Perjuangan Pemuda Kembali Pada Kejayaan

Perjuangan Pemuda Kembali Pada Kejayaan
Bab 27. Pertarungan antara Nett Robbins vs Pemuda Dingin


__ADS_3

Didalam ruangan saat ini tersisa hanya Bryan dan teman teman nya di bangku bagian belakang.


Dibarisan depan Willy dan Ivoni bersama Gadis baru yang bernama Yelsi masih berada dikelas itu juga.


Ketika itu Willy memanggil Bryan "Bryan,ayo ke perpustakaan!"


"Baiklah,segera!" Jawab Bryan singkat.


Rega dan yang lain nya tidak ikut,mereka lebih memilih menghabiskan waktu bermain ditaman dan duduk bercerita.


Sedangkan dari Willy dan teman temanya ikut semua.


Kemudian Bryan berpisah dengan teman temannya untuk pergi keperpustakaan bersama Willy dan yang lainnya.


Setelah itu Bryan dan ketiga gadis tersebut tengah berjalan menuju sebuah ruangan dan segera masuk ,Pemuda tersebut berkeliling mencari rak buku yang bagus untuk dibaca sedangkan Willy dan yang lain telah duduk ditempat yang disediakan dengan satu buku dalam genggaman masing masing.


Saat Bryan tengah asik mencari buku buku kesukaan nya Pemuda tersebut melirik kesebuah celah celah kaca jendela,pandangannya tertuju pada dua pemuda yang berada jauh diujung lorong belakang kampus.


Mata Bryan mulai menyipit,berdasarkan pandangannnya Dua Pemuda tersebut tidak lagi asing baginya bahkan saat melihat dari jauh sekalipun.


Dengan sebuah rasa penasaran akhirnya Pemuda tersebut ingin pergi ketempat kejadian.


Bryan yang saat ini telah setuju pergi keperpustakaan bersama ketiga gadis tersebutpun telah menepati janjinya namun kali ini ada sesuatu hal yang ingin diketahuinya dan terpaksa untuk pergi.


Kemudian Bryan berjalan menuju tempat dimana Willy berada bersama teman temannya itu.


"Willy,maaf bolehkah aku pergi sebentar? Ada sesuatu yang harus aku kerjakan" Pemuda tersebut berkata ketika sudah berada didepan gadis tersebut.


"Iyaa tidak apa apa,mungkin lain kali kita bisa kesini lagi kan?" Jawab gadis itu dengan senyuman.


"Itu sesuatu hal yang pasti,aku akan berusaha menyempatkan diri menemanimu membaca" Jawab Bryan dengan sebuah senyum kembali.


"Oke baiklah" Willy membalas perkataan Pemuda tersebut.


Kemudian Bryan segera berjalan menuju pintu keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Setelah itu Willy terdiam dengan lamunan merasa bahwa Bryan masih memikirkan masalah waktu berada diacara pesta kemarin.


Dalam pandangannya Pemuda itu telah bersemangat untuk berkenalan dengan Yelsi ,namun keadaan berkata lain dan membuatnya sedikit kecewa.


Disaat Willy memikirkan hal tersebut tiba tiba Ivoni berkata pada gadis itu "heyy,kenapa kamu melamun Willy?"


"Aah tidak,aku hanya sedikit kelelahan" Jawab Willy pada sahabatnya tersebut.


"Haha iyaa,kita beristirahat sambil membaca buku dulu menjelang siang dan menuju cafetaria kampus untuk makan" Ivoni mencoba menghibur gadis tersebut.


"Itu ide yang bagus" Yelsi kemudian menambahi pembicaraan dan mereka tertawa ceria lagi sambil membaca buku kembali.


Disisi lain Bryan seperti berjalan secara sembunyi sembunyi menghindar dari pandangan dua orang di lorong ujung tersebut yang berada disudut pagar kampus paling belakang.


Ketika Bryan sudah lebih dekat dengan dua pemuda itu kemudian berdiam diri untuk mendengarkan apa yang terjadi.


"Ayolah! Berapa yang kau mau akan kuberikan,ikutlah denganku" Salah satu dari dua pemuda tersebut berbicara.


Namun Pemuda yang satunya hanya diam tidak menjawab sepatah katapun.


Salah satu dari Pemuda tersebut terlihat ketakutan dengan sikap yang ditunjukkan oleh Pemuda yang diam tersebut.


Namun sesaat sebelum melakukan penyerangan setelah bersiap dengan kuda kuda yang ditunjukkan nya itu,tiba tiba kembali berdiri dengan tegak dan menoleh kesamping sambil berkata "keluarlah!"


Untuk pertama kalinya Pemuda itu bicara setelah sekian lama pembicaraan tersebut.


"Apa yang kau katakan? Siapa yang kau suruh keluar itu?" Jawab pemuda yang satunya lagi.


Pemuda itu terlihat begitu kebingungan dengan yang terjadi,bagaimanapun mereka hanya berdua disana.


Dalam keheranan itu tiba tiba muncul seorang Pemuda dari sudut belakang dari pemuda yang baru saja menyuruh keluar itu.


Melihat apa yang terjadi Pemuda yang kebingungan itu terkejut saat pandangan nya tertuju pada Pemuda yang baru saja keluar tersebut dan berkata " Bukan kah kau yang bernama Bryan itu? Bagaimana mungkin kau berada disana? Dan apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kalian berdua telah bersekutu?"


"Nett,bisakah kau tidak bertanya terlalu banyak? Itu adalah sebuah hal konyol yang jika dilakukan oleh seorang Tuan Muda" Jawab Bryan santai tanpa repot repot menjelaskan nya.

__ADS_1


Ternyata salah satu pemuda itu adalah Tuan Muda Kedua dari keluarga Robbins yaitu Nett Robbins.


"Apa? Kau berani berkata seperti itu kepadaku? Apa kau menginginkan kematian? Kau tidak tau aku adalah Tuan Muda Kedua keluarga Robbins,dasar bodoh!" Jawab Nett sedikit emosi dengan perkataan Bryan tersebut.


Bryan hanya tersenyum dengan ekspresi yang ditunjukkan Nett tersebut.


Namun disela pembicaraan mereka tiba tiba Pemuda yang terlalu banyak diam tersebut kembali berbicara yang ditujukan pada Bryan "apa yang ingin kau lakukan,Bryan?"


Mendengar itu Nett tidak dapat berkata kata lagi,sekian lama waktu mereka berhadapan tidak sekalipun Pemuda itu bicara.


Namun setelah kedatangan Bryan ,Pemuda pendiam itu berbicara dan bertanya dengan serius.


Siapakah Bryan ini sebenarnya? Dalam pemikiran Nett terselip pertanyaan yang membuatnya heran dengan seorang Pecundang miskin yang selalu di hina oleh banyak orang tersebut.


"Aku tidak bermaksud untuk mengganggu,tapi jujur datang kesini hanyalah untuk menuntut sebuah janji pada Nett yang mengatakan siap membantuku saat pertarungan kampus dulu!!" Jawab Bryan dengan senyum misterius.


"Baiklah,itu bukan ide yang buruk" Pemuda pendiam itu membalas penjelasan dari Bryan tersebut kemudian berjalan perlahan menjauhi mereka.


"Yaa,kuharap itu bukan sebuah peringatan!!" Bryan kembali berkata sambil berjalan menuju Nett Robbins.


Pemuda diam itu sedikit tersenyum dengan tanggapan dari Bryan,seakan telah mengerti dengan maksudnya tersebut.


"Cepat atau lambat! Aku akan datang dihadapanmu" Bryan kembali berkata ditujukan pada pemuda pendiam itu lagi.


"Franky Jogger,itu namaku!" Pemuda diam itu hanya menanggapi dengan memberi tahu namanya saja dan segera berjalan pergi meninggalkan mereka.


Benar saja Pemuda Pendiam itu adalah Franky yang dikenal dengan Pemuda dingin pendiam dan hanya berbicara untuk sesuatu yang hanya penting baginya.


Disaat Franky telah menghilang dari tempat itu,kemudian Bryan masih berjalan mendekati Nett.


"Apa yang kau mau dariku?" Melihat Bryan yang sedikit berbeda dari perilaku biasanya itu membuat Nett ketakutan dan bertanya.


Senyum misterius Bryan masih menjadi penderitaan bagi seorang Nett saat ini.


"Bukan kah kau ingin membunuhku?" Jawab Bryan santai.

__ADS_1


"Ooh Brother Bryan,aku pikir kau pemuda yang senang bercanda!! Kau tidak menanggapi itu dengan serius bukan?" Jawab Nett dengan sedikit senyum yang dipaksakan dan lebih mengutamakan ekspresi ketakutannya itu.


__ADS_2