Perjalanan Menutup Mata Batin

Perjalanan Menutup Mata Batin
perjalanan menutup mata batin


__ADS_3

WITA yang mengikuti perintah majikan nya hanya bisa diam,


ada rasa takut dalam hatinya!..


beberapa saat kemudian datang 3 orang, 2 laki laki paruh baya dan 1 wanita..


majikan aji mempersilahkan mereka untuk duduk, WITA menawarkan minum, namun majikan wita menyuruhnya untuk diam..


WITA pun duduk dan diam...


smua melihat WITA dengan penuh tanya?"


tak selang beberapa lama,


"dek! kamu benar melihat ada rumah di belakang sekolah?" ucap seorang bapak bapak!.


"iya pak...


WITA nampak takut! mengapa ia di tanya pasal rumah si kakek?


"dan apa benar kamu melihat ada yang tinggal di rumah tersebut?"


"iya pak!..ada seorang kakek kakek. yang tinggal sendiri di sana! dan hanya di temani beberapa ekor ayam cemani,


mereka nampak saling pandang satu sama lain,


"apa kamu pernah bertemu dengan kakek tersebut?"


"iya pak,, awal mengantar sekolah, saya melihat kakek itu sedang mengambil ranting kering di makam besar,


dan saya juga pernah bermimpi bertemu kakek tersebut,


dan malah kakek itu sering terlihat memperhatikan saya dari luar stiap jam lima sore hingga Maghrib tiba!.


mereka nampak kaget!


"apa kamu pernah bertemu secara langsung?" atau hanya lewat mimpi?"


"saya bertemu secara langsung kemarin pak!.


mereka terkejut bukan main!..


"kemarin?" apa yang terjadi, dan apa yang ia katakan?"


"tidak.. dia hanya pernah bercerita tentang asal mu asal desa ini, dan bagaimana makam besar tercipta, serta sebuah perjanjian antara pemimpin desa ini dan pemimpin penghuni kebun bambu itu,


mereka nampak makin penasaran?!


" emmp dek! apa yang terjadi di mimpi kamu saat itu?"


"saya hanya bermimpi, melihat kakek itu dari kejauhan sambil mengambil ranting kering yang ukuran nya sangat kecil,


dengan tangan yang bergetar karna usianya, kakek itu nampak sedih dan menangis,


ia berdiri dan berjalan dengan sangat tertatih masuk ke dalam kebun bambu itu!.. sudah hanya itu?


"kakek itu ada bilang apalagi sama kamu?"

__ADS_1


"dia hanya bilang, kalo saya sebagai anak gadis jangan keluar saat Pajar tiba katanya pamali, dan kemarin saat saya sempat mencurigai nya! karna dia selalu mengawasi saya tiap hari, dia hanya mengatakan hanya menjalankan tugas!.


"tugas?"


"iyaa!.


"tugas apa?"


"saya gak tahu?' kakek itu hanya berkata seperti itu sambil pergi..


" boleh kasih tahu saya?


bagaimana wujud sang kakek itu?"


WITA nampak terdiam, dia benar benar tak paham apa yang terjadi!


"kakek itu sangat tua, dia sudah bungkuk, berjalan sangat tertatih dan di bantu oleh tingkat kayu yang sedikit bengkok!.. kakek itu memakai pakaian serba hitam, dan kepala yang di pakai kan peci yang sudah sangat usang ..


mereka diam mendengar ucapan WITA?"


"kamu ada mengalami hal aneh?"


"saya hanya merasa ada yang memperhatikan saya di kebun nangka depan sana!.


tapi saya tak tahu itu apa?"


"ada lagi?"


"tidak...


baik, saya rasa ini ada sangkut paut nya dengan meninggal nya pak Jamali..


WITA hanya mengangguk mendengar ucapan se orang bapak yang sedari tadi bertanya padanya!..


mereka pun pamit pergi, tanpa minum seteguk air pun...


WITA yang merasa aneh dan heran, hanya diam.


"kamu istirahat aja wit di kamar, jangan lakukan pekerjaan apapun!.. ucap majikan nya..


"iya Bu baik .


WITA pun mematuhi perintah yang di berikan majikan nya ..


ia masuk ke dalam kamar nya.. dan mengumpulkan pakaian yang awalnya akan ia setrika,


WITA penuh rasa heran, akhirnya ia memutuskan ingin menelpon orang tuany!..


ia merasa takut akan hal aneh di desa ini..


tapi saat hendak menelpon tiba tiba suara riuh kucing dari luar mengangetkan smua nya!.


WITA keluar kamar, dan nampak kedua majikan nya pun keluar karna kaget,


dan mereka menyuruh WITA untuk masuk kamar dan jangan keluar,


WITA mematuhinya, jantung wita nampak berdebar hebat ..

__ADS_1


ada apa sebenarnya?"


malam pun tiba' setelah selesai sholat isya ia berniat untuk menghabiskan waktu mengaji sampai ia terlelap,


WITA pun mengaji dengan tenang nya, hati WITA kini terasa tenang .tak lagi gelisah dengan apa yang terjadi!..


sampai akhirnya ia pun terlelap dalam tidur sambil memegang Al Qur'an..


dalam tidurnya ia bermimpi, bertemu dengan kakek itu, dan memegang tangan nya erat,


kakek itu menuntun WITA menuju kebun bambu itu!..


WITA menarik tangan nya!


"kek! kenapa kita kesana?" bukan nya itu daerah terlarang untuk kita?


dan mengapa seolah olah orang lain tak melihat rumah kakek?".


sebenarnya kakek itu siapa?"


"kamu akan dapat smua jawaban nya nduk!..


sekarang ikut kakek!..


"WITA pun mengikuti langkah sang kakek!. masuk ke dalam kebun bambu yang menjadi daerah terlarang,..


nampak kebun itu lebih pantas di panggil hutan, karna dalam sana sangat gelap sampai tidak ada cahaya matahari yang mampu menembus cela batang bambu itu...


WITA terus berjalan masuk ke dalam kebun bambu itu!..mengikuti langkah sang kakek yang nampak tertatih,


setelah cukup jauh berjalan, WITA sampai di sebuah gapura yang nampak usang,


WITA melihat sang kakek..yang nampak menarik napas panjang,


kakek tersebut melihat WITA yang nampak tidak ada rasa takut sama sekali,...


"kamu siap nduk!..


"siap untuk apa kek!..


"dengar apa yang kamu lihat di dalam sama, smua itu hanya ilusi, dan tidak lebih sempurna dari kamu, maka jika kamu merasa terancam musnahkan lah yang menghalangi jalan mu...


WITA yang mendengar ucapan sang kakek tidak merasa takut sama sekali, justru ia makin penasaran?"


mereka pun melangkah masuk, dengan kaki kanan berjalan terlebih dahulu. WITA mengucap bismillah...


aneh nya setelah masuk sana? bukan kebun bambu yang sebelum nya ia lihat, melain kan sebuah desa tua, nampak seperti jaman dulu!..


yang di penuhi dengan para warga desa yang memakai pakaian lama?.


WITA berjalan mengikuti stiap langkah sang kakek!. sampai akhirnya ia bertemu dengan sosok makhluk hitam tinggi besar yang memiliki taring yang sangat besar dan panjang,..


makhluk itu nampak tersenyum girang melihat WITA, hidung nya yang mengendus tubuh WITA mengeluarkan air liur yang berbau busuk,


WITA hanya terdiam melihat tingkah makhluk tersebut!..


aneh nya ia tak merasa takut sma sekali..

__ADS_1


saat makhluk itu berjalan meninggalkan WITA dan kakek beberapa orang berkumpul, dan memegang WITA secara berebut! membuat WITA kewalahan dan hampir jatuh terinjak, WITA yang merasa kesal akan hal tersebut...


mengambil ranting bambu yang tergeletak di tanah, ia memukul orang orang tersebut, sambil membaca inalillahi... beberapa saat berlalu, WITA yang membuat mereka jatuh tak berdaya, hanya bisa melihat sambil keringat yang keluar dan nafas yang memburu...


__ADS_2