
Arrggh.....
Krek..
"Sampeyan ora bisa mateni aku! haha" Ucap Nyi Ageung.
"Aku tidak akan mengotori tangan ku, hanya untuk membunuh Makhluk seperti mu!" Jawab Wawan.
Wawan mencengkram dagu Nyi Ageung. hingga membuat Nyi Ageung menjerit karna rasa sakit. Melihat Nyi Ageung yang mulai kelimpungan. membuat Wawan melepaskan pegangan nya.
Nyi Ageung hanya melihat heran, mengapa Wawan sampai melepaskan genggaman tangan nya. padahal bisa saja dia mati oleh tangan Wawan.
Kowe kok ora mateni aku?" Ucap Nyi Ageung. dengan kembali bangkit
"Aku bukan Tuhan, yang memiliki Hak untuk membunuh siapapun. bahkan Makhluk seperti mu" Jawab Wawan.
"Kowe kok nolak aku? Aku bisa menehi sampeyan apa wae. kalebu bandha lan dhampar" Ucap Nyi Ageung, yang kini telah merubah dirinya. menjadi wanita yang Cantik paripurna. dengan bergaun kan warna Emas yang di hiasi berbagai Payet yang bercahaya. dan rambut yang hitam dan panjang. yang terdapat sebuah tusuk konde. sebagai penghias rambutnya.
Wajah Nyi Ageung benar benar berubah drastis. dari yang berpenampilan Nenek tua. yang memakai kebaya serta kain jarik yang sudah usang. Kini berubah menjadi wanita yang sangat Cantik. dan begitu mempesona. dia terlihat seperti seorang putri raja. dengan pakaian yang memiliki selendang di tiap sisi pinggang nya.
wajah Nyi Ageung saat ini, benar benar tidak usah di ragukan lagi. Hidung yang mancung, dengan mata yang bulat dan bersih. bibir yang berwarna Pink alami dan tipis. membuat senyuman Nyi Ageung. pasti bisa meluluhkan Hati lelaki manapun.
Namun, tidak dengan Wawan. Wawan sama sekali tidak gentar dengan godaan Nyi Ageung. Wawan justru mulai merasa Muak dan kesal dengan ulah Nyi Ageung, yang terus menerus menggodanya.
"Aku tidak membutuhkan Harta dan Tahta." Jawab Wawan.
"Ojo Munafik, Kabeh Manungsa mesthi butuh bandha" Ucap Nyi Ageung. seraya terus merayu Wawan.
"Kau salah besar, Sebagian Manusia yang memiliki hati yang hitam. memang akan tergoda dengan rayuan mu itu. Tapi tidak dengan ku. aku masih memiliki Tuhan di Hati dan setiap deru Nafas ku. Selama masih ada Tuhan di Hatiku, aku sama sekali tidak membutuhkan Harta yang kau tawarkan. dan ingat ini baik baik, Aku tahu apa yang sudah kau perbuat selama ini? Jadi, jangan berpikir bahwa aku adalah salah satu dari pengikutmu itu!" Jawab Wawan.
__ADS_1
Wawan terus menolak rayuan demi rayuan dari Makhluk tersebut, Hingga membuat Nyi Ageung kembali murka, dan hendak melawan wawan. dengan kuku panjang nya. dia berusaha menyakiti wawan. Namun, berulang kali dia kesakitan. di kala telapak tangan Wawan menyentuh kulitnya.
Namun, Nyi Ageung sama sekali tidak gentar, dia merasa bahwa Wawan benar benar telah menyakiti dirinya. dengan terus menerus menolak dirinya. yang bahkan kini telah merubah Wujud nya menjadi sangat Cantik. Nyi Ageung terus melawan dan berusaha menyakiti wawan. Hingga lama kelamaan Wawan membacakan Ayat suci Al Qur'an. Wawan membacakan Ayat Kursi. hingga membuat Nyi Ageung kepanasan. dan seketika mengubah penampilan nya kembali, wajah Nyi Ageung bukan hanya berubah keriput. melainkan berubah menjadi melepuh. Bak terbakar api yang begitu membara.
"Kowe bakal getun Marang tumindakmu iki" Ucap Nyi Ageung seraya menjerit menahan sakit.
Wawan sama sekali tidak menghiraukan ucapan Nyi Ageung. dia terus membacakan Ayat suci Al Qur'an.
"Mbesuk anak mu bakal ngrasakake Urip sing beda Karo Bocah-Bocah liyane, Lan aku bakal tangsah ngganggu turunan mu. nganti dheweke bakal di pengaruhi Lan dadi pandherekku!" Jerit Nyi Ageung yang menggema di udara.
Nyi Ageung menghilang dengan sumpah yang menggema di udara. Tidak terima karna telah di tolak oleh Wawan. membuat wanita yang memiliki kekuatan yang tidak bisa di remehkan, Wanita yang merupakan sebangsa Jin tersebut. memberi kan Sumpah untuk keturunan Wawan di kemudian hari.
"Astagfirullah, sedang apa aku disini?" Ucap Wawan yang baru tersadar, ketika dirinya berdiri di dekat hutan belantara. Wawan bergegas mencari sepeda motornya. dan segera menaiki motor nya. dan melakukan nya sekencang mungkin. mengingat hari semakin sore.
Ya, saat melawan Nyi Ageung tadi. Wawan memang tidak sadar. dia di pengaruhi oleh sosok yang memang sudah menemani dirinya sejak di lahir kan. sesosok yang sudah mengabdi kepada Ayah nya. Kini mengabdi pada Wawan. walau tanpa di sadari Wawan sama sekali. karna sejak dulu, Wawan selalu menolak untuk di pakai kan apapun oleh Ayah nya.
Wawan yang notabene nya adalah pemuda Mushola. tentu saja tidak ingin Musyrik dengan mempercayai Benda benda yang bisa menjadikan dirinya sebagai Manusia yang mendua kan Tuhan nya.
Setelah melewati jalan yang cukup panjang. akhirnya Wawan telah sampai di rumah nya. Ayah dan ibu nya masih duduk bersama dengan Pasien Ayah nya.
Wawan segera memberikan tanaman yang di minta oleh Ayah nya. dengan senyum penuh kebanggaan. Ayah Wawan memberikan senyum yang mengembang untuk putra semata wayang nya.
Walau pak Nawi memiliki kemampuan mampu mengobati berbagai penyakit, dan bisa berkomunikasi dengan sebangsa Jin. tidak sekalipun pak Nawi memaksa Wawan untuk mengikuti jejak dan langkah nya.
Sewaktu kecil dulu, di saat beliau akan mengenakan sebuah kalung yang biasa di sebut sebagai isim oleh sebagian orang kampung. sebagai alat penjagaan untuk sang penggunanya.
Wawan dengan lantang nya menolak. dan mengatakan. bahwa dirinya memiliki Allah, yang akan selalu menjaga dirinya. dari apapun.
Semenjak saat itu, pak Nawi tidak lagi memaksa Wawan untuk mengenakan apapun darinya.
__ADS_1
pak Nawi, yang notabene nya adalah seorang Ayah.
.Tentulah menginginkan Hal yang terbaik untuk Anak nya. Wawan begitu rajin pergi mengaji dan belajar ilmu agama. pada saat itu, Pak Nawi tahu? bahwa Wawan tidak akan menuruni bakat yang dia miliki.
Jangan kan menuruni kemampuan soal penyembuhan. berulang kali pak Nawi berusaha membuka mata batin Wawan, namun. tidak sekalipun mata batin bocah lelaki itu terbuka. Hingga membuat pak Nawi semakin Yakin, bahwa Wawan memang tidak terlahir memiliki bakat seperti dirinya.
Yang memang sudah bisa melihat makhluk halus sejak dini.
07:30 malam.......
"Pak, tadi pak Pali menceritakan tentang Nyi Ageung. apa Bapak tahu hal itu?" Ucap Wawan ketika selesai menyantap kudapan yang di masak Ibunya.
"Nyi Ageung? Siapa dia?" Tanya Ibu nya.
"Nyi Ageung itu Jin, dia yang mendiami tempat di mana pak Pali tinggal. dia itu Jin jahat. sering menyesatkan Manusia Manusia yang haus akan kekuasaan dan harta. bahkan, Nyi Ageung juga sering meminta tumbal Manusia" Jawab Pak Nawi.
"Astagfirullah, bapak tidak pernah cerita ke ibu" Ucap Ibu Wawan. seraya mengusap dadanya.
.
"Iya pak, tadi pak Pali menceritakan itu pula. dan Tadi juga Wawan bertemu dengan Nyi Ageung" Ucap Wawan. yang sontak membuat ibunya menatap ke arah Wawan.
"Astagfirullah Nak, lalu kamu tidak kenapa kenapa kan?" Tanya ibunya begitu cemas.
"Tidak Bu, Wawan tidak apa apa. buktinya Wawan bisa kembali ke rumah dengan selamat kan" Jawab Wawan.
Berbeda dengan sang istri yang merasa sangat cemas setelah mendengar cerita anak nya. Yang bertemu dengan Jin yang terbilang jahat. pak Nawi hanya diam. seraya meracik sebuah ramuan obat dari berbagai tumbuhan. salah satunya yang di bawa Wawan tadi.
Ya, orang yang berobat kepada pak Nawi akan diminta untuk menginap. dan tidur di rumah beliau. itu sebab nya Rumah pak Nawi memiliki beberapa kamar tidur. pak Nawi akan merawat pasien nya dengan sangat bersungguh sungguh. hingga pasien nya sembuh.
__ADS_1
Pal Nawi tahu, kalau anak nya memang bertemu dengan Jin tersebut. dan hampir di pengaruhi dan di goda. Namun, pak Nawi juga tahu. kalau sosok yang dulu menjaga dirinya. pasti mampu menjaga Wawan. apalagi pak Nawi percaya. Jika ilmu Agama yang di miliki putra nya. juga mampu menjaga dirinya dari gangguan makhluk semacam itu.