
Bagaimanapun mereka merasa lebih cantik dari pada Reni,dan juga kosmetik dan pakaian yang mereka pakai lebih mahal dari apa yang dimiliki Reni.
Kenapa Pemuda itu lebih memilih Reni dari pada mereka? Itulah yang mereka pikirkan saat ini.
Mereka cemburu dengan kedekatan Bryan bersama Reni,yang terlihat lebih akrab saat sedang berbagi cerita saat itu.
Ditengah asiknya mereka bercerita,tiba tiba satu rombongan melintas didepan mereka dan berhenti.
"Bryan,apa yang kau lakukan disini? Oh ternyata kau sudah punya pacar ya?" Seorang Gadis yang berada didepan Pemuda itu berkata.
"Tidak,mereka datang saat aku bersantai!! Dan kemudian ingin berkenalan dengan ku" Jawab Bryan jujur dengan apa yang terjadi.
Benar saja,rombongan yang berada didepan Bryan saat itu adalah Clarissa dan beberapa gadis lainnya termasuk juga Elsa.
Elsa yang melihat kedekatan Bryan bersama Reni saat itu tiba tiba saja membuang wajahnya kearah samping memandang kearah berlawanan dari tempat dimana Bryan duduk.
Bryan yang melihat sikap Elsa juga merasakan sesuatu yang tidak enak.
Namun,Pemuda itu tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini!! Bagaimanapun Elsa bukanlah siapa siapa baginya,hanya merupakan teman seperti yang lainnya saat ini.
Hanya saja ada sebuah perasaan yang tidak dapat dimengerti tentang hal yang saat ini terjadi pada nya.
Disaat bersamaan Fred yang merupakan pemuda kaya tidak tinggal diam,dirinya berusaha membela Bryan yang mana saat ini pemuda tersebut menganggapnya teman dan juga berharap dengan balasan yang baik kemudian hari.
"Hey,dia teman kami!! Dan kami tidak sengaja datang kesini berjumpa dengan nya kalian tau??" Fred memasang suara yang menekan.
"Benar,kami hanya hanya bercerita saja" Vinny kemudian menambahi.
Mendengar itu Elsa sedikit menoleh pada Bryan.
Namun Bryan hanya mengerutkan keningnya seakan meminta Elsa untuk percaya dengan kata kata mereka.
__ADS_1
Saat itu Clarissa kembali menekan Bryan.
"Siapa wanita di samping nya itu?" Dengan raut mencibir gadis itu melontarkan pertanyaan.
Dengan itu Reni angkat bicara "Aku Reni, saat itu kami tidak sengaja bertemu di sebuah toko tas dan Bryan datang kemudian memberikan ku..."
Sebelum Reni menyelesaikan kalimatnya Bryan dengan cepat memotong pembicaraan.
"Ya,benar kami bertemu di sebuah toko Tas" Jawab Bryan sedikit salah tingkah,bagaimanapun jika Clarissa dan teman teman nya termasuk juga Elsa tahu tentang identitasnya maka semua akan makin rumit baginya untuk hari ke depan.
"Oh begitu,aku kira kau adalah kekasih Bryan hahahaha.." Clarissa tertawa sambil mengejek,dengan melihat penampilan Reni yang juga sederhana sama seperti Bryan.
"Baiklah jadi semuanya sudah jelaskan?" Jawab Bryan tersenyum dengan keadaan yang sedikit lebih baik dari sebelum nya.
"Tidak masalah,hal terpenting kau harus belajar dengan benar karena sebentar lagi kita akan ujian!! Aku sebagai Presiden kampus tidak ingin ada yang gagal.." Clarissa memasang wajah serius pada Bryan,bagaimanapun gadis tersebut ingin semua yang berada di kampus harus lulus dan Clarissa akan mempunyai sebuah prestasi sebagai Presiden kampus yang membimbing seluruh mahasiswa dan mahasiswi agar seratus persen lulus.
"Oke Presiden,aku akan berusaha!" Jawab Bryan tersenyum.
Elsa yang saat itu masih terdiam dimana teman teman nya saling berdebat,gadis itu memikirkan seorang Bryan.
Ditengah lamunan gadis tersebut kemudian suara Clarissa menghentikan pertanyaan yang ada di pikiran nya tersebut sambil berkata " Elsa,ayo kita pergi hari sudah mulai gelap!!"
Saat itu teman teman nya sudah berjalan cukup jauh,namun Elsa masih berdiri ditempatnya kemudian menoleh sekali lagi pada Bryan untuk segera pergi menyusul teman teman nya itu.
Melihat itu Bryan merasa sedikit tenang sambil tersenyum menatap Elsa yang saat ini berjalan menuju teman teman nya itu.
"Baiklah,hari sudah hampir malam aku segera pulang dulu!!" Kemudian Bryan berkata pada kelima rombongan yang bersamanya saat ini.
"Maaf Tuan,apakah Anda sudah ada jemputan? Atau saya sendiri yang akan mengantar Tuan Muda untuk pulang?" Fred bertanya mencoba mengambil perhatian dari Bryan.
"Tidak perlu,aku pulang menggunakan kendaraan umum saja!" Jawab Bryan sambil berdiri kemudian melangkahkan kaki nya meninggalkan kelima orang tersebut.
__ADS_1
Setelah itu kelima rombongan itu hanya terdiam,dan bertanya kenapa Tuan Muda yang kaya raya tersebut tidak menggunakan kendaraan mewah seperti kebanyakan orang kaya lain nya.
Bahkan melihat kondisi keuangan nya tempo lalu,akan sangat mudah baginya untuk mendapatkan sebuah mobil sport seperti Ferrari ataupun Lamborghini.
Namun tidak ada satupun dari mereka dapat mengetahui sebab nya Pemuda tersebut memilih hidup seperti orang biasa saja.
Dan kemudian kelima orang tersebut juga bersiap untuk pergi menuju tempat lain yang mereka inginkan.
Disisi lain,Bryan saat ini tengah turun dari sebuah Taksi yang sudah berada di depan gerbang kos nya saat itu dan hendak berjalan menuju pintu yang telah terbuka dimana teman teman nya duduk didalam ruangan tersebut yaitu kos mereka.
"Bryan,kemana saja kamu seharian?" Pider orang pertama yang menanyakan kegiatan Pemuda tersebut.
"Aku punya beberapa urusan,dan kemudian sedikit bersantai di taman kota menikmati pemandangan sebentar sambil menunggu ujian ini agar lebih Fresh!" Jawab Bryan sambil tersenyum.
"Pergi sendiri saja apa kamu tidak mau berteman sama kami lagi?" Jawab Alben mencoba menyudutkan Bryan sambil bercanda.
"Haha.. Kalian teman teman terbaikku,jadi akan ada suatu tempat yang jauh lebih indah dari itu yang ingin aku tunjukkan nantinya!!" Jawab Bryan tertawa.
"Aku percaya padamu,mungkin suatu saat akan menjadi kenyataan" Kemudian Rega ikut berbicara bersama teman teman nya itu sambil tertawa.
"Baiklah aku membersihkan diri dulu sebentar!!" Bryan kemudian bergegas mengambil perlengkapan nya dan menuju kamar mandi.
Kemudian teman teman nya lanjut bercerita kembali.
Setelah berapa lama akhir nya Bryan selesai dengan kegiatan nya itu dan ikut bergabung bersama teman teman nya kembali.
Mereka bercerita seperti malam malam yang biasa nya sampai larut malam,kemudian kembali ketempat tidurnya masing masing untuk menikmati indahnya mimpi sebelum pagi datang.
Seperti biasanya,setelah semua teman teman nya tidur Bryan selalu menyempatkan diri untuk menghubungi siapapun yang diperlukannya melalui Handphone genggam miliknya itu.
Setelah selesai Bryan ikut ambil bagian untuk mencoba menikmati ketenangan malam ini bersama teman teman nya itu.
__ADS_1
Waktu begitu cepat berlalu sampai pada akhir nya sinar matahari kembali menyapa mereka melalui celah celah ruangan itu.
Keempat sahabat tersebut kembali terbangun dan satu persatu mulai membersihkan diri ke kamar mandi untuk menjalani aktivitas hari ini.