
Setelah Cukup lama Wawan mengingat penampilan dan apa saja yang di kenakan wanita tua tadi. akhirnya Wawan mampu mengingat semua nya.
"Iya pak, Ibu tua tadi mengenakan kain Jarit berwarna coklat bercorak hijau. mengenakan kebaya berwarna hijau tua. dan rambut nya di sanggul. dan entah itu tanda atau tahi lalat. di dahi sebelah kiri" Ucap Wawan.
"Astaga" Jawab Pak Pali seraya melihat ke arah Wawan dengan tatapan cemas.
Wawan yang melihat keanehan dari Pak Pali hanya bisa terdiam. tanpa dia tahu apa penyebab dan salah nya?
"Pak, memang nya ada apa? apa bapak kenal dengan Ibu tua tadi? Duh, pak maaf sekali ya pak. sebenarnya tadi saya ingin membantu dan mengajak nya bersama. cuma saya tidak tahu kemana perginya Ibu tadi? atau jangan jangan, Ibu tadi istrinya pak Pali ya? Ya Allah. pak. maaf sekali Pak. kalau begitu saya susul dan cari saja ya ibu tadi" Ucap wawan.seraya hendak pergi. namun segera di tahan oleh pak Pali.
"Tidak, dia bukan istri saya. dan sebenarnya saya tidak mengenal dia. hanya dia cukup terkenal disini Nak" Jawab pak Pali.
"Terkenal? maksud nya terkenal bagaimana pak?" Ucap Wawan semakin kebingungan.
"Dia, disini biasa di panggil Nyi Ageung, Beberapa orang yang melihat nya. biasa berjalan membawa kayu bakar dan berjalan mengenakan kain jarik berwarna itu" Jawab pak Pali.
"Nyi Ageung? Eemm, memang nya siapa dia pak? apa dia orang yang sakti" Ucap Wawan.
"Sangat, kesaktian dia bahkan mampu merobohkan pohon besar dalam sekali gerakan. bahkan dia bisa menghilang dan terbang, tidak semua orang bisa melihat kehadiran nya. dan tidak ada yang tahu? berapa usia serta di mana beliau tinggal? Kami, hanya tahu. bahwa dia sering memperlihatkan dirinya di antara jalan persimpangan dan Hutan belantara itu" Jawab pak Pali.
"Apa dia Manusia?" Ucap Wawan semakin penasaran akan kisah Nyi Ageung tersebut.
"Entahlah, dia sudah menjadi leluhur kami disini. bahkan sebelum saya lahir. beliau sudah ada. dan sudah menjadi cerita turun temurun. jadi, dari sini bisa kita perkirakan. bahwa dia bukan lah Manusia" Jawab Pak Pali.
"Lalu, mengapa dia memperlihatkan diri ke saya Pak?" Ucap Wawan.
"Eemm, saat kamu bertemu dengan dia? bagaimana raut wajah nya?" Jawab pak Pali.
"Raut wajah nya?" Ucap Wawan
"Iya, bagaimana wajah dia?" Jawab pak Pali.
"Ya sudah tua pak, kan tadi saya katakan kalau dia ibu ibu tua. yang berarti sudah tua" Ucap Wawan.
"Ya kalau itu saya tahu, maksud saya bagaimana raut wajah dia? apa dia menyiratkan kemarahan? atau bagaimana?" Jawab pak Pali.
"Tidak, saat saya bertanya dia hanya tersenyum." Ucap Wawan.
"Syukurlah" Jawab pak Pali dengan lega nya.
"Memang nya kenapa lagi Pak?" Ucap Wawan.
.
"Tidak apa apa, hanya saja jika bertemu dengan dia. dan wajah nya nampak marah, itu akan membuat orang yang bertemu dengan nya mengalami kesialan dan mungkin meninggal dunia." Jawab Pak Pali.
__ADS_1
"Apa, sampai meninggal dunia? hanya karna bertemu dengan dia Pak?" Ucap Wawan terkejut.
"Ya," jawab Pak Pali.
"Apa pernah ada korban nya pak?" Ucap Wawan.
.
"Banyak, bahkan beberapa adalah warga desa sini. yang mungkin melakukan pelanggaran dan perbuatan yang tidak baik. itu sebab nya mereka bertemu dengan Nyi Ageung dan meninggal dunia" Jawab Pak Pali.
"Pelanggaran? maksud nya pelanggaran seperti apa Pak?" Ucap Wawan.
"Ya seperti pantangan yang tidak boleh di lakukan di desa ini. yang mereka melanggarnya" Jawab Pak Pali.
"Lalu, saya bertemu dengan beliau. apa saya akan mengalami kesialan juga Pak?" Ucap Wawan. ..
"Jika dia memperlihatkan raut wajah yang ramah, itu artinya dia menyukai kamu Nak, dan tidak akan membiarkan kamu terluka" Jawab Pak Pali.
"Maksudnya dia akan menjaga saya begitu pak?" Ucap Wawan.
.
"Mungkin, karna selama ini belum ada yang bertemu dengan nya. dengan raut wajah yang tersenyum" Jawab pak Pali.
"Kita berdoa saja ya Nak" Jawab pak Pali.
Mendengar penuturan dari Pak Pali. tentu saja membuat Wawan mulai merasa cemas. bagaimana tidak? siapa pun yang berjumpa dengan Nyi Ageung akan celaka bahkan ada yang sampai meninggal dunia.
Ya walau, setiap yang berjumpa dengan wajah nyi Ageung yang nampak marah dan tidak ramah. tetap saja kan. Wawan pasti akan merasa takut.
Saat tengah memikirkan Nasib nya. tiba tiba....
"Pakde," Panggil seseorang dari arah samping rumah pak Pali. yang seketika membuat sang punya rumah dan Wawan menoleh ke arah suara tersebut.
"Eh opo Kuwi endo?" Jawab pak Pali.
Dari kejauhan datang seorang wanita, dengan mengenakan pakaian daerah khas perkampungan. dengan rambut di kuncir ekor kuda. yang memperlihatkan kecantikan yang begitu alami dan mumpuni.
Wajah putih mulus yang tanpa noda sekecil pun. membuat kecantikan nya semakin tersirat bagaikan seorang bidadari.
Wawan terus menatap wanita yang berjalan begitu Ayu, dengan mengenakan kain Jarit sebagai rok nya. dan baju kebaya merah maroon. membuat Gadis itu semakin Ayu dan anggun.
"Pak'de, ibu njaluk pak'de teka ing omah" Jawab gadis itu. seraya tertunduk karna sadar tengah di perhatikan oleh Wawan.
"Oh iyo, Mengko tak tekan omah mu, endo " Ucap pak Pali.
__ADS_1
"Inggih pak'de, lajeng Lastri pamit" Jawab wanita itu, seraya pergi
Wawan masih menatap kepergian wanita cantik tersebut. di desa Wawan tinggal. memang terdapat banyak sekali gadis cantik dan juga ayu, yang tentunya menyimpan rasa dan perhatian dari Wawan.
Namun, untuk pertama kalinya. Wawan merasakan hal yang tidak biasa. Wawan merasa hatinya benar benar di ketuk. dan jantung nya berdebar begitu hebat nya.
"Nak, ini tamanan yang bapak mu mau" Ucap pak Pali.
Wawan masih berdiri mematung di tempatnya. dan masih menatap ke arah hilang nya wanita tadi.
"Nak, ini tanaman paku ekor kudanya" Ucap pak Pali lagi. Namun, lagi lagi Wawan tidak menyahut dan berdiri mematung di depan pak Pali.
Pak Pali yang menyadari bahwa Wawan tengah melamun. akhirnya berjalan mendekati Wawan
"Hei," Ucap pak Pali seraya menepuk pundak Wawan.
"Eh, ada apa pak?" Jawab Wawan gelagapan.
"Ngelamun Kan apa kamu Nak?" Ucap pak Pali.
"Eh itu, tidak kok pak. saya tidak melamun kok" Jawab Wawan
"Tidak melamun katanya, orang saya dari tadi manggil manggil kamu. tapi kamu diam saja" Ucap pak Pali.
"Oh ya? eemm, maaf pak saya tidak dengar. tadi bapak manggil saya ada apa pak?" Jawab Wawan.
"Tadi saya manggil, ini tanaman yang di butuhkan bapak mu sudah siap" Ucap pak Pali.
"Oh sudah pak, ya sudah kalau begitu terima kasih banyak pak." Jawab Wawan seraya mengambil tanaman yang di berikan pak Pali.
"Kamu mau langsung pulang, atau mau minum kopi dulu di dalam?" Ucap pak Pali.
"Sepertinya saya langsung pulang saja pak
takut ke malaman sampai rumah. lagipula jarak dari sini ke rumah cukup jauh. dan Ayah juga pasti sedang menunggu tanaman ini" Jawab Wawan.
"Yo wis kalau begitu. kamu hati hati di jalan nya ya" Ucap pak Pali.
"Iya pak, terima kasih banyak pak" Jawab Wawan.
.
Wawan pun berjalan membawa tanaman yang di butuhkan Ayah nya. dan berjalan menuju teras depan rumah. di mana sepeda motor nya terletak.
setelah berpamitan kepada pak Pali. Wawan menghidupkan motor dan melajukan nya. Wawan kembali membelah jalanan kampung dan menuju desa di mana rumah nya berada.
__ADS_1