
"kuharap kau paham tentang itu!" Bryan tiba tiba menunjukkan ekspresi ketenangan nya kembali dengan senyuman lepas sambil menjawab perkataan dari Nett tersebut.
"Ayolah Brother,aku punya banyak uang!! Berapa yang kau mau? Aku akan turuti itu" Jawab Nett yang sudah terlihat lebih tenang dari sebelum nya setelah mendapati bahwa ambisi jahat dari Bryan itu telah hilang.
"Aku tidak butuh uang!!" Jawab Bryan singkat.
"Bagaimana kalau kau ikut menjadi bagianku sepenuhnya,setidaknya keluargaku akan menerimamu dengan melihat kemampuan bertarung itu sebagai imbalannya" Jawab Nett mencoba terus bernegosiasi.
"Tidak,maksudku itu tidak buruk!!" Jawab bryan kembali.
"Aah apakah kau telah setuju? Aku sangat senang dengan semua itu,aku akan mengajakmu bergabung!! Setelah perkuliahan ini selesai,kita akan pergi ketempat kakak ku Liam untuk memberitahukan dirimu" Jawab Nett penuh dengan kegembiraan,menurutnya semua orang akan selalu patuh demi imbalan uang yang banyak.
"Aku tidak mengatakan bahwa aku setuju,jam kuliahku telah habis dan waktuku tidak terlalu banyak" Bryan menjawab perkataan dari Nett dengan santai.
"Aah Brother bisakah kita bicara lebih terbuka,jika kau ingin sekarang aku siap untuk itu!! Tenang saja.." Nett menyadari tentang apa kemauan dari Bryan tersebut.
Bryan menanggapi perkataan Nett itu dengan senyum kembali.
"Baiklah,aku tidak ingin banyak orang melihat ini!! Aku menunggumu di simpang jalan depan diluar gerbang kampus" Jawab Bryan.
"Itu tidak masalah,aku akan segera menjemputmu" Nett kembali menjawab perkataan dari Bryan.
Setelah itu Bryan berjalan menuju gerbang kampus untuk segera pergi kesimpang jalan yang dimaksud.
Sementara itu Nett yang merupakan keluarga kaya itu selalu menggunakan mobil sport untuk pergi kekampus,dan saat ini menuju parkiran mengambil kendaraan nya itu terlebih dahulu kemudian barulah menuju simpang jalan yang di janjikan.
Disisi lain akhirnya Bryan telah sampai ditempat itu dengan berjalan cukup jauh,disana terlihat Bryan mengeluarkan Handphone genggam miliknya dan mengetik sesuatu yang berupa pesan singkat dan mengirimnya pada salah satu kontak ponsel nya itu kemudian menaruhnya kembali kedalam kantong celana nya.
Tidak butuh waktu lama sebuah mobil sport juga berhenti didepan Bryan dan perlahan menurunkan kaca mobilnya itu dan terlihat seorang pemuda yang mengendarainya tidak lain adalah Nett,kemudian berkata " Ayo brother!!"
Bryan yang saat itu berdiri kemudian melangkah maju menuju pintu sebelah kiri dan membukanya kemudian segera masuk sambil mengatur posisi duduk dengan nyaman.
__ADS_1
Setelah semuanya siap Nett menginjak gas mobil tersebut dan mengatur kecepatan perjalanan dari kendaraan kesayangan nya itu.
"Brother,apakah kita akan bersenang senang terlebih dahulu? Aku memiliki banyak wanita di tempat ku biasa bermain! Jangan khawatir tempat itu adalah milik kakak ku Liam,dia membuat sebuah Bar Khusus untuk bersenang senang" Nett mencoba membuat suasanan diantara mereka lebih bersahabat.
"Itu tidak masalah,mungkin lain kali saja!! Saat ini aku tidak begitu tertarik dengan hal seperti itu" Bryan menolak sebuah ajakan dari Nett tersebut.
"Oke baik lah,kita segera menuju tempat kakak ku saja!!" Nett kemudian mengerti arah pembicaraan Bryan itu.
Dengan keadaan seperti itu,kedua pemuda tersebut lebih terlihat begitu lebih akrab saat ini.
Mereka menghabiskan waktu bercerita selama perjalanan,Nett menceritakan maksud dan tujuan nya berjumpa dengan Franky untuk mengajaknya bergabung membantu kakaknya karena menurut Pemuda itu kemampuan bertarungnya diatas rata rata dan sangat bagus jika bisa bersama mereka saat ini.
Namun Nett juga merasa senang karena Bryan tiba tiba datang dan ingin menjadi bagian dari keluarganya,bahkan saat itu jika pemuda tersebut tidak berhasil membawa Franky dan selanjutnya akan menemui Bryan untuk bernegosiasi lagi.
Tapi takdir mempercepat semuanya,begitulah cerita diantara mereka saat ini.
Setelah sekian lama akhirnya mereka sampai pada sebuah gerbang besar bertulisan Robbins Totality Group yang merupakan gerbang perusahaan kakak dari Nett tersebut.
Nett yang saat itu mengemudi mobil sport nya langsung disambut beberapa petugas keamanan berbaris rapi dengan satu petugas yang menuntun sebuah jalan menuju parkir.
Setelah berada diluar kemudian Nett berkata "kita sudah sampai,mari kita naik keatas!!"
"Tidak masalah!" Jawab Bryan.
Kemudian mereka berjalan dengan santai menuju pintu masuk kantor,disana petugas keamanan telah siaga untuk memberi hormat pada Nett.
Mereka tidak memperdulikan itu,kedua Pemuda tersebut terus melangkahkan kaki tanpa melihat kekiri dan kekanan.
Sampai pada sebuah lift,kedua Pemuda tersebut segera memencet tombol dan pintu terbuka! Segera mereka masuk untuk dapat mencapai lantai atas dengan cepat menemui Liam yang saat ini menjadi pemimpin perusahaan Robbins Totality Group.
Tidak butuh waktu lama pintu lift kembali terbuka dan mereka telah sampai pada lantai yang dituju dan segera keluar dari lift tersebut.
__ADS_1
Setelah itu mereka berjalan menuju sebuah ruangan dan didepan pintu ada beberapa penjaga keamanan memberi hormat saat Nett melewati mereka.
Kemudian pintu terbuka didalam terlihat seorang Pria gagah duduk diatas kursi dan membolak balik salah satu dokumen yang saat ini sudah bertumpuk diatas mejanya tersebut.
"Kakak!!" Nett sangat bahagia saat melihat Pria itu dan berkata.
"Nett,apa yang terjadi? Apakah ada lagi masalahmu?" Pria itu adalah Liam Robbins,kakak dari Nett yang bertanya untuk mencoba mencari tahu maksud kedatangan Adiknya tersebut.
Benar saja Nett hanya datang padanya jika sebuah masalah terjadi pada adiknya tersebut dan meminta bantuan untuk menyelesaikan itu,Liam begitu menyayangi Nett dan selalu memanjakannya.
"Kakak,aku datang untuk membantumu menghancurkan keluarga Coverdale!!" Jawab Nett ambisius.
Mendengar itu Bryan sedikit melirik pada Nett dan mengerutkan kening sekaligus mempertajam pandangannya pada Pemuda tersebut.
Begitu juga Liam seketika berhenti membolak balikkan dokumen sekaligus menutupnya.
"Jangan khawatir kak,aku dan temanku ini punya beberapa rencana untuk itu?" Nett kembali menjelaskan maksud nya tersebut.
"Sejak kapan kau berpikir seperti ini Nett?" Liam begitu bahagia mendengar semua itu,kakak nya itu berpikir bahwa Nett saat ini telah tumbuh menjadi dewasa dan telah mengerti dengan situasi bisnis.
Selama ini Nett hanya selalu mencari masalah dan menjadikan Kakaknya tersebut sebagai perlindungan.
"Sejak aku mengenal Bryan Kak!!" Jawab Nett singkat.
Liam menolehkan pandangannya pada Pemuda disebelah Adik nya tersebut.
Bryan memberikan senyum yang cukup dipaksakan sambil menganggukkan kepalanya.
"Ku harap kau dapat menjaga Adikku!!" Liam kemudian berpesan pada Pemuda tersebut.
"Akan ku usahakan!" Bryan menjawab dengan santai dan misterius.
__ADS_1
Liam yang sudah menjadi pemimpin sejak lama,sedikit banyak sudah bisa mengetahui karakter seseorang!!
Melihat sikap Pemuda itu, Liam bisa mengenal bahwa Bryan bukanlah orang sembarangan!! Saat ini Liam memberikan sedikit waktu untuk Bryan membuktikan dirinya bergabung bersama Robbins Totality Group.