
Wawan terus melajukan sepeda motornya, membelah jalanan yang tadi di tunjukan oleh wanita tua tadi. dalam batin Wawan. apa benar jika wanita tua tadi memasuki area Hutan? Padahal sudah jelas terlihat. bahwa hutan tersebut terlihat masih sangat Asri dan belantara.
Sedangkan di sebelah jalanan yang lain, itu adalah jurang yang cukup terjal. mengingat kemana perginya wanita tua yang membawa beban yang terbilang berat.
"Ya Allah, apa jangan jangan Ibu tadi jatuh ke jurang ya?" Batin Wawan kembali.
Wawan melihat ke arah belakang. perjalanan yang di lalui nya sudah cukup jauh. bahkan dia sudah sampai di persimpangan jalan yang tadi di tunjukan ibu tua tadi. Wawan memegang keningnya. Rasa bersalah sepintas melewati pikiran nya. jika benar jika ibu itu sampai terjatuh ke jurang, maka bisa kah dia memaafkan kebodohan nya?
Akan jauh lebih baik, jika ibu tua tadi memasuki area hutan.
Wawan melihat jalanan di depan nya. dia berhenti di persimpangan jalan di hadapan nya. Ibu tadi mengatakan bahwa Wawan harus mengambil jalan ke arah kiri. Wawan pun memilih jalan yang memang di tunjukan ibu tadi. hingga Wawan melihat seorang bapak bapak tengah membawa cangkul di tangan nya.
"Permisi pak" Ucap Wawan ramah.
"Iya Nak" Jawab bapak tersebut.
"Pak, tahu rumah pak Pali?" Tanya Wawan.
"Oh pak Pali, kamu lurus saja Nak. nanti juga di ujung jalan ada rumah. Nah itu rumah pak Pali" Jawab bapak tersebut.
"Oh begitu ya pak, baik pak terima kasih" Ucap Wawan.
Wawan kembali melajukan sepeda motornya.
Hingga entah berapa lama. dia bisa melihat beberapa rumah warga dengan Nuansa adat Jawa. yang berjejer di tepi jalan. Bahkan ada beberapa warga yang terlihat duduk di teras rumah, dan tengah menyapu halaman.
Wawan melewati barisan rumah warga tersebut dan terus melajukan motor nya hingga Ujung jalan. sekitar 8 menit di perjalanan. dan melewati area perkebunan Wawan akhirnya sampai di penghujung jalan. dan terdapat rumah dengan Nuansa adat Jawa yang berdiri tepat di depan jalan.
Wawan memarkirkan motornya di depan rumah tersebut, dan melihat ke sekeliling rumah. yang Nampak begitu sepi dan terlihat tidak ada seorang pun di dalam rumah tersebut.
.Wawan berjalan mendekati arah jendela rumah tersebut. Wawan mengintip ke arah dalam rumah tersebut. Nampak sepi sekali.
Wawan melihat sekeliling, takut ada orang yang memergoki perbuatan nya. Bisa bisa dia jadi bulan bulanan warga. karna sebuah ke salah pahaman.
"Punten....
Wawan mengetuk pintu kayu tersebut, Namun tidak ada jawaban.
__ADS_1
Punten.....
Wawan kembali mengetuk pintu kayu tersebut, dengan sedikit mengeluarkan tenaga di tangan nya.
Wawan melihat sekeliling, dan mendengarkan mungkin ada orang di dalam rumah.
."Punten........
"Ya" Tiba Tiba seorang lelaki. dengan Suara yang cukup berat. menjawab melalui samping rumah. Yang sudah jelas membuat Wawan terkejut bukan main.
"Astagfirullah, Pak maaf apa benar ini rumah Pak Pali?" Ucap Wawan seraya berjalan menghampiri lelaki tadi.
"Ya benar, kamu siapa dan mengapa mencari beliau?" Jawab lelaki tersebut.
"Oh, saya Wawan. Saya dari desa Cibuaya ada urusan dengan Pak Pali" Ucap Wawan dengan ramah.
"Urusan apa?" Jawab lelaki tersebut.
Kok dia mau tahu urusan ku ya? apa mungkin sebagian warga disini memiliki keinginan Tahuan yang cukup tinggi?
"Saya di suruh bapak saya. untuk mencari tanaman obat. dan di suruh menemui Pak Pali. begitu pak" Ucap wawan bicara seadanya.
"Siapa bapak mu?" Jawab lelaki tersebut.
"Bapak saya bernama pak Nawi. biasa di panggil Ki Nawis oleh sebagian orang" Ucap Wawan .
"Oh, Ki Nawis. ayo ikut dengan saya" Jawab lelaki tersebut. seraya menyuruh Wawan ikut dengan nya.
.
Wawan pun hanya mengikuti lelaki di depan nya. tanpa tahu siapa lelaki yang berjalan di depan nya itu?
Wawan hanya melihat sekeliling. di mana terdapat banyak sekali tanaman sayuran, ada tanaman berbagai Cabai, Tomat dan singkong serta Buah buahan.
Dan tentunya ada beberapa tanaman yang tidak di ketahui oleh Wawan. atau mungkin asing di matanya.
"Tanaman obat apa yang kamu cari Nak" Ucap lelaki tersebut.
__ADS_1
"Paku Ekor Kuda pak" Jawab Wawan.
"Paku Ekor kuda? tunggu sebentar" Ucap lelaki tersebut.
( Paku Ekor kuda adalah jenis tumbuhan paku yang bisa meningkatkan metabolisme tubuh jika di olah dengan baik. tumbuhan ini kerap di jadikan obat herbal. untuk membantu memperlancar buang air besar jika seorang mengalami sembelit. juga bisa membantu mengobati osteoporosis. bentuknya sendiri menyerupai daun daun kecil. yang tersusun seperti karang.)
Wawan yang melihat lelaki tersebut berjalan menjauh, akhirnya mengejarnya.
"Pak, memang nya bapak siapa? apa bapak tahu tanaman yang saya Cari?" Tanya Wawan seraya berjalan di belakang lelaki tersebut.
"Hehe, saya Pak Pali, orang yang kamu cari tadi Nak" Jawab lelaki tersebut seraya tertawa. dan terus berjalan melewati beberapa tanaman nya.
"Ya Allah, maaf pak saya tidak tahu" Ucap Wawan seraya terkejut dan tak enak hati.
"Tidak apa apa, Saya dan bapak mu sudah lama berteman. dulu waktu kamu kecil. Bapak mu pernah membawa kamu ke sini, cuma memang situasi desa disini memang sudah berubah untuk saat ini. mungkin kamu juga sudah lupa" Jawab lelaki tua tersebut.
"Oh begitu ya pak, saya tidak ingat pak Maaf" Jawab Wawan.
"Tidak apa apa Nak. wajar kamu lupa. itu sudah sangat lama. dulu waktu kamu kesini. kamu masih sangat kecil. sekitar 3 tahunan. dan sekarang sudah dewasa. wajar lupa karna saya juga tidak mengenali mu" Ucap lelaki tersebut.
"Eemm pak, kalau boleh tahu tanaman paku ekor kuda itu, bisa mengobati apa saja?" Jawab Wawan
"Banyak, salah satunya bisa mengobati tulang" Ucap lelaki tersebut.
"Oh, begitu. Kalau di jalan yang sebelum persimpangan apa ada jalan ke arah hutan pak?" Jawab Wawan.
"Jalan sebelum persimpangan?" Ucap lelaki tersebut, seraya menautkan Kedua alis nya.
"Iya, sebelum menuju ke sini kan, sempat ada persimpangan jalan. Nah, jauh sebelum persimpangan jalan. bukan kah ada hutan dan sebelahnya seperti jurang gitu? apa di hutan itu ada jalan. seperti pemukiman seperti ini pak?" Jawab Wawan.
"Selama saya tinggal disini, saya tidak pernah tahu kalau di hutan itu ada penghuninya. hutan itu hutan yang masih belantara Nak, mana mungkin ada yang tinggal di sana. kamu itu Ngada Ngada saja" Ucap lelaki tersebut.
"Masa Sih? Tapi tadi saya bertemu dengan seorang Ibu tua. dia tengah membawa kayu bakar di punggung nya. saya bertanya rumah Pak Pali di mana? dan beliau juga menunjukan jalan ke arah sini, dan ketika saya ingat akan memberi wanita tua tadi tumpangan. dia sudah tidak ada? tidak mungkin kan kalau dia ambil jalan menuju jurang? pastinya dia jalan memasuki hutan itu." Jawab Wawan.
"Tunggu, apa nenek itu memakai kain Jarit berwarna coklat bercorak hijau? dan memakai baju seperti kebaya? dan rambutnya di sanggul. serta memiliki sebuah tanda di dahi sebelah kiri?" Ucap lelaki tersebut..
Wawan yang mendengar penuturan lelaki yang merupakan pak Pali tersebut. hanya berusaha mengingat rupa dan apa saja yang di kenakan ibu tua tadi.......
__ADS_1