
Setelah sekian lama tiba tiba handphone genggam miliknya berdering,seketika itu Bryan melihat isi sebuah pesan singkat dari ponselnya dan membaca sambil tersenyum.
Melihat yang terjadi pada Pemuda itu,Siena merasa cemburu saat Bryan tersenyum dengan ponsel nya tersebut.
Namun tidak ada hal lain yang saat ini bisa dilakukannya,bagaimanapun dekat dengan Bryan sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi gadis itu,tugasnya saat ini adalah membantu Bryan untuk lebih maju lagi dalam dunia bisnis. Terlepas dari apapun jika benar apa yang dipikirkan nya itu terjadi,maka semuanya adalah bonus kehidupan yang dia dapatkan,begitulah pemikirannya saat ini.
"Ternyata sudah siang aku ada beberapa keperluan diluar,aku titipkan semuanya pada kalian sementara!!" Bryan berkata sambil melihat jam didinding.
Mendengar itu Drake dan Siena hanya pasrah dan menjawab "baik Tuan Muda"
Kedua orang itu terlalu semangat jika Bryan berada disisi mereka,namun mereka tidak keberatan jika Pemuda itu pergi karena memang ada banyak tugas yang akan di kerjakan nya.
Seperti biasa mereka menundukkan badannya penuh hormat dan bekerja kembali selepas kepergian Bryan tersebut.
Saat ini tujuan Bryan adalah mengunjungi Willy yang mengundangnya datang diacara pesta teman yang akan dijodohkan padanya tersebut.
Seperti sebelumnya untuk mencapai tujuan dengan cepat Bryan menggunakan taksi sebagai layanan jasa tumpangannya.
Saat ini hanya itu hal yang bisa digunakan nya,karena beberapa alasan yang menyangkut dengan tujuan bisnisnya kedepan.
Tidak jauh dari tempat yang di tuju saat itu taksi berhenti karena Bryan ingin berhenti disana.
Setelah menyelesaikan pembayaran jasa kemudian Bryan berjalan seperti biasa menuju sebuah toko.
Saat menemukan toko yang cocok kemudian Bryan masuk dan melihat lihat isi didalam nya.
Ada beberapa gadis dan juga dua pemuda sedang melihat lihat sebuah tas cantik.
Tas tersebut mengundang banyak tamu bagi toko tersebut,bagaimanapun dapat melihatnya saja sudah sangat bersyukur bagi para gadis.
"Aku ingin sekali punya tas seperti itu" Salah seorang gadis menunjuk tas yang terpajang tersebut.
"Sayang,suatu saat aku akan berusaha membelikan nya untukmu!! Saat ini kamu mengerti bukan dengan keadaanku?" Jawab salah satu pemuda yang berada disampingnya.
"Aku menunggu usaha yang akan kau lakukan,Fred Kohler!" Gadis itu sedikit merajuk dengan apa yang dia katakan itu.
__ADS_1
"Aku berjanji tentang itu, Vinny Giordin" Pemuda yang bernama Fred tersebut mencoba membujuk nya.
Bryan yang melihat itu bisa menyimpulkan bahwa mereka adalah sepasang kekasih,namun sikap yang mereka tunjukkan sedikit membuat pemuda itu tampak canggung dan malu pada diri sendiri.
Dibelakang sepasang kekasih itu terlihat dua gadis lain nya dan satu pemuda lagi.
Dengan pandangan sekilas Bryan dapat merasakan bahwa satu gadis berada dibelakang sepasang kekasih tersebut juga menginginkan tas itu dan meminta pada pemuda satunya.
Berbeda dengan yang lain nya,gadis yang menggunakan pakaian biasa saja berada paling belakang hanya diam tidak seperti dua gadis lain nya.
Hal itu membuat Bryan tersenyum dengan tingkah mereka seperti sinetron saja dalam pikiran nya.
Namun kali ini Bryan mengabaikan semuanya dan berjalan menuju tas cantik yang terpajang tersebut.
Ketika Pemuda itu sampai didepan tas yang dituju saat ini kelima orang tadi juga berada disamping nya dan menoleh sambil mengerutkan keningnya pada Bryan.
"Apa kau juga menginginkan tas itu?" Vinny bertanya pada Bryan.
"Ya aku ingin membelikan untuk temanku,ada sebuah acara saat ini jadi aku akan membawakannya satu untuk nya!!" Jawab Bryan tersenyum.
"Apa kau sadar dengan yang kau ucapkan itu brengsek? Kau tau harganya berapa? Orang bodoh selalu membuat lelucon!!" Jawab Fred sedikit menghina.
Mendengar perkataan itu Bryan hanya mengangkat kedua alis matanya dan menarik napas panjang,hal tersebut tidaklah berguna baginya untuk ditanggapi dan segera mengabaikannya.
"Pelayan!!" Teriak Fred
Seketika pelayan toko tersebut datang dan menemui Fred kemudian berkata sambil tersenyum karna perlakuan tersebut adalah standar toko pada konsumen nya "ada yang bisa saya bantu Tuan?"
"Bolehkah aku memegang tas yang terpajang itu?" Fred bertanya sambil menunjuk tas yang mereka bicarakan dari tadi.
Seketika itu Vinny yang terlihat murung akhirnya tersenyum kembali mendengar yang diucapkan Fred tersebut.
"Apa kau akan membelikan nya untuk ku?" Vinny kemudian bertanya.
"Aku mencoba mengusahakannya terlebih dahulu!!" Jawab Fred berbisik karena tidak ingin kalah dari Bryan yang bercita cita membeli tas tersebut.
__ADS_1
Pelayan yang berdiri didepan mereka kembali berkata "silahkan Tuan,lihat dulu barangnya!"
"Baik,terimakasih!" Jawab Fred dan melangkah bersama Vinny menuju tas tersebut.
Ketika itu Bryan yang hanya melihat perbincangan mereka dari samping juga menanyakan sesuatu pada pelayan yang hendak pergi " Nona,boleh saya bertanya? Berapa harga untuk sebuah tas tersebut?"
Pelayan itu menoleh pada Bryan,sekilas melihat penampilan dari pemuda itu membuat semangat nya turun drastis ,bagaimana mungkin orang seperti ini menanyakan hal seperti itu? Sebuah pertanyaan muncul dikepala pelayan tersebut.
"Maaf Tuan,untuk harga kami hanya dapat melihat ketika barcode nya telah di regsitrasi!" Dengan senyum palsu pelayan itu mencoba menjelaskan pada Bryan,karna bagaimanapun pemuda itu tidak akan pernah sanggup untuk membelinya jadi percuma saja menyebutkan harga itu.
Kembali pada Fred dan Vinny yang tengah asik memegang tas tersebut kemudian memanggil pelayan tadi.
"Pelayan,boleh saya tahu tentang harga dari tas ini?" Fred yang berpenampilan sangat mewah seperti seorang pemuda sebagai pewaris keluarga kaya tersebut bertanya.
"Ooh untuk itu harga nya adalah 8 juta dolar,itu adalah Tas Hermes Phoenix hanya ada tiga pengeluaran terbatas untuk itu dan satu diantaranya telah terjual dan tersisa dua tas ini lagi!!" Jawab pelayan tersebut menjelaskan.
Mendengar itu Fred tersenyum masam bagaimanapun uang bulanan yang diberikan orang tuanya saja harus dikumpulkan lebih kurang 10 bulan tanpa belanja sama sekali untuk dapat mencapai harga tersebut,bagaimana mungkin Pemuda itu dapat membeli tas itu sekarang?
"Ooh baik Nona,aku hanya bertanya dulu besok aku akan kembali lagi!! Karna ATM ku ketinggalan di mobil lamaku!!" Jawab Fred mencoba membuat alasan.
Vinny yang tadi nya semangat saat ini kembali cemberut,namun kali ini gadis itu sedikit pasrah!! Saat tau berapa harga untuk tas tersebut.
Mendengar yang dikatakan pelayan tersebut Vinny tidak lagi terlalu mengharapkan hal itu,dan yang terpenting gadis itu tau bahwa Fred hanya mencari alasan agar mereka dapat pergi dengan segera.
Karena Vinny tau,mobil yang dipakai Fred hanya BMW dan itu cuma satu dari dulu.
Dalam keheningan setelah pembicaraan tersebut tiba tiba Bryan berkata " Bungkuskan satu untuk tas tersebut,Nona!"
Semua orang disana terkejut dengan yang dikatakan Pemuda itu,dan pelayan yang mendengarkan itu ingin sekali marah,menurutnya yang coba dilakukan Bryan adalah membuang buang waktunya saja.
"Maaf Tuan,coba di ulang kembali perkataan tadi!" Jawab Pelayan tersebut untuk menanyakan kembali yang dikatakan Bryan dengan maksud mengejek.
"Tolong bungkuskan satu tas yang terpajang diatas itu!" Jawab Bryan kembali mencoba memperjelas perkataan nya dan menunjuk pada tas yang diinginkan sepasang kekasih tersebut.
"Maaf Tuan,ini bukan lelucon jadi berhentilah bergurau ! Aku juga sedang banyak kerjaan ku mohon agar engkau mengerti! Berikan aku uang 8 juta dolar akan kubungkuskan itu untukmu" Jawab pelayan itu kembali dengan nada jengkel.
__ADS_1
Saat itu Bryan mencoba mengeluarkan kartu ATM Gold Prime nya dan memberikan pada pelayan tersebut untuk segera digesek pada mesin registrasi toko itu.