
Benar saja ketika semuanya sudah terlihat jelas semua yang ada dalam pikirannya itu ternyata benar.
Siluet itu adalah Franky yang sengaja memancingnya untuk datang sesuai dengan apa yang telah dipikirkan Bryan sebelumnya.
Tanpa basa basi Bryan memulai pembicaraan dan bertanya " Aku hanya butuh jawabanmu saja!! Terlepas apapun pilihanmu itu tidak masalah,anggap saja ini tidak pernah ada"
"Bryan,kau sama denganku!! Tidak butuh basa basi, aku berhutang budi padamu" Franky membalas perkataan Bryan tersebut.
"Itu sudah lebih dari cukup,baiklah aku akan mengatur sebuah rencana untuk semua ini!! Pertama,kita akan menyelesaikan kasus tentang Shani terlebih dahulu" Bryan menunjukkan senyum misteriusnya kembali.
Mendengar itu Franky memejamkan matanya menahan sebuah amarah tentang apa yang terjadi selama ini pada Adiknya Shani.
Seluruh rumah sakit yang menjadi pusat tempat pengobatan Adiknya itu telah dimanipulasi oleh Bos mafia dari Petarung Ring Bawah.
Bos mafia tersebut menekan rumah sakit itu agar tidak menyembuhkan Adiknya,supaya Franky selalu menjadi petarung bagi mereka untuk menghasilkan uang yang banyak dalam setiap kemenangan yang diraihnya.
Hal itu telah diketahui sejak dikerahkan Intelijen perusahaan Rokcstone Group oleh Siena melalui perintah dari Bryan.
"Aku ingin menyelesaikan itu sendirian!" Jawab Franky sedikit egois.
"Jangan terburu buru,kau tidak punya rencana!!" Kemudian Bryan mencoba membujuk Pemuda itu.
"Baiklah,aku tau tentang kekuatanmu!! Aku tidak peduli tentang imbalanmu lagi" Franky berkata pasrah pada Bryan tentang apa yang akan diminta Pemuda tersebut padanya.
"Shani sudah jauh lebih baik,kuharap kau hadir disana untuk sementara waktu! Aku mungkin ada beberapa hal yang akan dikerjakan" Bryan mencoba mengalihkan pembicaraan dan berbalik membelakangi Franky sambil perlahan berjalan menjauh dari Pemuda tersebut.
"Baiklah!" Jawab Franky yang juga berbalik dan berjalan secara berlawanan.
Kemudian mereka berpisah untuk sementara waktu,Bryan dengan urusannya dan Franky menuju rumah sakit tempat dimana Adiknya di rawat.
Saat ini Bryan telah berada didepan gerbang kampus tengah memasuki sebuah taksi yang baru saja berhenti didepannya.
Kemudian taksi tersebut bergerak maju bersama dengan Pemuda itu.
__ADS_1
Setelah sekian lama dalam perjalanan akhirnya taksi tersebut berhenti didepan sebuah gerbang.
Bryan yang saat itu berada didalamnya kemudian turun setelah membayar jasa angkutan nya.
Setelah itu taksi tersebut kembali berjalan mencari penumpang yang lain.
Saat ini Bryan telah berada digerbang Rockstone Group yang merupakan perusahaan nya sendiri.
Pemuda tersebut berjalan memasuki gerbang,disana sudah berdiri dengan rapi beberapa penjaga keamanan setelah melihat Bryan berjalan kearah pintu masuk.
Seluruh Penjaga keamanan itu membungkuk kan badan kearah depan dengan penuh hormat pada Pemuda tersebut.
Bryan tidak memperdulikan apapun,Pemuda itu tetap berjalan menuju lift dan segera memasukinya untuk mencapai lantai paling atas dengan cepat.
Setelah Bryan sampai dilantai yang dituju ,Pintu lift terbuka dan Pemuda itu kembali berjalan menuju sebuah pintu yang mana adalah ruangan Pemimpin utama Perusahaan tersebut.
Saat Bryan memasuki ruangan itu disana telah berdiri dua orang yang selalu bekerja keras untuk nya yaitu Drake dan Siena.
Siena yang saat itu berdiri dengan sigap memberikan beberapa dokumen yang harus di lihat oleh Boss nya tersebut dan menaruhnya di atas meja Pemimpin perusahaan itu.
Setelah nya Bryan membuka satu persatu dokumen itu dengan teliti.
Kemudian Drake yang sibuk dengan pekerjaan nya tidak terlalu memperhatikan Bryan saat itu.
Namun,Siena yang saat ini berada didepan Bryan ingin bertanya tentang sesuatu tapi Gadis tersebut tidak berani berbicara mengungkapkan nya.
Tanpa melihat Gadis itu,Bryan dapat merasakan ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Siena.
Saat Bryan membolak balikkan dokumen yang berada ditangannya itu kemudian mulutnya berkata " Tanyakan saja!! "
Mendengar itu,Siena cukup terkejut bagaimana Boss nya tahu tentang maksudnya tersebut.
Drake yang saat itu terlalu serius menyusun dokumen dilemari memiringkan kepalanya sekilas dan tersenyum,bagaimanapun Pria itu lebih tau tentang Boss nya dari pada Gadis tersebut!! Jadi hal seperti ini sudah biasa baginya...
__ADS_1
"Maaf Tuan,tentang kejadian didepan Gerbang perusahaan Robbins Totality Group!! Apa yang sedang Tuan rencanakan?" Siena bertanya dengan nada yang kaku.
Bryan sudah menduga hal tersebut,karna saat itu Siena dan Pemuda tersebut bertemu ketika berada didepan gerbang Robbins Totality Group itu.
Dimana Siena pada waktu itu sedang membawa Shani dan ayah dari Franky didalam mobil sport Rolls-Royce nya untuk pergi mengantar ayah dan anak tersebut segera berobat kerumah sakit pilihan Bryan dengan perintahnya.
"Soal itu,aku sudah punya rencana!! Saat ini mungkin sulit dijelaskan tapi cepat atau lambat kita akan segera mendekati cerita itu" Jawab Bryan sedikit santai dan tersenyum.
Drake yang sedikit mendengar cerita itu terlihat penasaran,namun dirinya dapat dengan cepat mengembalikan ketenangannya lagi. Karena bagaimanapun Pria tersebut sudah percaya dengan apa yang dilakukan Boss nya tersebut dan belum sekalipun mereka gagal.
Berbeda dengan Siena yang baru mengerti tentang Bryan,tapi setelah melihat apa yang dikerjakan Boss nya ini Gadis tersebut sudah merasakan bahwa Pemuda tersebut bukan berjalan tanpa perencanaan yang matang!! Hanya saja Siena penasaran tentang pemikiran Bryan tersebut..
"Tuan Muda,apa yang harus kami lakukan tentang rencana itu?" Tiba tiba Drake berbicara dari sudut lemari.
"Seperti yang kukatakan waktu lalu,kalian hanya akan membawa beberapa dokumen untuk menghadiri pertunjukan itu nanti" Bryan kembali menunjukkan senyum ganasnya dengan percaya diri.
Melihat itu kedua asisstennya itupun tidak dapat menolak senyum yang juga hadir diwajah mereka.
"Saya melihat Coverdale terlalu berambisi untuk menjadi penguasa dikota ini Tuan!" Drake yang cukup tahu tentang itu menyampaikan hal tersebut pada Bryan.
"Mereka akan mendapatkan balasan yang pantas dengan cara buruknya itu demi menjadi penguasa" Pemuda tersebut menjelaskan yang akan terjadi tentang keluarga itu nanti.
"Aku tidak pernah meragukan Anda Tuan Muda!!" Drake kembali tersenyum dan membungkukkan badannya kembali.
Dengan mendengar itu Siena yang mempunyai segudang pengalaman tentang dunia itu sudah mulai merasakan ambisi dan tujuan dari perencanaan semua ini,yang membuat nya tersenyum kembali karena telah menangkap beberapa informasi tentang tujuan dari semua itu.
Bryan merasa Siena sudah mulai memahami seperti apa identitas perusahaan ini,dan membuatnya sedikit tersenyum.
Setelah sekian lama,akhirnya Bryan berdiri.
Kemudian Bryan berkata kepada kedua assisten hebat nya itu untuk segera pergi menjalankan urusan yang lainnya.
Ketika itu juga kedua assistennya tersebut membungkukkan badan seperti biasanya dan menatap punggung Pemuda itu dari belakang yang berjalan dengan santai menuju lift kembali untuk segera pergi.
__ADS_1