa henti,


Akan ada beberapa orang di rumah duka dan di makam, mereka akan mengaji secara bergantian selama 24 jam tanpa henti, dan di langsungkan selama tujuh hari pula.


**********


"Mak, Naha kuping bayi Abi beda sebelah nya?(Mak, kenapa telinga bayi saya beda sebelah ya?) " Tanya sang ibu bayi.


"Mana Coba Emak tinggali?(Mana coba emak lihat?) " Jawab sang dukun sembari membuka penutup telinga sang bayi.


Sang dukun melebarkan matanya, kala melihat telinga kiri sang bayi. berbeda dengan telinga kanan, yang benar benar berbeda dengan telinga bayi pada umum nya.


Telinga tersebut, seperti membengkok sedikit. dan seperti terdapat luka namun sangat kering.


Dukun tersebut merasa heran, bukan hanya suara bisikan seseorang saat ia tengah mengubur Ari Ari tersebut yang masih mengganggu nya, kini dia di kejutkan dengan telinga si bayi yang berbeda?


**********


Waktu telah berjalan tujuh hari, tiba lah waktu pemberian Nama pada bayi tersebut. Wita Agustina, nama yang menjadi pertanda bagi bayi yang lahir tepat malam Jumat tersebut.


Semenjak kelahiran Wita, selalu ada keanehan pada bayi Wita. bagaimana tidak Wita akan hilang dan berpindah tempat dengan sendiri nya.


setiap malam Wita akan di tidurkan di sebuah kasur dengan sang ibu berada di samping nya, dan ayah berada di bawah kaki Wita, Namun entah bagaimana Wita akan selalu hilang dan berpindah tempat dengan sendirinya.


terkadang Wita akan berada di bawah tempat tidur, kadang di ruang tengah dan kadang berada di dalam ayunan yang sengaja di buat untuk nya.


Setiap jam dua malam, ibu Wita akan terbangun kala bermimpi Ayah nya yang telah tiada pergi sembari membawa payung hitam, dan setelah bermimpi itu, ibu Wita akan terbangun dari mimpinya dan mendapati WITA tidak berada di tempat nya.


Kejadian ini berlangsung sampai Wita berusia tiga bulan. bahkan saat siang hari pun Wita akan berpindah dengan sendiri nya. dan tidak ada satu orang pun yang menyadari kejadian tersebut.

__ADS_1


__ADS_2