Perjalanan Menutup Mata Batin

Perjalanan Menutup Mata Batin
PERGI KE RUMAH PAK PALI


__ADS_3

(Disini saya akan menggunakan bahasa Indonesia dalam setiap percakapan antara Pemeran Utama. dan Pemeran Pembantu. Bukan karna apa? dan apa alasan nya. Hanya saja sebagian dari para pembaca. ada yang tidak mengerti bahasa Sunda. dan bahasa Jawa yang saya gunakan. yang memang menjadi tempat di mana Wita terlahir. dan menjalani hari harinya.)


***************************


" Pak, kok bapak diam saja? padahal bapak juga dengar kalau anak mu baru bertemu dengan Jin jahat!" Protes istrinya Pak Nawi. karna mendapati sang suami hanya diam.


"Terus bapak harus apa? orang anak nya saja baik baik saja" Jawab pak Nawi.


"Ya bapak cemas ke, anak baru bertemu Jin jahat kok diam saja. kaya gak ada empati sama sekali!" Ucap istrinya pak Nawi.


"Ya sudah, kalau begitu Wawan tidak usah membantu bapak untuk mengambil tanaman obat ke rumah pak Pali" Jawab pak Nawi.


"Eh, tidak pak. biarkan Wawan saja yang mengambil tanaman obat ke rumah pak Pali lagi. bapak butuh Tamanan obat itu kapan? bahkan besok pun Wawan siap" Timpal wawan


"Tidak Tidak, ibu tidak akan mengijinkan. di sana ada Jin jahat yang mungkin saja bisa menyakiti kamu. ibu tidak mau ambil resiko dengan membiarkan kamu tetap pergi ke dasa itu!" Ucap ibu Wawan.


"Bu, Wawan tidak apa apa kok. buktinya Wawan masih kembali ke rumah dengan sehat dan tidak kurang apapun kan? Wawan mohon Bu. ijinkan Wawan untuk terus membantu bapak mengambil obat ke desa itu" Pinta Wawan.


"Kamu kenapa sih Nak? biasanya kamu tidak semangat untuk pergi jauh. apalagi mengambil tanaman obat? kok sekarang kamu malah kayak gini? ini justru membuat ibu semakin cemas loh Nak?" Ucap Ibunya seraya menatap Anak nya.


"Tidak apa apa kok Bu, Wawan hanya ingin membantu bapak saja, lagian bapak sudah tua Bu. kasihan kalau harus apa apa sendiri kan? memang nya Ibu tidak cemas. kalau bapak bepergian jauh jauh. di saat usia bapak sudah tua begitu Bu?" Bujuk Wawan.


"Enak saja, walau pun bapak sudah tua. bapak masih kuat Ya. jangan gegabah kamu Nak" Jawab Pak Nawi.


"Haha, kamu dengar tuh. bapak mu saja tidak merasa sudah tua" Ucap Ibunya.

__ADS_1


"Udahlah Bu, biarkan saja anak mu membantu pekerjaan bapak nya. apa salahnya kalau anak nya saja mau. kenapa Ibu melarang larang?" Jawab Pak Nawi.


"Tuh Bu, bapak saja memberi ijin? masa ibu tidak" Timpal Wawan.


"Memang nya ada apa sih di sana Nak? kenapa kamu begitu antusias untuk pergi lagi ke desa itu? padahal tadi kamu mengatakan. jika di desa itu ada Jin jahat. yang bahkan selalu meminta korban manusia. dan selalu menyesatkan manusia yang lain?" Ucap Ibunya.


"Ibu seperti tidak tahu saja? memang nya ibu tidak pernah muda. pasti anak mu bertemu sesuatu disana? bapak Yakin, anak mu bertemu dengan gadis yang menggetarkan pandangan nya itu. makan nya dia bersikeras seperti itu" Jawab pak Nawi.


"Ah bapak ini, siapa sih enggak kok. Wawan hanya ingin membantu pekerjaan bapak biar tidak semua di kerjakan sendiri kan. kok malah menuduh begitu sih" Ucap Wawan


"Haha, oh jadi di sana ada wanita yang menarik perhatian anak ibu toh? pantas saja anak ibu jadi rajin membantu bapak nya haha" Ucap Ibu Wawan.


" Ah ibu sama bapak sama saja, udah ah Wawan mau pergi ke mushola saja. mending Wawan ngaji disana" Ucap Wawan. seraya bangkit dari duduknya.


Wawan pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang masih mentertawakan dirinya.


******************,


Satu Minggu Kemudian..........


Wawan akhirnya harus pergi kembali ke desa pak Pali. tepat nya untuk mengambil beberapa tanaman obat yang di butuhkan Ayah nya. selama di perjalanan. Wawan begitu bersemangat untuk segera tiba di rumah pak Pali. dan berharap bisa bertemu dengan Wanita yang bernama Lastri tersebut.


Wawan sangat tidak sabar. untuk segera tiba di rumah pak Pali. hingga dia mengemudikan sepeda motornya. dengan sedikit lebih cepat dari biasanya. Saat melewati Jalan yang dulu dia bertemu dengan Nyi Ageung, ada rasa takut dalam diri Wawan. Namun, dia tidak menghiraukan itu terlalu lama. dia terus melajukan motornya.


Hingga dia menemui jalan persimpangan dan mengambil jalur Kiri. hingga melewati pemukiman warga. Saat Wawan perpana akan pemandangan perkebunan di desa tersebut. Wawan tidak sengaja menabrak seseorang.

__ADS_1


"Aww" Ucap orang tersebut.


Dengan segera Wawan turun dari atas motornya. dan berupaya menolong orang yang tidak sengaja dia tabrak tersebut. Wawan mengambil Bakul yang sebelumnya berisi sayuran. yang kini sayuran tersebut telah berserakan di sembarang arah. Wawan memunguti semua sayuran tersebut dan menaruhnya ke dalam Bakul tersebut.


"Mbak, mbak tidak apa apa? maaf ya tadi saya tidak melihat jalan" Ucap Wawan seraya memegang bakul dan berdiri di belakang wanita itu.


"Gak apa apa kok Mas, lain kali hati hati ya" Jawab wanita itu, seraya berusaha bangkit.


Namun, rupanya benturan dari motor Wawan cukup membuat luka di kaki wanita tersebut. hingga membuat wanita tersebut kesulitan untuk berdiri.


"Aww, aduh" Ucap wanita itu.


"Ya Allah mbak, maaf kan saya. saya benar benar tidak sengaja. mbak nya mau saya antar ke rumah atau ke tempat berobat?" Jawab Wawan. yang masih berdiri di belakang wanita tersebut.


"Nggak apa apa mas, kalau tidak keberatan, apakah Mas nya bisa antarkan saya ke rumah Pak'de saya? biar dia yang mengobati luka saya" Ucap wanita itu.


"Iya Iya, saya akan antarkan mbak ke rumah Pak'de nya" Jawab Wawan seraya menaiki sepeda motornya.


Wanita itu pun dengan susah payah berusaha berdiri. dan akhirnya mampu untuk berdiri dan mengambil Bakul yang di pegang Wawan. dan alangkah terkejut nya Wawan. ketika wanita yang di tabrak nya adalah Lastri. Gadis cantik yang sudah mengetuk pintu hatinya. dan berhasil mengganggu dirinya beberapa hari yang lalu.


Wawan menatap wanita yang masih berdiri menahan sakit di kakinya. yang memegang bakul berisikan beberapa jenis sayuran serta tudung Capin yang masih menempel di kepala nya.


Walau berpenampilan begitu sederhana. di bandingkan dengan cara berpakaian gadis gadis kota. yang sering dia temui. ketika berobat kepada ayah nya. Namun, Lastri memiliki tempat tersendiri. dan cara tersendiri sampai mampu membuat Wawan benar benar tergila gila kepadanya.


Kecantikan alami yang di miliki Lastri. Wajah putih mulus. serta rambut hitam nan lebat. yang selalu di ikat nya. hingga membuat leher panjang dan putihnya jelas terlihat.

__ADS_1


__ADS_2