Perjalanan Menutup Mata Batin

Perjalanan Menutup Mata Batin
BERTEMU DENGAN NYI AGEUNG


__ADS_3

Wawan terus melajukan sepeda motornya. terus membelah jalanan kampung tersebut. dalam pikiran Wawan adalah gadis berbaju merah maroon tadi, yang selalu membayangi dirinya akan kecantikan yang di miliki Wanita itu, baru kali ini Wawan merasa hati nya benar benar bergetar, dan tidak bisa berpaling dari menatap wanita. wanita tadi benar benar membuat Wawan hilang akal. Wawan terus melajukan motornya. dengan pikiran yang terus memikirkan Lastri.


Selama di perjalanan. Wawan terus terbayang akan wanita tadi, bayangan senyum dan tutur kata serta kesopanan wanita tadi, benar benar membuat Wawan terhipnotis. sampai dia tidak mampu berpikir hal yang lain. Hingga.......


Wawan seketika memberhentikan sepeda motornya. Mata Wawan melebar sempurna. tubuhnya mematung di atas motor. pandangan nya lurus menghadap ke depan.


Mata Wawan terus menatap lurus ke depan, menatap sesosok wanita tua. yang tidak lain adalah wanita tua yang bertemu dengan nya sebelumnya. wanita tua yang tidak lain adalah Nyi Ageung. yang di katakan pak Pali tadi.


Wawan melihat ke depan, tepat di mana tadi dia bertanya alamat rumah pak Pali pada nenek tua tersebut. wanita tua itu berdiri tepat menghadap ke arah Wawan. yang sontak membuat seluruh otot otot di tubuh Wawan berubah menjadi kaku. tidak hanya itu, keringat yang entah dari mana asalnya. seolah memaksa keluar dari pori pori kulit Wawan.


Nyi Ageung masih berdiri di depan jalan sana, dengan tatapan yang tanpa berkedip terus menatap Wawan. membuat Wawan semakin ketakutan. Namun, sekuat tenaga melawan ketakutan nya tersebut.


Ayah nya pernah berkata, jika kita tidak boleh takut dengan Makhluk halus. karna sejatinya kita jauh lebih sempurna. Namun tetap saja, siapa orang yang tidak akan bergetar melihat sebangsa Jin. apalagi setelah mendengar kisah nya dari pak Pali tadi. tentu saja membuat Wawan semakin ketakutan.


Pandangan ke dua nya saling beradu, nafas Wawan mulai terasa memberat. jantung nya mulai berdetak tak tentu arah. hingga dia mengingat ucapan pak Pali, bahwa siapapun yang bertemu dengan Nyi ageung. akan mengalami kesialan atau bahkan meninggal dunia. Wawan berusaha melawan semua rasa takut dalam dirinya. meyakinkan dirinya, bahwa ucapan Ayah nya adalah benar.


Nyi Ageung tetap berdiri di tempat nya. dia masih melihat ke arah Wawan. dengan berdiri tanpa bergerak sedikitpun. tentu saja tatapan dan sikap nyi Ageung, berhasil membuat Wawan mematung tanpa bergerak dan berucap. lidah Wawan terasa kaku, jangan kan untuk berteriak meminta tolong, mengucap kalimat Allah saja terasa berat di mulut nya. semua anggota tubuhnya benar benar mematung.


Hingga..........


Wushhh..........


Dengan kekuatan yang entah apa itu? membuat tubuh wanita tua tadi, sekejap mata langsung berpindah. dan membuat Nyi Ageung kini telah berdiri tepat di depan motor Wawan. entah menggunakan kekuatan apa? nyi Ageung nampak melayang bagai sebuah kilat. yang memecahkan jarak di antara keduanya. hingga membuat mereka kini hanya terhalang beberapa jengkal saja.

__ADS_1


Nafas Wawan mulai tersengal. berhadapan dengan Makhluk yang bisa di katakan hantu dan semacamnya. tentu saja membuat Wawan ketakutan bukan main. terlebih tempat mereka kini begitu rindang dan sepi. bahkan cahaya mentari pun rasanya tak mampu menembus sela sela pohon yang berdiri saling berdekatan tersebut.


Nyi Ageung menatap Wawan dengan tatapan yang entah apa maksud nya?


"Mau apa kamu?" Ucap Wawan memberanikan dirinya. setelah beberapa saat di perhatikan oleh nyi Ageung.


"Pengen teka Karo sampeyan" Jawab nyi


"Tidak, kamu tidak boleh ikut dengan ku. apa sebenarnya tujuan mu? mengapa kamu menghalau jalan ku?" Ucap Wawan. dengan mata yang terbuka sempurna. namun nampak jelas memancarkan Aura yang nampak bijaksana.


"Kowe wong sing tak goleki suwe-suwe" Jawab Nyi Ageung.


"Mau apa kamu mencari aku? apa keperluan mu" Ucap Wawan.


"Aku arep ngadeni Kowe" Jawab Nyi Ageung.


"Keperenga Kula ndherek bapak" Jawab Nyi Ageung.


"Aku bukan tuan mu, dan bukan Tuan siapapun itu. aku hanya Manusia biasa. dan tidak membutuhkan pengikut dari sebangsa Jin dan yang lain." Ucap Wawan.


"Sampeyan ora bisa lunga, aku wis ngenteni suwe" Jawab Nyi Ageung dengan wajah yang mulai memancarkan Aura ketajaman.


"Siapa kamu, bisa melarang dan mencegah perjalanan ku?" Ucap Wawan yang tak kalah menatap wajah Nyi Ageung.

__ADS_1


"Sampeyan ora bisa nolak aku, sampeyan kudu njupuk aku bebarengan Karo sampeyan" Jawab Nyi Ageung, dengan mata yang mulai berubah menjadi merah. dan mulut yang menyeringai pertanda mulai murka dirinya.


"Kau tidak berhak memaksaku untuk membawamu, Enyah lah dari hadapan ku. atau ku musnahkan kau dari muka bumi ini!" Jawab Wawan dengan tatapan tak kalah tajam.


Nyi Ageung yang tidak terima dengan penolakan yang di layangkan Wawan. Begitu marah dan murka, hingga tangan yang tadinya keriput. berubah menjadi tangan yang begitu pucat dan berkuku panjang dan hitam. Seluruh mata Nyi Ageung berubah hitam. dan giginya pun berubah tajam layaknya taring.


Nyi Ageung menyeringai. Namun, tidak sedikitpun membuat Wawan gentar dengan gertakan nyi Ageung. Wawan hanya diam menatap Makhluk di hadapan mata nya.


Saat Nyi Ageung hendak mencengkram leher Wawan, entah mengapa Tangan Nyi Ageung kepanasan. seolah ada api yang membakar jari jari berkuku panjang nya. hingga mengeluarkan asap kecil di sela sela jarinya.


Melihat apa yang terjadi pada Nyi Ageung. Wawan segera turun dari sepeda motornya. Wawan berjalan mendekati Nyi Ageung yang merasa keheranan dengan apa yang di alami dirinya.


Kekuatan yang dimiliki Nyi Ageung. bukan lah kekuatan yang bisa di remehkan. bahkan banyak Manusia yang memuja nya. dan berbondong bondong ingin di temui oleh nyi Ageung. Namun, hanya Wawan yang menolak dirinya.


Nyi Ageung yang menginginkan Wawan menjadi pendamping nya. karna Aura yang di miliki Wawan. Namun justru Wawan menolak keinginan Nyi Ageung dengan mentah mentah.


Tentu saja, itu membuat Nyi Ageung marah dan murka. Namun, entah dari mana? mengapa Wawan seolah memiliki kekuatan yang bisa membuat Nyi Ageung sampai kesakitan


Wawan terus berjalan mendekati Nyi Ageung. dengan tatapan yang menyiratkan ketegasan yang sangat mumpuni. tatapan Wawan sangat tajam. tidak seperti biasanya. tatapan yang begitu teduh. berubah menjadi tatapan Bak harimau. yang siap menerkam mangsanya. .


Entah Kekuatan apa? Wawan bisa memegang nyi Ageung, dan membuat Nyi Ageung kelimpungan karna rasa panas yang berasal dari telapak tangan Wawan. .


"Aku tahu, apa yang selama ini kau lakukan? Tapi, jangan pernah berpikir jika aku akan membiarkan semua itu kembali terjadi. mengapa kau mengganggu beberapa orang. hingga menjadi penyebab mereka meninggal dunia?" Ucap Wawan, yang terus memegang dagu Nyi Ageung. hingga membuat Nyi Ageung kelimpungan Karna rasa sakit.

__ADS_1


" Kuwi Dudu urusanmu!" Jawab Nyi Ageung.


"Itu sudah menjadi urusan ku, karna kau berani mencegah jalan yang ku lalui!" Ucap Wawan. semakin mengencangkan cengkraman nya.


__ADS_2