
Nett yang saat ini berada di dalam mobil telah bersiap untuk bergerak jika Bryan memasuki pintu sebelah kiri dan duduk di kursi tersebut.
Setelah Bryan benar benar mendapatkan posisi duduk yang nyaman kemudian pintu mobil mewah tersebut tertutup dan mereka bergerak keluar dari halaman rumah tersebut.
Dengan apa yang terjadi saat ini Nett yang masih kebingungan bertanya " Apa yang kau rencanakan Bryan? Mengapa kau tahu tentang rumah nya? Dan apa yang kalian bicarakan?"
"Aku hanya mencoba membawanya bergabung!! Aku tahu rumahnya karena bertanya pada sahabat Pemuda itu di kampus sebelumnya" Jawab Bryan singkat tanpa memperjelas semuanya,karena bagaimanapun semua ini adalah rencananya sebagai Pemimpin Rockstone Group dan Nett belum saatnya untuk mengetahui tentang identitas asli darinya tersebut.
"Apa kau yakin dengan rencana mu itu bisa membawa Franky bergabung bersama kita?" Nett yang tidak tau jelas tentang apa yang terjadi dalam pikiran Bryan tersebut kembali meragukan hasil yang positif tentang semuanya.
"Percaya padaku!! Kau tidak akan kecewa" Sambil tersenyum Bryan menjawab mencoba meyakinkan dengan percaya diri
Namun yang sebenarnya terjadi adalah saat dimana Bryan menyadari tentang pertunjukan Franky yang menguji tentang bagaimana pergerakan darinya ketika Pemuda pendiam itu menyebutkan nama aslinya.
Bryan langsung menangkap inti dari pertunjukkan itu dan mengirim pesan singkat pada Siena untuk menyelidiki identitas dan apapun yang bersangkutan dengan orang tersebut.
Dengan mengeluarkan seluruh intelijen dan juga mengerahkan kekuatan dari Perusahaan Rockstone Group tersebut tidak butuh waktu lama bagi Siena mengetahui keberadaan dan yang bersangkutan dengan Franky itu.
Setelah Bryan mengetahui tentang kabar bahwa Franky bekerja di salah satu perjudian pertarungan para mafia yang menghasilkan uang yang banyak dari semua itu membuatnya menolak untuk menerima undangan Nett yang memberikan berapapun yang dia minta dan ketika Bryan mendengar bahwa Pemuda tersebut mempunyai seorang Adik perempuan yang sakit namun tidak ada perubahan setelah melakukan pengobatan rutin dengan banyak biaya yang didapat selama menjadi Petarung Ring Bawah membuat nya memiliki sebuah rencana.
Kemudian Bryan mencari tahu tentang kondisi Adik dari Franky tersebut tentang penyakit yang tidak pernah sembuh itu.
Siena yang mencari data dengan mengerahkan intelijen kembali memberikan informasi bahwa rumah sakit tempat mereka berobat hanya memberikan obat obatan biasa agar selalu mendapatkan Uang dari biaya Kontrol yang besar saat Franky membayar jasa rawat jalan tersebut dengan menjadi Petarung Bayaran ring bawah dari para bos mafia dan membuat Pemuda itu tidak pernah kekurangan uang untuk biaya pengobatan Adiknya tersebut.
Mendengar semua itu Bryan tersenyum dan menyuruh Siena bergerak menjemput Shani yang merupakan Adik dari Franky itu untuk membawanya berobat ditempat mereka dengan membuat gadis kecil tersebut sembuh total.
Disaat Bryan ingin bergerak menuju ke rumah Franky,tidak sengaja Pemuda tersebut bertemu dengan Siena yang membawa Gadis kecil tersebut bersama ayahnya didepan gerbang Perusahaan Robbins Totality Group.
__ADS_1
Beruntung Nett yang terlalu sibuk dengan music didalam mobil nya tidak mengetahui tentang semua yang terjadi.
Dan setelah kejadian tersebut ,itulah mengapa mereka sampai di rumah Franky yang sudah diberitahu oleh Siena lewat pesan singkat yang dikirimnya pada Bryan.
Dengan semua yang terjadi Bryan membalikkan sebuah permainan pada Franky kembali dan sedikit menunjukkan kemampuannya tanpa menjawab pertanyaan dari Pemuda tersebut tentang siapa Bryan sebenarnya?
Melihat apa yang terjadi Franky sudah merasakan bahwa Bryan bukanlah orang sembarangan di samping itu bagaimanapun saat ini perjuangan yang dilakukan Franky untuk Adiknya Pun terbayar lunas oleh Seorang Pemuda yang dipertanyakan olehnya itu.
Dan Bryan sedikit menyinggung sebuah masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh kedua Pemuda ini dengan kata lain menunggu Franky bergabung.
Itulah sebabnya Bryan segera pergi dan menunggu jawaban yang telah ditangkap oleh Pemuda pendiam tersebut.
Bagaimanapun kata terimakasih yang diucapkan Franky sudah menjadi titik cerah dari rencananya saat ini.
Dan saat ini langit sudah mulai gelap,mereka masih berada di dalam mobil mewah milik Nett tersebut.
"Kita pulang dulu,besok masih ada kuliah yang harus diselesaikan sebelum ujian minggu depan!!" Bryan menjawab pertanyaan dari Nett tersebut dengan mencari alasan agar bisa pulang kerumah kosan nya.
"Kita akan lulus,tenang saja aku punya Kakak yang hebat dan menjamin dirimu juga akan sama sepertiku!!" Nett kembali menjawab perkataan Bryan tersebut seolah ingin mengajaknya bermain sebelum mereka pulang.
"Haha aku menghargai itu,tapi aku tidak mau mengandalkan siapapun tentang diriku!! Jadi jangan samakan aku dengan orang cengeng sepertimu" Bryan juga menjawab perkataan dari Nett sambil mengejek Pemuda itu.
"Kau benar,aku selalu bergantung padanya!! Tapi hal apa yang bisa kuperbuat,aku hanya menjadi Adik yang bodoh baginya bukan?" Nett yang menjawab itu dengan merendah seperti keadaan yang sebenarnya terjadi.
"Hey bung,bangunlah jika kau ingin menjadi hebat maka lupakan Kakak mu dan jadilah diri sendiri!!" Bryan mencoba menghiburnya kembali.
"Apakah hal itu cukup membuatku berguna?" Nett kembali mendapatkan pengharapan nya lagi.
__ADS_1
"Aku berjuang dengan diri sendiri!! Dan apapun yang terjadi,aku bahagia dengan keadaan yang kujalani" Saat itu Bryan mencoba membuat pemikiran Nett lebih terbuka sebagai sikap seorang Pemuda.
"Kau benar,jadi kita akan pulang dan belajar untuk lulus sebagai diri sendiri!! Nett yang merasa bahwa itu adalah motivasi bagi dirinya menjadi semangat menjalani apa yang dikatakan Bryan tersebut padanya.
"Antar saja aku ke simpang lagi sekarang,cepat!!" Bryan memerintahkan sambil bercanda.
"Baik tidak masalah!" Nett menginjak gas mempercepat lari mobil mewah nya tersebut dengan senyuman.
Selama perjalanan mereka bercerita dan tertawa bersama seperti sahabat yang sudah kenal sejak lama.
Tidak terasa mereka telah sampai pada simpang didepan kampus tempat mereka pertama saling menunggu siang tadi.
Kemudian Bryan segera turun dan pamit kepada Nett.
Saat itu Nett merasa lebih baik dari sebelumnya,dan memberikan sebuah kode pada Bryan agar melanjutkan perjalanannya kembali.
Setelah Nett bergerak bersama mobil mewah nya tersebut kemudian Bryan mulai berjalan menuju rumah kosan nya yang tidak jauh dari kampus tersebut sendirian tanpa teman temannya yang biasa selalu bersama saat pulang.
Disisi lain ketiga temannya saat ini menunggu Bryan kembali di rumah kosan tersebut.
"Sudah jam segini Bryan belum juga pulang!!" Pider yang merupakan teman bercanda Bryan merasa khawatir pada sahabatnya itu.
"Bryan sudah besar,jadi jangan takut!" Rega yang tahu betul sifat Bryan mencoba menghibur Pider dengan candaan.
"Aku tahu itu,sebentar lagi kita ujian kelulusan!! Mungkin kita akan berpisah bukan?" Pider merasa bersedih dengan apa yang akan selanjutnya terjadi.
"Pider,mungkin setelah ini Aku dan Rega akan bekerja kemudian selanjutnya mempunyai keluarga kecil begitu juga denganmu!! Dan kau akan selalu menjadi temanku,kapanpun kau datang aku akan menyambut mu" Alben yang dari tadi hanya diam mencoba berbicara dan menjelaskan kemungkinan yang akan terjadi kemudian hari.
__ADS_1