Perjalanan Menutup Mata Batin

Perjalanan Menutup Mata Batin
Perjalanan menutup mata batin


__ADS_3

karna rasa bangga terhadap putri sulung nya. ayah WITA memutuskan untuk pergi ke kampung orang tuanya. kampung tersebut berada di kampung sebrang yang letak nya tidak terlalu jauh. hanya 25 menit menggunakan sepeda tua milik nya.


beliau berniat untuk membeli ayam pada kakak nya. berharap harganya akan lebih murah., sekaligus akan meminta Al Qur'an pada ayah nya karna kebetulan WITA belum memiliki Al Qur'an untuk besok ...


ayah WITA pun berangkat dan berpamitan untuk pergi...


sepanjang perjalanan ia merasa senang sekaligus bangga.


sesampainya di rumah sang ayah.. ia melihat ada sang nenek sedang duduk di teras rumah. dan ayah sedang menjemur padi..


"assallamualaikum...ucap ayah WITA


"waalaikumusallam..jawab serentak kluarga ayah WITA


beliau pun menghampiri kakak laki2 nya. yang sedang sibuk memberi pakan peliharaan nya . nampak jelas ada bebek,entok,dan ayam


"kak.. ayam yang tanggung brp? aku mau ikut bayarin buat WITA. dia besok masuk Al Qur'an...


"oh WITA masuk Al Qur'an...hebat dia jawab kakak nya


"iya kak..kasihan kalo gak buat bingkisan sukuran.makanya ke sini kali dapat harga ayam lebih murah...


"yaudah yg ini aja. bebas mau bayar brp?


"aku ada uang 30rb!boleh?


"yaudah gak apa apa!..


ayah WITA pun senang. karna dapat ayam untuk besok WITA bawa ke mushola..untuk syukuran dirinya...


stelah selesai membayar ayam.ayah WITA pun duduk di bale. bersama nenek nya dan ayah nya pun menghampiri .


"apa Sam! WITA udah masuk Al Qur'an?..tanya ayahnya .


"iya pak! alhamdulilah besok katanya udah mulai masuk Al Qur'an..


"alhamdulilah yaaa....Al Qur'an nya udah ada?


"belum bah..mungkin Abah ada Al Qur'an yang gak kepake?

__ADS_1


sang ayah pun masuk ke kamar nya.. tak lama kemudian keluar dengan membawa Al Qur'an yang di gendong nya..


"ini Sam. Abah ada Al Qur'an yang masih bagus. masih batu pemberian pak hj dasam pas lebaran kemarin...


karna kakek WITA kebetulan marbot di sebuah mushola di kampungnya .


"alhamdulilah bah.ini mah masih baru..


"iya emang masih baru...


setelah berbincang cukup lama dengan keluarganya. ayah WITA pun pamit. dan berniat kembali pulang untuk membawa hasil bawaan untuk anak perempuannya...


25 menit dalam perjalanan. tak hentinya ia bersyukur dan bahagia atas pencapaian anak nya..


sesampai nya di rumah..WITA tengah duduk di bale dengan nenek nya. dan sang ibu sedang menyusui adik nya..


dengan senang ayah WITA memberikan Al Qur'an yang ia bawa dari ayah nya..


"wit. ini Al Qur'an dari Abah. masih sangat baru dan bagus. ini buat besok kamu ngaji yaa...kata ayah nya


"aahhh makasih pak. ini mah bagus banget..


WITA sangat senang. dan tak sabar akan hari esok..


ke'esokan harinya pun sang ibu Sibuk membuat nasi uduk dan ayam bakakak untuk di bawa WITA..


WITA yang menjaga adik nya. dan bermain dengan adik nya..tak sabar untuk segera sore.


Sang nenek sedang sibuk membuat sapu lidi. di pinggir rumah.


riya' dan rasi pun datang. dan semangat ingin segera sore..karna mereka tergoda akan nasi uduk dan ayam. yang sedang di masak oleh ibunya WITA..


beberapa saat kemudian..adzan ashar pun terdengar.. WITA yang sudah bersiap dengan pakaian muslimnya...dan sudah menggendong tas berisikan Al Qur'an barunya . penuh semangat dan senang.


sang ibu yang tengah menyiapkan nasi uduk. yang di masukan kedalam baskom dan ada ayam bakakak pula serta beberapa kertas bungkus nasi.


WITA berangkat bersama ibunya. ibunya membawa baskom nasi dan WITA berjalan di depan.


sesampainya di mushola. teman teman WITA sudah ramai. dan WITA duduk di pojokan bersama riya' dan rasi. dan baskom berisikan nasi uduk untuk syukuran nya.

__ADS_1


tak lama gurunya pun tiba.


dan bakul nasi pun di serahkan pada gurunya. dan gurunya memimpin doa selamatan untuk WITA. atas kelancaran nya dalam membaca Al Qur'an.


beberapa lama kemudian diapun selesai.


dan nasi uduk di bagikan untuk smua murid yang hadir.. dan WITA pun kebagian 1 bungkus.. tak lama kemudian mereka pun pulang. lengkap dengan 1 buah nasi bungkus di tangan masing masing murid..


WITA pulang dan nasi uduk yang dia bawa pun akan dia makan bersama dengan keluarganya ...


terlebih untuk adil laki_laki nya.


mereka makan bersama..


malam pun tiba. WITA bersiap tidur dengan nenek nya. dan ibunya pun tengah menidurkan adiknya. ayah WITA slalu tidur di dekat pintu karna WITA slalu tidur sambil berjalan, bukan hanya sekali WITA sering di temukan tak berada di kamarnya. dan di temukan di berbagai tempatm kadang di kebun,di bawah pohon,bahkan pernah di temukan berjalan menuju pemakaman umum.


hal tersebut yang membuat ayah WITA slalu siaga membuat slot kunci pintu di bagian atas. agar WITA tak bisa mencapainya. dan tidur di depan pintu kamar WITA. agar tau jika WITA pergi atau tidak.


sepulang WITA dari sekolah, dia bertemu dengan riya' Alan kohar, bmdan akan bermain di belakang rumah riya'.


permainan masak2 yang sering mereka mainkan.. di belakang rumah riya' terdapat 2 pohon kedondong yang besar. dan 1 pohon yang sedikit roboh. di dekat pohon yang roboh terdapat sebuah kolam yang lumayan besar, di perkirakan 1 rumah. kolam tersebut tengah surut. namun permukaan tanah kolam tersebut sangat besar dan jika melempar batu pun pasti akan tenggelam..


di satu waktu WITA tengah asik bermain. saat teman teman nya. hendak mengambil bunga teratai yang berada dalam kolam kering tersebut. riya' terperosok dan tenggelam sedalam lutut. kemudian alan dan kohar pun ikut terperosok.


namun saat WITA hendak menolong teman nya.. hal aneh terjadi.


WITA tak mengalami apa yang di alami teman nya! tanah yang ia injak justru tidak membuatnya ikut terjebak.


ia masih bisa merasakan tanah tersebut basah. tapi dia tidak terperosok seperti teman teman nya.


hal tersebut membuat ke tiga teman nya tercengang. karna apa yang di alami wita!


stelah membantu teman teman nya. mereka pun melanjutkan permainan. di tempat yang berbeda.


sore pun tiba dan mereka berpisah untuk pulang ke rumah masing masing.


WITA sudah mempunyai janji untuk besok.


bahwa dia akan pergi mengambil kangkung yang tumbuh liar di pinggiran Empang warga..yang ada di belakang kampung . bersama nyai. adik apika yang usianya 4 tahun LBH tua dari WITA..

__ADS_1


__ADS_2