
"Jangan takut,aku adalah Bryan!! Apakah gadis itu sudah dijemput untuk segera mendapatkan pengobatan yang baik?" Bryan berkata seolah telah mengenal wanita tersebut dengan baik.
"Maaf,apakah kalian juga termasuk rombongan dari mereka?" Jawan Wanita tersebut.
"Aku yang meminta mereka datang untuk menjemput gadis itu!" Bryan berkata dan lebih memperjelas apa yang dimaksud Wanita tersebut.
"Terimakasih telah menolong kami!! Maaf jika ibu tidak menyambut kalian dengan baik nak!!" Wanita tersebut terlihat begitu bersalah dan mempercepat pergerakannya seolah olah ingin mempersiapkan sesuatu untuk Kedua Pemuda tersebut.
"Tidak perlu repot repot!! Kami datang hanya untuk memastikan saja" Bryan yang melihat Wanita itu cukup panik mencoba untuk menenangkannya.
Saat itu juga Wanita tersebut membawakan teh hangat di atas piring untuk kedua pemuda tersebut yang saat ini duduk di antara bebatuan besar didepan halaman rumah tua itu.
"Silahkan minum nak!! Ibu tidak punya apa apa,hanya ini yang bisa ibu berikan!!" Wanita itu merendahkan diri dengan hidangan yang apa adanya tersebut,bagaimanapun dengan melihat mobil sport mewah mereka sudah membuktikan bagi ibu tersebut bahwa kedua pemuda ini adalah orang yang kaya dan mempunyai selera yang juga mewah.
"Terimakasih bu!!" Nett yang dari tadi hanya diam dan kebingungan mulai berbicara untuk pertama kali nya.
Di samping Pemuda tersebut terlihat Bryan hanya tersenyum menanggapi hidangan itu.
Disaat Wanita itu hendak memasuki rumahnya kembali tiba tiba terdengar suara laki laki yang cukup familiar bagi kedua pemuda yang ingin mencicipi hidangan tersebut" Apa yang ingin kalian lakukan?"
Seorang Pemuda yang tiba tiba saat itu muncul dan terlihat menunjukkan amarahnya yang cukup ganas bertanya pada kedua Pemuda tersebut.
Melihat yang terjadi Nett begitu terkejut dan berdiri bersembunyi dibelakang Bryan yang terlihat cukup tenang.
"Apa yang sedang kau rencanakan Bryan? Aku tidak mau mati disini!!" Nett yang saat ini berada dibelakang Bryan bertanya dengan ketakutan dan sedikit menunjukkan emosi kemarahan pada sahabat barunya itu.
"Sudah ku katakan,tenangkan dirimu!! Percayakan ini padaku" Bryan berbicara sedikit pelan pada Nett yang masih sedikit ketakutan itu.
"Jika kau bertindak diluar kendali!! Aku akan lari dari tempat ini,aku tidak mau mati sia sia disini" Jawab Nett mencoba menenangkan dirinya.
"Haha siapa yang pecundang diantara kita? Tidak masalah, ini hanyalah permainan kecil" Bryan tertawa dengan sikap Nett tersebut dan mengejeknya.
__ADS_1
Saat itu Pemuda tersebut terlihat membentuk kuda kuda untuk sebuah penyerangan,ketika Pemuda itu ingin maju seorang Wanita pemilik rumah tersebut berteriak" Hentikan Franky!!!"
Pemuda tersebut adalah Franky yang dikenal sebagai Pemuda pendiam di kampus mereka yang baru saja pulang dari jadwal perkuliahannya sore ini.
"Ibu,apa yang mereka lakukan padamu? Aku akan membalas perbuatan kedua orang ini!!" Franky berlari pada Wanita itu dan begitu khawatir dengan keadaannya.
Wanita pemilik rumah tersebut adalah ibu dari Franky yang sangat takut jika terjadi apa apa pada keluarganya itu.
Sebelum ibu itu menjawab Franky melihat pintu yang terbuka dan berlari memasuki rumah tersebut.
Di sana Franky terlihat begitu panik dan kembali bergegas menuju ibunya tersebut.
"Ibu,dimana Shani?" Pemuda tersebut berteriak sebelum dirinya sampai pada tempat Wanita itu berdiri.
Shani adalah Adik perempuannya,umur nya sekitar 7 tahun dan sudah mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh selama 5 tahun terakhir.
Berbagai cara sudah dilakukannya,berobat ke rumah sakit yang besar pun sudah dijalankannya namun hasilnya tetap saja nihil.
Franky berasumsi bahwa yang melalukan ini semua adalah kedua Pemuda yang saat ini berada diluar itu.
Kemarahannya tidak lagi bisa dibendung,Franky ingin segera menerjang kearah Bryan.
Namun hal tersebut dihentikan oleh Wanita yang merupakan Ibunya tersebut.
"Franky,tenanglah Ibu akan menjelaskan semuanya!!" Wanita itu mencoba membujuk Franky agar tidak mengamuk.
"Mereka harus membayar apa yang telah dilakukanya bu,aku tidak peduli dengan apapun resikonya saat ini!!" Jawab Franky yang masih membara.
"Adikmu telah berada di rumah sakit,dan ayahmu mengabarkan bahwa Shani akan segera sembuh secepatnya!!" Wanita itu menjelaskan tentang Adiknya tersebut.
Seketika Franky terdiam dan perlahan memandang Ibunya kembali.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin? Siapa yang melakukan nya bu? Dokter berkata Shani tidak lagi bisa disembuhkan!!" Jawab Franky dengan air mata yang berlinang disekitaran matanya itu.
Meskipun menurutnya itu mustahil,tapi dengan kalimat itu membuatnya sedikit berharap tentang kebenaran dari perkataan Ibunya tersebut.
Bagaimanapun Franky mencari banyak uang disela waktu kuliahnya menjadi petarung bayaran di Ring bawah tempat dimana bos bos besar bertaruh.
Dengan kemenangannya,Pemuda tersebut mendapatkan banyak uang di sana dan menjadikan itu sebagai biaya pengobatan Adiknya selama 4 tahun terakhir.
Namun semua dokter tidak bisa menyembuhkannya ,hanya saja setiap tempatnya berobat itu selalu menyuruh Pemuda tersebut untuk tetap membawa Adiknya menjalani rawat kontrol pada setiap waktu yang ditentukan dengan biaya yang sangat besar.
Berapapun uang jasa pengobatan itu Franky selalu mendapatkan nya selama menjadi petarung bayaran di Ring bawah.
"Kedua Pemuda itu yang membawa Adikmu berobat,dan dokter telah mengatakan bahwa Shani telah menjalani terapi untuk kesembuhannya!!" Wanita yang merupakan Ibunya tersebut menjelaskan tentang keadaan Adiknya dan kehadiran kedua Pemuda itu juga.
Mendengar itu Franky mulai sedikit tenang,namun pandangan nya terlihat masih tajam pada Bryan.
"Tenang saja,Shani akan segera sembuh dengan beberapa dokter pilihan!! Mereka bekerja untukku" Bryan berkata yang masih terlihat santai duduk di atas batu besar didepan rumah tersebut sambil memegang secangkir teh yang dihidangkan Wanita itu.
Saat ini Franky kembali mengingat kejadian yang terjadi di kampus pagi itu,ketika Nett mencoba membujuknya bergabung bersamanya yang juga pada waktu bersamaan Bryan muncul secara tiba tiba.
Franky ingin menguji sejauh mana kekuatan dari seorang Bryan dengan memberi tahu namanya,apa yang akan dilakukan Pemuda itu selanjutnya.
Namun hal tersebut berbeda jauh dari pandangannya,Bryan terlalu pintar dalam menyusun rencana.
Bahkan Pemuda itu mendapatkan rahasia Pribadi darinya.
"Bryan,siapa kau sebenarnya? Dan apa tujuanmu datang padaku?" Franky bertanya setelah menangkap semua yang terjadi saat ini.
"Franky jangan terlalu memaksaku menjelaskan!! Tinggalkan saja Ring bawah itu,aku masih seperti biasa jadi tidak perlu repot repot untuk mencari tahu!! Baiklah aku dan Nett akan segera pergi,ada beberapa urusan yang ingin ku selesaikan dan untuk sementara masalah ini masih bisa ku atasi berdua bersamanya" Bryan yang duduk dengan santainya tersenyum kemudian berdiri sambil berkata pada Franky,perkataan nya begitu sulit dimengerti oleh Nett namun sangat mudah untuk dipahami oleh Pemuda pendiam itu.
Mendengar ucapan Bryan tersebut,Franky hanya bisa menarik napas dan berteriak " Terimakasih!!"
__ADS_1
Disaat Bryan berjalan menuju pintu mobil bibir nya tersenyum setelah mendengar teriakan dari Franky tersebut,menandakan bahwa rencananya telah sukses.