
"Bryan,apa yang kau lakukan disini?" Pemuda itu bertanya.
"Aku menghadiri undangan Willy!" Bryan menjawab dengan santainya.
"Ooh aku kira kau mendapat undangan langsung dari Gadis cantik yang akan bergabung dikampus kita ini!!" Rayden mengejek Pemuda itu dengan senang hati bahwa Bryan tidak langsung mendapat undangan dari orang yang membuat acara.
Bryan yang saat ini sudah ingin pergi dengan semua sikap orang diruangan itupun mulai mencari cara.
Apapun kehebatan mereka terlihat bodoh dimatanya dan sangat bosan untuk dilihat oleh mata Pemuda itu.
Dengan pemikiran nya itu tiba tiba Bryan berdiri dan berkata "Rayden,apakah kau ingin duduk? Silahkan duduk disini biar aku yang keluar karna kau adalah tamu penting"
Bryan berkata pada Rayden dan sedikit menyanjungnya supaya Pemuda itu dapat berjalan keluar berjumpa bersama tiga temannya yang saat ini berada didepan.
"Kau selalu mengerti dengan jalan pikiran ku,pecundang!! Pergilah dari sini" Jawab Rayden dan kemudian berjalan bersama rombongannya menuju kursi tersebut.
"Baik!" Bryan menjawab sambil tersenyum lepas
Disaat itu Willy dan Elsa menatap tingkah dari Bryan tersebut.
Mereka selalu manyadari perilaku Bryan bahwa apapaun yang dilakukan orang lain padanya tidak sekalipun menunjukkan ekspresi yang jahat,siapa sebetulnya pemuda ini?
Mereka begitu heran dengan semua itu.
Sebelum Bryan berjalan keluar terlebih dahulu Pemuda tersebut menyapa Willy dan meminta izin untuk segera pergi " Willy,aku akan keluar dulu berjumpa Rega!"
"Ya baik lah Bryan,terimakasih atas semuanya!" Jawab Willy tersenyum padanya.
"Sama sama" Jawab Bryan singkat membalasnya dengan senyuman kembali dan perlahan berjalan keluar dengan santai.
Saat itu Bryan sekilas menatap pada Elsa yang juga memandang pada Pemuda itu.
Bryan memberikan sebuah senyum pada gadis tersebut dan begitupun sebaliknya,Elsa membalas hal serupa.
Kemudian Bryan berlalu pergi menuju teman temannya diluar dan meninggalkan semua yang berada diruangan tersebut dengan ketenangan penuh senyuman.
__ADS_1
Didalam ruangan semua gadis merasa senang dengan kedatangan Rayden dan rombongannya termasuk juga Yelsi.
Namun Willy dan Elsa tidak begitu tertarik lagi dengan suasana itu dan hanya diam mendengarkan cerita teman temannya yang lain saat berbicara.
Diluar dari ruangan tersebut,Bryan saat ini telah bersama dengan tiga sahabat dekatnya.
Mereka menghabiskan waktu bercerita dan bercanda seperti biasa sampai acara itu mulai perlahan berakhir dan langit malam yang gelap telah muncul.
Dari dalam ruangan terlihat satu persatu telah keluar dan meninggalkan acara tersebut untuk pulang menuju kediaman masing masing.
Setelah sekian lama tiba tiba mobil mewah yang dibawa Pemuda kaya siang tadi muncul kembali dan berhenti tepat didepan gerbang,saat itu Elsa terlihat didepan pintu dan keluar dari ruangan tersebut.
Bryan yang masih berdiri bersama teman temannya disana hanya memandangi kejadian itu.
Saat itu Bryan menatap wajah gadis tersebut dengan wajah yang datar.
Ketika itu juga Elsa berbalik memandangnya dan memberikan sebuah senyum,setelah itu kembali memalingkan pandangan nya pada Pemuda yang mengemudi mobil mewah itu dengan raut wajah yang cemberut.
Setelah kejadian itu Bryan yang sebelumnya tidak mengerti dengan perasaannya itu kemudian perlahan tersenyum kembali dengan kesenangan yang tidak jelas datangnya dari mana.
Jika berpikir semua itu karena Elsa,tapi mereka belum sekalipun bertemu janji dan bercerita bersama bahkan berjumpa saja hanya saat berpapasan disebuah acara atau kampus.
Kemudian Elsa yang sudah berada di pintu sebelah kiri mobil tersebut perlahan membuka nya dan segera masuk.
Saat Gadis itu telah mendapatkan posisi duduknya ,mobil mewah tersebut mulai berjalan dan bergerak pergi meninggalkan mereka semua yang masih berada di acara itu.
Setelah kejadian itu terlihat dari pintu ruangan kembali Rayden dan rombongannya telah keluar dan juga diikuti oleh gadis gadis lain termasuk Willy dan Yelsi.
Setelah berada diluar Rayden melihat Bryan kembali dan berkata "kau belum pulang ya ? Apakah masih ingin mencicipi makanan disini untuk mengisi kelaparan saat malam?"
Mendengar perkataan Pemuda tersebut rombongan nya dan semua gadis disana tertawa lepas kecuali Willy yang masih merasa tidak enak padan Bryan berkat kejadian tadi siang dalam acara perjodohan Sahabatnya itu dengan Yelsi.
Setelah pembicaraan Rayden yang disambut tawa semua orang disana kemudian gadis gadis lain juga mengikutinya juga dengan melayangkan perkataan perkataan mengejek seperti hari hari biasanya.
Namun semua itu tidak membuat Bryan terpengaruh,bahkan apa yang dikatakan mereka adalah kebodohan baginya dan juga telah mendengarkan kata itu setiap hari saat berjumpa bersama mereka.
__ADS_1
Setelah sekian lama akhirnya mereka bosan dengan hal tersebut dan berhenti dengan sendirinya ,saat bersamaan Rayden dan Rombongannya tersebut berpamitan pulang pada Yelsi dan segera pergi.
Setelah itu Bryan dan teman temannya juga melakukan hal yang sama dan beranjak pergi menuju gerbang menghentikan sebuah taxi untuk mempercepat mereka sampai pada tujuan.
Setelah semua orang pergi tinggallah Willy dan Ivoni,mereka akan menginap dirumah Yelsi tersebut.
Didalam genggaman Willy masih terlihat tas Hermes Phoenix pemberian Bryan tadi dan dengan senang hati membawanya masuk menuju pintu rumah itu kembali.
Ditempat lain saat ini Bryan berada dalam taxi bersama tiga teman temannya itu.
Setelah jauh dalam perjalanan akhirnya mereka sampai didepan gerbang rumah kos dan taxi tersebut berhenti,kemudian ke empat pemuda tersebut turun saat pembayaran jasa angkutan telah dilunasi.
Taxi tersebut kembali berjalan mencari penumpang kembali.
Seperti biasa keempat pemuda tersebut memasuki rumah kos dan satu persatu pergi membersihkan diri.
Setelah semuanya selesai mereka kembali ketempat tidur untuk beristirahat menghadapi hari esok dalam perkuliahan.
Satu persatu dari keempat pemuda tersebut mulai mendengkur pertanda bahwa mereka telah tertidur dengan nyaman.
Seperti malam malam sebelumnya Bryan selalu menyempatkan diri untuk mengirim beberapa pesan singkat pada kontak handphone miliknya tersebut.
Saat semuanya selesai Pemuda tersebut ikut tertidur dengan lelap.
Malam itu begitu tenang tidak terasa bahwa pagi telah menjelang dan cahaya matahari kembali menyapa melalui celah celah jendela ruangan tempat mereka tidur.
Keempat pemuda tersebut kembali bangun dan membersihkan diri untuk mempersiapkan kegiatan hari ini,bagaimanapun pergi menuju kampus adalah salah satu hal yang pasti untuk mereka jalani.
Setelah semuanya selesai,kemudian mereka bergegas berjalan menuju kampus.
Dalam perjalanan mereka melakukan hal seperti biasa,bercerita dan bercanda juga tertawa bersama.
Tidak terasa mereka sudah sampai digerbang kampus dan terus berjalan memasuki ruang kelas yang diikuti.
Saat didalam ruangan ketika semua mahasiswa dan mahasiswi telah hadir Rega yang menjadi ketua kelas mendapatkan pemberitahuan melalui Handphone nya dari dosen yang akan masuk hari ini,bahwa dosen tersebut ada keperluan mendadak dan tidak dapat hadir untuk hari ini.
__ADS_1
Setelah mendapatkan pemberitahuan tersebut Rega memberikan informasi tersebut keseluruh teman teman yang hadir saat itu.
Dan semuanya terlihat begitu senang dengan yang dikatakan Ketua Kelas tersebut dan tidak menunggu waktu lama bagi mereka untuk meninggalkan kelas itu dan pergi melakukan kegiatan yang menyenangkan kembali.