Perjalanan Menutup Mata Batin

Perjalanan Menutup Mata Batin
PENCARIAN WITA


__ADS_3

Adzan subuh Mulai berkumandang, Ayah dan Ibu Wita mulai menelisik setiap sudut rumah mereka. berharap bahwa anak nya akan muncul dengan sendiri nya. seperti kejadian beberapa tahun yang lalu.


Adzan terus berkumandang. Namun, belum juga ada tanda tanda bahwa Wita ada di antara mereka.


Hingga mereka mengingat sesuatu, bahwa dahulu Wita akan muncul, jika kedua nya terpejam atau tertidur.


Ibu Wita segera berjalan memasuki kamar nya dan berbaring di atas kasur nya. sedangkan Ayah Wita. dia kembali tertidur di atas lantai rumah nya.


mereka sama sama memejamkan kedua mata mereka. Hingga di saat Suara adzan telah berakhir. mereka berdua segara membuka mata. Mereka mencari keberadaan Wita di mana mereka tengah terbaring.


Namun, di antara mereka berdua. tidak ada yang melihat tanda tanda Wita berada di rumah. .


Sontak saja mereka berdua mulai di liputi oleh kepanikan. Apa benar jika Wita telah di culik? Tapi kenapa?


Dan siapa juga pelakunya?


.Ibu Wita menangis tersedu. bahkan tidak jarang dia sampai menjerit memanggil Nama putrinya.


Keributan yang terdengar memilukan di rumah Wita, membuat sebagian tetangga yang rumah nya berdekatan dengan Wita. merasa penasaran. mereka berbondong bondong mendatangi Sumber suara yang tengah menangis terisak tersebut.


Semua warga sudah sampai di rumah Wita. hingga mereka melihat bahwa pintu belakang rumah tersebut tidak terkunci. dan mereka memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.


karna suara tangisan terdengar semakin kencang dari dalam rumah.


"Wan, Aya naon?( Wan ada apa?)"tanya salah seorang warga. yang melihat Wawan dan istrinya tengah menangis.


"Pak RT, Wita pak. Wita di culik.( Pak RT, Wita pak. Wita di culik)" Jawab Ayah Wita.


"Hah, di culik ku Saha wan? ker iraha di culik na?( Apa, di culik siapa wan? sejak kapan di culik nya?)" Ucap RT tersebut.


Beberapa warga juga merasa terkejut dengan pernyataan Ayah Wita tersebut.


"Duka pak RT, keur wengi Wita masih Aya di kamar. Nuju sare sareng mamah na. Tapi, jam 2 wengi Wita Tos teu Aya di kasur pak RT,( Gak tahu pak RT, waktu malam Wita masih ada di kamar. sedang tidur dengan mamah nya. Tapi, jam 2 malam Wita sudah tidak di kasur pak RT)" Jawab Ayah Wita di sela Isak tangisnya.

__ADS_1


"Sakedap, jam dua wungi? itu artinya Wawan sareng istri terang Mun Wita Tos teu Aya ti jam dua wengi? Tapi, Naha teu ngalapor? Iyeu kan tos jam 4 isuk Wan?( Sebentar, jam dua malam? itu artinya Wawan dan istri tahu kalau Wita sudah tidak ada dari jam dua malam? Tapi, kenapa gak melapor? ini kan sudah jam 4 pagi Wan?)" Ucap pak RT.


"Tadina Abi pikir bahwa Wita bakal Aya sorangan pak(Tadinya saya pikir kalau Wita akan muncul dengan sendirinya pak)" Jawab Ayah Wita.


"Kela, Aya sorangan maksud na kumaha nya? kening Abi teu paham?( Sebentar, ada dengan. sendirinya gimana ya? soalnya saya gak ngerti?)" Ucap pak RT.


"Jadi Semasa bayi Wita sering leungit sorangan pak RT. tapi, setiap adzan subuh. Wita bakal aya sorangan. entah di kasur atau ayunan. Tapi, iyeu Tos lewat ti adzan subuh. tapi Wita can Aya keneh wae pak RT. terus pintu dapur kebuka sorangan. padahal sabelumna ku Abi tis di konci.


(Jadi semasa bayi Wita sering hilang sendiri pak RT. tapi, setiap adzan subuh. Wita akan ada sendiri. entah di kasur atau ayunan. tapi, ini sudah lewat dari adzan subuh. tapi Wita belum muncul juga pak RT. terus pintu dapur terbuka sendiri. padahal sebelumnya sudah saya kunci)" Jawab Ayah Wita.


"Jadi, maksudna Wita sering di bawa makhluk ghaib Kitu?


( Jadi, maksudnya Wita sering di bawa makhluk ghaib gitu?)" Ucap pak RT.


"Abi teu paham pak RT, tapi baheula mah Wita na bakal Aya sorangan. hnteu siga kieu?


( Aku gak paham pak RT, tapi dulu Wita akan muncul sendiri. tidak seperti sekarang?)" Jawab Ayah Wita.


"TOS Weh pak RT, mending URang teangan heula si Wita na. bisi di bawa Wewe gombel.


Mendengar penuturan salah seorang warga tersebut. membuat ibu Wita semakin menjadi di tangis nya. berpikir bahwa anak nya di culik saja. dia sudah begitu cemas dan khawatir. apalagi jika benar, kalau Wita di culik Wewe gombel. entah bagaimana mereka bisa menemukan Wita?


mengingat kondisi kampung yang memang masih sangat Asri yang di penuhi pohon pohon yang tinggi menjulang.


"Bener, mending URang teangan heula si Wita.


( Benar, mending kita cari dulu Wita)" Ajak warga yang lain.


"Nya sok, Wawan ngiring sareung arurang neangan si Wita. sedangkan mamah na WITA sareng ibu ibu mending nungguan di Imah. bilih Wita Tos Aya. kabaran ka arurang nya?


( Ya sudah, Wawan ikut dengan kami cari Wita. sedangkan mamah Wita sama ibu ibu mending tunggu di rumah. jika Wita sudah ada. maka kabari kami ya?(" Ucap pak RT.


Akhirnya ayah Wita dan beberapa warga yang lain pergi mencari Wita. sedangkan ibunya Wita dia di temani oleh beberapa ibu ibu di rumah nya.

__ADS_1


Beberapa warga bertanya dengan apa saja yang terjadi di waktu Wita masih bayi.


apa benar, jika Wita sering menghilang dengan sendiri nya. dan muncul juga dengan sendirinya?


Pasalnya baru pertama mereka mendengar cerita yang seperti ini, selama mereka tinggal dan memiliki anak serta bayi. belum pernah ada satu warga pun yang mengalami kejadian yang sangat aneh seperti ini?


Jika di pikir secara logika? mana mungkin seorang bayi akan hilang dan muncul secara misterius?


sedangkan bayi tersebut akan di balut menggunakan bedongan bayi. yang jangankan untuk berjalan atau merangkak. mungkin bergerak saja tidak mudah.


Tidak sedikit warga juga beranggapan. jika apa yang menimpa Wawan Dan istrinya karna kesalahan mereka. mungkin Wawan dan istrinya tidak sengaja berbuat salah pada Karuhun di sana?


Mengingat desa mereka masih sangat Asri dan kental akan kisah mistis nya.


Dan ada juga yang beranggapan. karna Wawan telah berani menikahi Gadis dari keturunan Jawa. di mana sebagian orang percaya. bahwa lelaki dari darah Sunda, atau keturunan Sunda. tidak boleh menikahi wanita dari Jawa atau keturunan Jawa.


Namun, Wawan tetap menikahi istrinya Lastri. yang berasal dari Jawa kota (B)


Di mana di tempat sana juga benar benar masih menjunjung adat dan tradisi.


Wawan terus berjalan mengitari jalanan desa yang masih di penuhi pohon pohon besar yang menjulang.


mereka terus memanggil nama Wita di setiap langkah nya. karna ada yang beranggapan jika Wita di bawa Wewe gombel.


"Wita..........


"Wita........


"Wita......


Tong...


Sret.....

__ADS_1


Dung......


Beberapa alat yang dapat menimbulkan suara bising mereka pukul. berharap jika Wita dapat muncul di hadapan mereka semua.


__ADS_2